Bel pulang telah tiba, kini anak-anak mulai bertebaran pulang kerumahnya masing-masing
"Cis, El, aku sama Tika dluan ya, soalnya kita bareng" kata Chacha
"Iya" jawab Ella dan Ricis
"Kmu dijemput cis?" Tanya Ella
"Iya sama abang aku" jawab Ricis
"Ella" ucap seseorang
"Kak vazo? Blum pulang?" Tanya Ella
"Ini mau pulng, ayo lo bareng gue aja" kata Vazo. Ella mengangguk
"Cis, dluan ya" kata Ella
"Iya el, kak hati-hati" kata Ricis
Vazo dan Ella pun dluan
"Ishh bang Aryesh mana sih" keluh Ricis
Tiba-tiba ada seseorang disamping Ricis
"Kak Wildan?" Ucap Ricis
"Lo ga pulang?" Tanya Wildan
"Lgi nungguin Abang kak" kata Ricis
"Mau bareng gue ga? Klo ga mau gue dluan" kata Wildan
"Emmm.. yaudh kak, boleh" ucap Ricis
Wildan mengambil mobilnya diikuti Ricis dibelakangnya
Skip di mobil!
Tidak ada perbincangan dari kedua pihak, Wildan fokus menyetir, Ricis juga fokus memainkan handphone nya
"Rumah lo dimana?" Tanya Wildan yg memulai pembicaraan
"Dikomplek depan belok kanan kak" jawab Ricis
"Oh iya kak boleh aku nanya sesuatu" lanjut Ricis
"Ngomong aja" jawab Wildan singkat
"Dlu kakak pernah nggk punya sahabat pas kecil?" Tanya Ricis
"Kenapa dia nanya begitu ya" Wildan sedikit bingung
"Emng knp?" Tanya Wildan
"Gpp kak, klo kakak mau curhat sama aku, curhat aja, insyaallah aku dengerin" kata Ricis sambil tersenyum. Wildan hanya mengangguk pelan
"Udh sampe" kata Wildan
Tidak ada jawaban dari Ricis, Wildan menengok ke Ricis, dan ternyata Ricis tertidur
"Yah tidur, gimana dong, mau bangunin juga ga tega" ucap Wildan
Wildan pun keluar dari mobil dan masuk ke rumah Ricis
"Assalamualaikum" ucap Wildan mengetuk pintu rumah Ricis
"Waalaikumsalam" jawab Aryesh yg membukakan pintu
"Ko kaya kenal orang ini ya? Tpi dimana?" Tanyanya dalam hati ketika melihat Aryesh
"Maaf cari siapa?" Tanya Aryesh
"Eum.. saya temennya Ricis, saya kesini mau nganterin Ricis... Tpi dia tidur di mobil saya" kata Wildan
"Oh yaudh gendong aja, terus bawa ke kamarnya, tolong yah" ucap Aryesh
Awalnya Wildan ragu-ragu, tapi karena Aryesh yg menyuruhnya ia pun melakukannya
Wildan kembali ke mobil, dan membawa Ricis ke kamarnya
Selesai Wildan menaruh Ricis di kasurnya, ada benda yg dilihat oleh Wildan
"Kaya kenal sama gelang ini" ucap Wildan sambil melihat gelang yg dipakai Ricis
Wildan pun keluar dari kamar Ricis
"Bang, saya udh nganterin Ricis ke kamarnya, saya pulang dulu ya" ucap Wildan yg melihat Aryesh didepan pintu
"Oh iya makasih ya udh nganter Ricis, kita blum kenalan, nama saya Aryesh" kata Aryesh
"Saya Wildan bang" balas Wildan
"Wildan..." Ucap Aryesh dalam hati merasa bingung
"Assalamualaikum" ucap Wildan
"Waalaikumsalam" jawab Aryesh
Setelah berpamitan dengan Aryesh, Wildan pun pulang kerumahnya
Skip sore hari!
"Eummhh" Ricis bangun dari tidurnya
"Lah ko aku disini" ucap Ricis bingung
Tok... Tok
"Masuk" jawab Ricis
Ternyata Aryesh yg masuk ke kamar Ricis
"Bang ko aku disini sih?" Tanya Ricis
"Tdi pulang sekolah kmu dianterin sama Wildan, pas udh nyampe kerumah kmu tidur, jdi Wildan yg bawa kmu ke kamar" jelas Aryesh
Ricis hanya ber"oh"
"Bang aku mau tanya, Abang inget ga sahabat aku dlu yg kita tinggal dirumah ibu Aisyah?" Tanya Ricis
"Abang lupa dek" jawab Aryesh
"Wildan bang, anaknya ibu Aisyah" kata Ricis
"Iya Wildan, sahabat kmu dlu kan" kata Aryesh. Ricis mengangguk
"Tdi itu Wildan bang, yg nganterin aku itu Wildan" kata Ricis
"Oyah? Ko dia kaya biasa aja sama kmu?" Tanya Aryesh
"Kayanya dia lupa deh bang sama aku, mungkin karena aku udh ninggalin dia dlu, soalnya aku sempat berjanji sama dia ga akan ninggalin dia, aku ingkar janji bang" ucap Ricis lalu menangis dan sontak memeluk Aryesh
"Kmu sabar, coba kmu ngomong sama Wildan baik-baik" kata Aryesh membalas pelukan Ricis
"Ga, aku ga mau klo dia tau aku ini sahabatnya" ucap Ricis melepas pelukan Aryesh
"Loh knp?" Tanya Aryesh
"Aku mau tau bang, knp dia sekarang ngelupain aku, bahkan aku nyebut nama aku aja dia ga ingat" kata Ricis
"Yaudh, tpi saran Abang, lebih baik kmu omongin ini sama Wildan, terus kmu minta maaf sama dia karena kmu udh ingkar janji sama Wildan" kata Aryesh
"Secepatnya aku akan minta maaf bang, sama Wildan, Abang aku mohon, jangan kasih tau Wildan, klo aku itu Ricis sahabatnya, aku mohon bang" ucap Ricis memohon
"Iya, Wildan sahabat kmu, Abang ga akan mencampuri urusan kmu" ucap Aryesh
"Makasih bang" ucap Ricis senang
"Yaudh sana mandi dlu, dari pulang sekolah kan blum mandi, bau tau" julit Aryesh
"Ih Abang, wangi begini ko dibilang bau" ucap Ricis cemberut
"Yaudh aku mandi dlu" lanjutnya
Next?
Vote & Coment!!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Jodohku Sahabatku (END)
NouvellesTak disangka yg dulunya sepasang sahabat, sekarang kini menjadi sepasang kekasih:) Sama hal nya dengan Wildan Alamsyah dan Ria Yunita. Baca yuk ges:) Vote & Coment juga, thankyou 👐
