16 - Mimpi buruk

1.6K 125 24
                                        

"Serius nak?" Tanya mamah tidak percaya. Ricis hanya menganggukkan kepalanya

Ricis menceritakan semuanya ke mamah Aisyah, dari ia bertemu Wildan, pacaran dengan Wildan, sampai Wildan meninggalkannya.

"Astaghfirullah Wildan, seharusnya dia ga bersikap kaya gtu ke kmu nak" kata mamah setelah mendengar cerita dari Ricis

"Mungkin ini salah Ricis juga mah, karena dlu Ricis udh ingkar janji ke kak Wildan" jawab Ricis tegar

"Kmu yg sabar ya nak, nnti mamah pelan pelan ngomong sama Wildan" kata mamah

"Jngn mah, aku ga mau kak Wildan semakin membenci aku" ujar Ricis

"Yaudh, eh itu nak rumah temen mamah" kata mamah

Ricis pun memberhentikan mobilnya

"Terimakasih ya nak, udh anterin mamah" kata mamah

"Iya mah sama-sama" ucap Ricis tersenyum

"Yaudh kmu hati-hati ya pulang kerumahnya, mamah pamit dlu, assalamualaikum" ucap mamah

"Waalaikumsalam mah" ucap Ricis sambil menyalimi punggung tangan mamah Aisyah

Ricis pun kembali melajukan mobil menuju rumahnya, dijalan ia sambil memikirkan Wildan, rasanya Ricis ingin menemui Wildan untuk meminta maaf yg kesekian kalinya, tpi itu tidak mungkin, Wildan saja tidak mau bertemu Ricis diskolah. Ricis berharap Wildan kembali kesekolah, sebelum mereka lulus ke jenjang berikutnya:)

Setelah sampai dirumah Ricis merebahkan tubuhnya dikasur, dirumah itu juga Aryesh belum datang, karena ada pekerjaan yg harus Aryesh selesaikan.

Beberapa menit Ricis pun tertidur dalam keadaan masih memakai baju sekolahnya
______________________________________________
"Kmu ngapain disini?"

"Aku mau ketemu kmu kak"

"Kmu pergi dari sini, aku ga mau ngeliat muka kmu lgi"

"Kak aku mohon, kak maafin aku"

"Aku benci sama kmu Ricis!!"
______________________________________________

"Cis, Ricis bangun" ucap seseorang membangunkan Ricis

"Astaghfirullah, yaallah cuma mimpi" kata Ricis seketika langsung terbangun dari mimpinya

"Mimpi apa kmu?" Tanya Aryesh

"Bang, aku mimpi Wildan ninggalin aku, dan dia bilng, dia benci sama aku bang..hiks..hiks" ucap Ricis menangis sambil memeluk Aryesh

"Sampe sgtunya kah kmu mimpiin Wildan? Udhlah jngn nyakitin perasaan kmu sndiri, mungkin Wildan udh lupain kmu" kata Aryesh

Jleb! Perkataan Aryesh sangat menusuk hati Ricis

"Apa aku harus ngelupain dia bang?" Tanya Ricis yg msih sesenggukan

"Klo udh mentok sampe sini, knp nggk, bnyk cowo lain, kmu harus bisa lupain dia" kata Aryesh

"Tpi bang, aku ga enak sama mamah Aisyah, tdi aku ketemu bang" kata Ricis

"Serius?" Tanya Aryesh. Ricis hanya mengangguk

"Yaudh kmu ga usah mikirin apa², dah sana makan, kmu pasti blom makan kan" kata Aryesh

"Iya bang" ucap Ricis, lalu ia turun kebawah untuk makan malam

Skip Wildan!

"Wildan mamah mau ngomong sama kmu" kata mamah

"Ngomong apa mah, tumben, kayanya penting bngt" kata Wildan

"Kmu inget Ricis ga, sahabat kmu dlu" kata mamah permulaan untuk memancing Wildan

Mamah ngapain nanya dia sih?! Batin Wildan

"Ricis siapa? Wildan ga tau" alibi Wildan

"Jngn bohong kmu Wildan, kmu bolos sekolah cuma karena kmu benci sama Ricis? Dia itu sahabat kmu, alm orangtuanya nitipin dia ke kita Wildan, kmu ga boleh kaya gtu" kata mamah

"Mahh Ricis jahat mah, dia tega boongin Wildan, bahkan saat Wildan pertama ketemu dia diskolah, dia ga ngakuin klo dia itu Ricis mah" ucap Wildan

"Kmu mau jdi orng yg kejam, yg jahat?" Kata mamah

"Gatau ah Wildan pusing, bsok Wildan mau naik gunung." Ucap nya lalu pergi ke kamar

"Wildan, Wildan..." Ujar mamah, tpi Wildan tidak menanggapi nya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aduh ges, maap, maap bngt yak, author cuma bisa next 2 part, karena author lupa alur cerita ini ges.. :(
Mungkin karena kelamaan ga next jdi author lupa, maap bngt ya untuk kalian smua🙏
Nnti kedepannya, klo author inget alur cerita ini author bakal lanjutin ko😊

Jodohku Sahabatku (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang