Samar-samar cahaya matahari perlahan menusuk penglihatan gadis yang terlihat sedang tertidur pulas di atas tempat tidurnya. Perlahan ia membuka matanya. Tangannya bergerak meraih jam di atas meja sebelah tempat tidurnya.
Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 06.25, Xena menghela nafas gusar. Ternyata ia tidak bisa kembali melanjutkan tidurnya. Dengan berat hati, Xena turun dari tempat tidurnya kemudian bersiap-siap.
Seusai bersiap-siap, Xena keluar dari kamarnya dan disapa hangat oleh kedua orangtuanya. Ibunya terlihat membungkus bekal untuk Xena makan nanti siang. Ayahnya yang adalah seorang karyawan kantor, sudah bersiap-siap untuk mengantar Xena kemudian berangkat kerja.
"Ma.." panggil Xena mendatangi ibunya di dapur. "Handphone Xena rusak." ucap cewek itu.
Ibu Xena juga terlihat kaget saat Xena menunjukkan handphone-nya yang layarnya sudah pecah dan tidak bisa berfungsi lagi. "Kok bisa?" Xena menghela nafas. Ya, dia sudah mempersiapkan diri untuk mengatakan ini semalam.
"Jadi kan Xena kan lagi mau makan di kantin..Xena mau ambil hape terus jatuh. Terus pas Xena mau ambil gak sengaja keinjek orang. Gitu deh, layar hape Xena pecah." Setidaknya tidak semua yang ia katakan bohong, kan?Semua yang ia katakan memang terjadi. Tapi cara gadis itu berbicara mengisyaratkan seolah-olah ia yang bersalah padahal sebenarnya Xavier dan gadis yang mendorongnya itu yang salah!
Sebuah jitakan mendarat keras di kening Xena, membuat cewek itu meringis kesakitan. "Apaan sih, ma? Xena salah apa?"
Pletak! Jitakan maut kembali mendarat di kening Xena kedua kalinya. "Kamu salah apa? Masih tanya kamu salah apa? Duh gemes banget gue punya anak kayak gini astagaa. Untung ya, kamu gak kasih tahunya semalem. Kalau iya, tidur aja kamu sama kecoak diluar biarin aja kedinginan!" Tidak cukup dengan jitakan, telinga Xena menjadi korban jeweran maut Linda.
Xena di dalam hati bi laik, ku menangissss membayangkan betapa kejamnya dirimu atas hatikuuhh~~ (Cie yang baca pake nada).
"Ma.." rengek Xena. Misinya untuk meminjam handphone ibunya belum terpenuhi.
"Gak kenal." ucap ibu Xena dingin. Ku menangissss (2)
Xena menghela nafas. "Iya iya, Xena salah. Maafin Xena ya, ma.."
Linda menatap Xena tajam. "Kamu tahu nggak sih? Betapa pentingnya isi-isi dokumen dalam handphone kamu?" Linda menghembuskan nafas kasar. "Sekarang penantian mama sia-sia sudah."
Xena menatap ibunya bingung. "Maksudnya?"
Sekali lagi Linda menjitak Xena keras. "Kamu bilang mau kirim semua foto Hyun Bin yang ada di gallery kamu ke mama! Kamu tahu nggak sih mama nunggu lama banget biar kamu kirimin fotonya. Sekarang mana, hah?! Dimana sekarang, Xenarya Agatha?? Huwaaaaaa."
Demi langit dan bumi beserta jajarannya, ternyata ia dijitak dan dijewer secara tidak manusiawi oleh mamanya hanya karena seorang aktor Korea? Astaga emak gue napa gini banget yalord. Gak di sekolah gak di rumah ada aja orang-orang kayak gini. Sabar, Xen, sabar.
Jengah dengan tingkah mamanya yang tidak kunjung move on dari Hyun Bin setelah menonton drama Crash Landing On You, Xena memutuskan untuk berjalan ke ayahnya yang masih sedikit lebih waras, meninggalkan mamanya yang masih uring-uringan sendirian.
"Hei, Xena! Mau kemana kamu?!"
Mendengar mamanya yang mungkin sudah sedikit membaik dari sindrom ahjussi koreanya, Xena berbalik. Menatap wajah Linda datar.
Linda berjalan ke arah Xena. Wanita itu kemudian merogoh saku celananya dan mengambil handphone-nya, menyerahkannya kepada Xena. "Nanti mama bisa pake telpon rumah aja. Ini kamu pake dulu untuk sementara waktu. Awas kalo rusak lagi! Tak giling kamu."
Xena tersenyum haru, ia langsung memeluk ibunya erat. "Makasih, ma.." Semarah-marahnya seorang ibu, ia akan tetap peduli terhadap anaknya. Begitulah Linda, meskipun ia memang masih marah kepada Xena, tapi wanita itu tidak ingin anaknnya kesulitan menghubungi orang lain dan melakukan kegiatan sekolah secara online karena handphone-nya rusak.
***
Xena berjalan memasuki gedung sekolahnya. Senang rasanya bisa datang cepat. Masih banyak murid berkeliaran di area sekolah, gerbang tidak tertutup, dan wajah satpam yang terlihat senang melihat Xena datang tepat waktu. Beberapa murid terlihat menyapanya, banyak juga yang terlihat menatapnya sinis. Mungkin karena insiden pada saat itu. Saat Xena meninju..ah, sudahlah. Mengingatnya saja sudah membuat kepala Xena pusing. Apalagi hari ini pulang sekolah ia harus bertanding pingpong melawan Xavier. Cewek itu tidak ada persiapan apapun. Tamatlah riwayatnya sudah.
Xena berpikir-pikir..kira-kira apa hukuman yang akan Xavier berikan padanya? Minum air pel kah? Dipermalukan kah? Makan dogfood? Atau jangan bilang..menginap di ruangan gelap yang ada tengkoraknya semalaman? Membayangkannya membuat Xena bergidik ngeri sendiri. Cewek itu benar-benar tidak suka hal yag berbau mistis. Ia harap anggota Achilles tidak mengetahui hal ini sehingga ia tidak harus menginap di tempat terkutuk itu semalaman.
Xena memasuki kelasnya. Cewek itu cukup terkejut melihat teman-teman sekelasnya yang berbicara tentang seseorang yang baru saja diajak taruhan dengan Xavier secara resmi. Sepertinya identitas orang itu tidak disebut sehingga mereka terlihat berbincang-bincang tentang siapa yang kira-kira diajak taruhan pingpong oleh pemimpin Achilles yang sangat menakutkan itu? Ah sudahlah, cewek itu tidak mempedulikannya. Ia memutuskan untuk tidur, mengumpulkan tenaga dan pikirannya supaya ia bisa bertanding melawan Xavier dengan baik.
Mungkin ada beberapa yang bingung, mengapa Xena masih ingin bertanding padahal cewek itu tahu dia akan kalah? Menurut Xena, bagaimanapun juga, jika ia memang kalah, maka dia harus dinyatakan kalah secara adil. Cewek itu tidak suka jika ia dinyatakan kalah tanpa mencoba terlebih dahulu. Rasanya tidak adil untukya.
Oleh karena itu Xena yakin, ia harus bisa mengerahkan seluruh kemampuan yang ia punya. Mungkin hari ini dewi fortuna bisa berpihak kepadanya. Cewek itu juga tidak tau. Dia tidak bisa hilang harapan secepat ini.
XXX TIME SKIP XXX
Depan Markas Achilles
15. 40
Kerumunan orang-orang terlihat memenuhi koridor di sekitar Markas Achilles. Mereka terlihat penasaran dengan seseorang yang akan bertanding melawan Xavier Morgan ini.
Xena terlihat menghela nafasnya. Perasaan cemas mulai menggerogoti pikirannya. Cewek itu menggeleng. Tidak, ia tidak boleh gugup. Perlahan cewek itu melangkah, mendatangi kerumunan siswa-siswi yang masih berbincang-bincang.
Kenzo yang menjaga di depan pintu melihat kehadiran Xena, tersenyum lalu membukakan pintu. "Pertandingan sebentar lagi akan dimulai. Silahkan masuk." Seluruh pasang mata mendadak tertuju pada Xena. Banyak yang terlihat terkejut dan tertawa melihat cewek itu berdiri di depan pintu Achilles.
"Dia yang bakalan tanding sama Xavier?"
"Masa sih dia? Salah orang kali."
"Kasian dia. Murid pindahan yang masa depannya dipertaruhkan. Menurut gue dia lebih baik pergi aja daripada harus malu dan ngelakuin hukuman sadis dari Xavier."
Mendengar perkataan orang-orang membuat nyali Xena menciut. Meskipun berat, gadis itu tetap melangkah. Ia pun menuruni tangga kemudian berjalan hingga akhirnya bertemu sosok yang ia tuju. Mata cewek itu menatap Xavier yang sudah siap untuk bertanding. Tubuhnya yang atletis terlihat sempurna mengenakan pakaian olahraga untuk bertanding.
Xavier menyeringai. "Mari kita mulai."
KAMU SEDANG MEMBACA
XENAVIER
Roman d'amourSemua berawal dari kejadian yang sempat menghebohkan seluruh penjuru sekolah. Xenarya Agatha, siswi baru SMA Rajawali meninju seorang Xavier Morgan, cucu pemilik sekolah, siswa most wanted sekaligus pemimpin geng yang sangat terkenal di sekolah. Xav...
