19. Menginap

50 7 0
                                        

"Iya gue cerita" tukas Semesta menyerah.

"Nah gitu dong" ucap Jeff senang.

"Gue ke bar barusan" ucap Semesta.

"Terus?" tanya Jeff.

"Udah" jawab Semesta.

"Semuanya Ta, selengkap-lengkapnya" sewot Jeff.

Semesta menghela nafas.

"Ini mungkin bakal buat lo tercengang" ucap Semesta mulai serius bercerita.

"Apa?" tanya Jeff.

"Gue bareng Gibran tadi" ucap Semesta.

"Hah!? Gibran, Kak Gibran?" tanya Jeff kaget.

Semesta mengangguk.

"Lo? Wah lo sebenernya pihak kita bukan sih" ucap Jeff meninggi.

"Kenapa lo nanya gitu?" tanya Semesta.

"Ya lo ngapain bareng dia? Lo sekongkol? " tuduh Jeff berapi-api.

"Heh! Kalo gue sekongkol, mana mau gue gabung bareng geng lo! Kurang kerjaan" ucap Semesta tak kalah pedas.

"Ya terus kenapa lo sama dia? " tanya Jeff yang mulai mengontrol emosinya.

Semesta menghela nafas, menenangkan diri. Tak mudah menghadapi Jeff.

"Gue sama Gibran udah kenal lama. Lo kenal Alkan sama Jevi kan. Gue juga bareng mereka tadi. Gue berani sumpah kalo gue ngga sekongkol" ucap Semesta menjelaskan.

"Hahhh, oke gue percaya" ucap Jeff.

"Sebelumnya waktu gue ke toilet sebenernya gue ketemu sama dia. Dia ajak gue ke bar. Dan yaa, ada maksud lain gue nurut ajakannya. Gue ngga bodoh" ucap Semesta.

Jeff menyimak dengan serius.

"Awalnya kita minum-minum biasa. Ngga lama, Alkan sama Jevi udah pergi ena-ena bareng cewe. Tinggal gue sama Gibran. Dia juga mabuk parah" ucap Semesta.

"Kok lo ngga mabuk?" tanya Jeff.

"Gue pesen kadar sedang" ucap Semesta. Jeff mengangguk mengerti .

"Tadinya gue ngga curiga karena ngga terjadi apa-apa. Tapi waktu gue anter Gibran cari taksi, dia ngeracau. Tentang Mayat, darah, dia bilang dia udah nurutin permintaan orang yang dia sayang. Gue ngga ngerti" ucap Semesta.

"Hah? Mayat dan darah? Itu yang di rooftop bukan?" tanya Jeff.

"Gue juga mikir kesana. Yang gue bingung, siapa orang yang suruh dia" ucap Semesta.

"Yang jelas itu orang yang dia sayang" ucap Jeff menyimpulkan.

"Kemungkinan iya." kata Semesta menyetujui.

"Kita bilang ke temen-temen besok pagi. Besok gue suruh mereka ke sini aja. Mumpung hari libur juga" kata Jeff.

"Lo yakin mau bilang ke mereka?" tanya Semesta ragu.

"Ya iya lah, lo mau kita berdua keep rahasia ini? Gue gabisa. Hal sekecil apapun bisa jadi bukti dan petunjuk Ta" ucap Jeff.

Semesta menyerah dan mengikuti saran jeff saja.

"Yaudah terserah lo. Gue mau tidur" ucap Semesta lalu bangun dan menuju tangga atas.

"Heh! Kemana lo?" teriak Jeff heran.

"Tidur lah, kamar lo yang mana nih?" teriak Semesta juga.

"Tidur kamar tamu sono." teriak Jeff.

"Ngga ah, yaudah gue di kamar sini ya. Bangunin kalo temen-temen lo dateng" teriak Semesta lalu membanting pintu kamar keras.

"Semesta, itu kamar bokap nyokap gueeeee!!!" teriak Jeff.

"Heh tamu sialan lo!" teriak Jeff.

"Hahh, sabar sabar Jeff ganteng. Intinya setelah dia pulang lo harus bersihin kamar bonyok." batin Jeff mengelus dada.

TheRich👑

Jeff
Nanti jam 8 kumpul
dirumah gue ya

Neskaruna
Ngapain? Ogah deh gue
mager.

Zaronsidney
Ada yang perlu dibahas
ya Jeff?

Jeff
Ada, penting. Semesta
barusan cerita ke gue.

Aksendo
Semesta?

William
Semesta?

Jeff
Dia nginep di rumah gue.
Sialan banget tuh anak, main
nyelonong ke kamar bonyok.

Zaronsidney
Kok bisa?

William
Ngga jadi ke rumah
neneknya dia?

Jeff
Nanti gue ceritain deh
Pada kesini aja.

Frandaja
Oke

Neskaruna
2

William
3

Aksen
Y

Zaronsidney
999+

Sudah pukul 04.00

"Bibi"panggil Jeff.

"Iya Den" jawab Bibinya.

"Nanti temen-temen saya pada kesini. Sekitaran jam 8. Tolong masakin sama sediain cemilan ya Bi" pinta Jeff.

"Baik Den. Ada lagi Den?" tanya Bibi.

"O iya. Temen saya tidur diatas. Di kamar Mama Papa. Tapi Bibi jangan bilang ke Mama Papa ya. Temen saya tadi tidur sambil jalan soalnya. Nanti sebelum jam 8 tolong dibangunin suruh mandi juga" kata Jeff.

"Baik Den" ucap Bibi patuh.

"Yasudah. Saya mau jogging sekalian nge gym ya Bi. Nanti saya pulang sebelum jam 8" ucap Jeff pamit.

"Baik Den, hati-hati" ucap Bibi lalu kembali ke dapur.

Sedangkan Jeff menyiapkan keperluan olahraganya. Lalu bergegas pegi.

Jangan heran jika dia memiliki roti sobek idaman wanita. Karena hobinya dan rutinitasnya berolahraga.
Meski olahraga membuatnya berkeringat, namun jangan salah. Dia tetap wangi dan maskulin.

Anonymous Letter ✔ endCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang