"Gak ada!!! Gimana ini?!! Dimana?!!" Lukas berteriak panik mencari keberadaan Kiara yang tak ada di kamar maupun di penjuru rumah.
Hp milik Kiara juga di tinggal.
Kemana Kiara pergi? Padahal tadi pagi Kiara masih ada saat Lukas ingin pergi ke sekolah. Tapi saat dia pulang dari sekolah Kiara tak ada.
"Rumah Mama, papa! Iya! Mungkin Kiara ada disana" ucap Lukas saat teringat mungkin saja kiara ada di Rumah mertua nya.
Langsung saja Lukas menyambar Kunci motor miliknya dan bergegas pergi.
••
Kiara mengerjapkan matanya berusaha menyesuaikan cahaya yang mulai masuk ke retina matanya nya.
"Ngh? Dimana ini?" Lenguh nya kemudian bertanya saat melihat ke sekeliling nya terasa asing.
Mengapa dia bisa disini? Sementara tadi yang Kiara ingat dia berada di rumah nya.
Arga!
Nama itu terlintas di fikiran Kiara.
Apa ini semua ulah Arga?
Tadi saat Kiara membersihkan rumah ada tamu yang datang ke rumahnya dan tentu saja Kiara membuka pintu, tapi pada saat membuka pintu, seseorang menyergap dan membekapnya dari belakang.
Iya! Pasti ini ulah Arga!
"WOIII BUKAAAAA" teriak Kiara sembari menggedor-gedor pintu kamar.
Karena memang saat ini Kiara tengah berada di sebuah kamar yang cukup terbilang mewah.
Ini dimana sih?? Kenapa dia harus di bawa kesini?? Kiara mau pulang! Bertemu Lukas. Lukas pasti saat ini tengah panik dan khawatir pada dirinya.
"ISHH BUKAAA!! GUE TAU! YANG BAWA GUE KESINI LO KAN ARGA?!!" Teriak Kiara, tapi tetap saja tak ada jawaban.
Sampai pada akhirnya terdengarlah suara tapi wujudnya tak ada.
"Secepat itu kamu tau Baby? Sudahlah, daripada kamu berteriak menghabiskan tenaga mu. Lebih baik kamu tidur dan istirahat"
Kiara mencari-cari sumber suara itu.
Dan yapsss
Kiara melihatnya, di atap atau asbes bagian sudut terletak sebuah speaker kecil dan di sampingnya ada sebuah cctv.Kiara yakin Arga meletakkan itu untuk memata-matai nya.
"ARGA BRENGSEK! LEPASIN GUE!GUE MAU PULANG!!" Teriaknya menghadap cctv.
"Dan bertemu dengan Suami mu itu??" Terdengar seperti ledekkan di setiap kata yang di ucapkan Arga.
Kiara mengepalkan tangannya.
"Maksud Lo ngurung dan bawa gue kesini apa?? Kalo Lo mau anak ini silahkan! Ambil aja! Tapi biarkan gue pergi hidup damai sama Lukas" pinta Kiara memohon.
Di sebrang sana tepatnya di kantor Arga, Arga yang mendengar permintaan Kiara itu mengepalkan tangannya erat.
Dia tak suka jika Kiara lebih memilih Lukas daripada anaknya
Anak mereka.
Kiara hanya boleh untuk dirinya!
Yah, Arga akui dia mulai mencintai sepupu yang tengah mengandung calon anak mereka itu.
Ntah sejak kapan, yang pastinya dia tak akan rela jika Kiara bersama dengan Lukas.
Soal Leora? Arga masih tetap mencintai istrinya itu, tapi dia juga mencintai Kiara.
Arga ingin menjadi orang yang serakah untuk kebahagiaan nya.
Nantinya setelah anak mereka lahir, Arga akan membawa anak itu untuk tinggal bersama Dirinya dan Leora di London sana. Dia juga akan membawa Kiara tapi akan di tempatkan di tempat yang berbeda.
Kiara akan ia jadikan istri keduanya
Bukankah Arga cukup adil?
"Diam disitu!"
Setelah itu suara Arga tak terdengar lagi.
Kiara merosot ke lantai, ia membenamkan kepalanya di lekukan kedua lututnya.
Kenapa ia harus mengalami semua ini sih? Apa Kiara tak boleh bahagia??
Kiara sangat khawatir pada Lukas, Kiara takut Lukas tak bisa terkontrol.
Selama beberapa bulan tinggal satu atap dengan Lukas Kiara sedikit mulai sedikit menghetahui kebiasaan-kebiasaan Lukas mau dari yang buruk hingga bagusnya.
Buruknya.
Jika Lukas panik dia akan melakukan hal yang tidak-tidak yang dapat membahayakan dirinya sendiri.
Pernah waktu itu Kiara tak sengaja teriris pisau saat tengah memotong wortel Lukas berada disana, ia melihatnya. Wajahnya terlihat panik saat menghampiri Kiara.
Tanpa diduga Lukas malah balik mengiris tangannya sendiri, lebih lebar dari irisan tangan Kiara.
Jelas saja saat itu Kiara kaget dan menangis
___
"Ada apa?" Tanya Arga saat memasuki rumah kediaman Dirgantara milik Papa Kiara.
Semua tengah berkumpul di rumah ini.
Ada Orang tua Arga, Kiara, serta orang tua Lukas juga ada disini. Dan tak lupa juga dengan Lukas yang terlihat acak-acakan dengan baju Hampir penuh darah.
Semua melihat ke arah Arga .
"Adik kamu hilang" jawab Mommy Arga mewakili pertanyaan Arga.
Arga berpura-pura terkejut mendengar berita bahwa Kiara hilang.
Tatapannya beralih ke Lukas yang tengah bersender di tembok dengan keadaan yang..
Mm lumayan parah.
Baju sekolah hampir penuh dengan darah, rambut acak-acakan.
Melihat itu Arga tersenyum miring.
"Lukas, dia baru tenang. Tadi terus mukulin tangannya ke tembok sampe-sampe tangannya penuh luka dan darah" bisik Mommy Arga pada Arga sambil menatap prihatin kearah suami keponakannya itu.
Arga mengangguk.
"Sudah lapor polisi?" Tanya Arga.
Papa Kiara menoleh ke Arga dan mengangguk.
"Bahkan om sudah mengerahkan seluruh anak buah om untuk mencari Kiara" jawab Papa Kiara terlihat lesuh
Bagaimana tidak?? Kiara anak satu-satunya itu hilang dan tak tau dimana saat ini.
Arga mengangguk lagi.
"Apa perlu Arga bantu?"
Papa Kiara menggeleng.
"Tak apa, biarkan mereka mencarinya dan kita tunggu kabar dari mereka"
Arga terdiam.
Lalu di detik selanjutnya semua terdiam dengan fikiran masing-masing.
Sambil menunggu kabar dari orang-orang Yang di kerahkan Papa Kiara.
Arga duduk dengan santai berpura-pura menanti kabar dari mereka.

KAMU SEDANG MEMBACA
PREGNANT FROM INSEMINATION [END]
RomanceKiara terbangun di sebuah RS secara tiba-tiba dalam keadaan sehat wa'alfiat. Tapi ada yang aneh, Ia merasa ada yang aneh dalam rahimnya tapi Kiara tak tau apa itu. Beberapa bulan berlalu Kiara kembali terbangun di sebuah RS yang sama, tapi kali ini...