"Iya aku ikut" jawab Ricis
"Gue ngikut aja" jawab Wildan
"Okeh, besok kumpul dirumah Ricis aja ya" ucap Vazo
"Siap" jawab smuanya
.
.
.
Keesokan harinya!
Teman-teman Ricis sudah standby menunggu dirumah Ricis
"Sebentar ya, aku panggil abangku dlu" ucap Ricis
.
"Bang, aku pergi dlu ya" ucap Ricis
"Kmu yakin mau pergi?" Tanya Aryesh
"Yakin bang, aku sama temen-temen ko" jawab Ricis
"Ada Wildan?" Tanya Aryesh. Ricis hanya membalas dengan anggukan
Lalu Aryesh mengajak Ricis keluar rumah. Dan Aryesh menghampiri Wildan
"Wildan, tolong jagain Ricis yah, saya percayakan Ricis sama kmu" ucap Aryesh
"Iya bang, insyaallah saya akan menjaga Ricis" tekad Wildan
"Hati-hati ya dek, awas makannya jangan telat, nnti penyakit maag kmu kambuh" kata Aryesh
"Iya bang" jawab Ricis
"Ricis pergi ya, assalamualaikum" ucap Ricis sembari berpelukan dengan Aryesh
"Waalaikumsalam hati-hati ya kalian" ucap Aryesh
"Iya bang" jawab smuanya
.
.
.
Mereka pergi ke puncak gunung Prau. Dengan mobil yg cukup besar yg disewakan oleh Vazo
Mereka duduk berpasang-pasangan. Andre dengan Chaca, Vazo dengan Atika, Derry dengan Ella, begitu juga Wildan dengan Ricis
"Klo butuh apa-apa bilang aja" kata Wildan
"Iya kak" jawab Ricis disertai senyuman
Selama didalam mobil mereka bercanda-canda, tertawa bersama, bernyanyi bersama, dan lain-lain
Dan percepat beberapa jam kemudian, mereka pun sampai
"Alhamdulillah" ucap Ricis senang
"Ayo langsung naik gunung" kata Ella
"Sabar dlu, naik gunung harus butuh mental yg kuat" kata Wildan
"Mending isi makanan dlu, biar nnti kuat nanjaknya" lanjut Wildan
Mereka semuanya pun mengangguk. Wildan memang sudah ahli naik gunung, semua temannya mempercayainya
Setelah mereka makan, dan istirahat yg cukup, kini mereka siap untuk naik gunung
"Yakin, kalian siap?" Tanya Wildan
"Siap insyaallah" jawab semuanya dengan semangat
"Sebelum itu mari kita berdoa dlu, berdoa dimulai" kata Wildan memimpin doa
Mereka semua berdoa
"Selesai" ucap Wildan mengakhiri doanya
"Ayooo" ucap Vazo
Dan mereka pun mulai berjalan menaiki gunung. Pos 1 sudah mereka lalui, dan seketika mereka istirahat sebentar, lalu lanjut ke pos 2 dan beristirahat kembali
"Capek?" Tanya Wildan kpda Ricis
"Iya kak, engap rasanya" ucap Ricis sedikit lelah
"Nih minum dlu" ucap Wildan mengambil sebuah botol. Lalu Ricis meminumnya
"Dan, ada minum lgi ga?" Tanya Andre
"Ada nih 1 lgi, knp emng?" Ucap Wildan bertanya balik
"Ini si Chaca haus, gue kaga bawa minum lgi, tdi abis" ucap Andre
"Yaudh nih ambil aja" ucap Wildan
"Thanks bro" kata Andre
Teman-teman yg lain ada sama pasangannya masing-masing
"Yakin masih mau lanjut? Klo capek gausah gpp" kata Wildan
"Gpp kak, aku cuma capek sebentar doang ko" ucap Ricis
"Cis, gue mau cerita" ucap Wildan
"Knp kak?" Tanya Ricis
"Semalam, gue mimpi, ada wanita yg mendekati gue, dan dia berkata 'kamu berubah' gue ga ngerti maksud dari mimpi gue itu apa" kata Wildan
"Kakak dlu punya orang yg kakak sayang ga?" Tanya Ricis
"Ga ada sih kayanya" kata Wildan
Jleb! Hati Ricis terasa sangat sakit ketika Wildan berkata seperti itu
"Ayo lanjut lagi weh" suara Derry membuat Wildan dan Ricis terkejut
"Ayo" ucap Wildan mengulurkan tangannya agar Ricis bangun. Ricis pun ikut mengulurkan tangannya ke tangan Wildan
"Makasih kak" ucap Ricis. Wildan hanya tersenyum
Lalu mereka berlanjut untuk melewati 1 pos lagi
.
.
.
Di jam 02.00. Mereka pun sampai dipuncak gunung
"Akhirnya" ucap semuanya dengan senang hati
"Kita pasang tenda habis itu tidur dah, pasti lo semua capek" kata Wildan
"Capek banget kak" ucap Chaca
"Yaudh yg cewenya beresin barang-barang, nnti yg cowonya yg pasang tenda" ucap Vazo
"Ahhh baik deh" kata Atika
"Demi kamu" ucap Vazo
"Eaaaaa" timpal semuanya
"Apasih kak Vazo" Atika terlihat salting
"Udah-udah ayo beresin woy" kata Derry
Mereka semua pun memulai pekerjaannya masing-masing. Setelah semua nya selesai, mereka semua tidur
"Good night kak, jangan lupa baca doa sebelum tidur" kata Ricis
"Iyaa, lo juga ya" ucap Wildan. Ricis hanya tersenyum
Dan mereka masuk ke tendanya masing-masing. Ada 2 tenda yg 1 untuk laki-laki, dan yg 1 untuk perempuan.
Skip tenda perempuan
"Tik, kmu ada hubungan apa sama kak Vazo?" Tanya Chaca
"Apasih Cha, ga ada hubungan apa-apa, cuma sekedar kakel dan dekel aja" jawab Atika
"Dalam kata ga ada hubungan apa-apa itu, pasti ada hal yg tersembunyi" ucap Ella
"Apasi El, sok tau kmu, eh kmu gmana sama kak Derry?" timpal Atika
"Klo aku sih sama kak Derry dikit lgi" ucap Ella
"Serius?" Ucap Atika tidak percaya. Ella hanya mengangguk
"Wadaw, nah icis gimana sama kak Wildan" kata Atika
"Gimana apanya?" Tanya Ricis tidak mengerti
"Kayanya kmu sama kak Wildan ada apa-apa deh cis" kata Chaca
"Sebenarnya kak Wildan itu sahabat kecil aku" kata Ricis
"Apa??" Ucap ketiga temannya itu
"Jngn berisik, dah malem nnti mereka keganggu" kata Ricis
"Tau nih Chaca" ucap Atika. Chaca hanya melototi Atika
"Aku sama kak Wildan itu sebenarnya sahabatan, tpi itu dlu, mungkin skrng udh nggk" kata Ricis
"Loh ko gtu?" Tanya Ella
Ricis menceritakan semuanya, dari masa kecilnya, sampai ia meninggalkan Wildan
Next?
Vote & Coment!!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Jodohku Sahabatku (END)
Short StoryTak disangka yg dulunya sepasang sahabat, sekarang kini menjadi sepasang kekasih:) Sama hal nya dengan Wildan Alamsyah dan Ria Yunita. Baca yuk ges:) Vote & Coment juga, thankyou 👐
