(Peringatan! ada sedikit konten kecelakaan ⚠️)
Jeno mengantar Siyeon pulang dan sempat meminta maaf pada Bunda Siyeon yang menyambut mereka tadi ketika membuka pintu.
Awalnya Siyeon menatap Jeno sinis karena laki-laki itu ikut keluar dari mobil dan masuk ke rumahnya meskipun hanya sebentar.
Ketika Jeno mengobrol singkat dengan Bundanya pun Siyeon langsung menuju kamarnya.
Setelah itu Jeno sendiri juga pulang, ia tidak tahu apakah harus lanjut mengungkit masa lalu mereka lagi, tunggu keputusan dari Siyeon saja.
Karena yang terpenting adalah Siyeon harus bisa menerima semua informasi yang akan dia dapat, kalau belum siap ya mending tidak usah.
Ketika menyetir pulang ke rumahnya, Jeno tiba-tiba menghentikan mobil ke pinggir jalan padahal tinggal sekitar 5 menit akan sampai.
Rasa sakit di kepala bagian belakangnya datang lagi, ia mengerang menahan rasa sakit itu hingga bahkan air matanya keluar.
Ketika berniat mengambil ponsel untuk menelepon Papanya, rasa sakit itu mereda.
Jeno mengatur napasnya agar normal lagi, ia menunggu sampai rasa sakit yang tersisa itu benar-benar hilang lalu melajukan mobilnya lagi.
___
Saat sampai rumah ternyata Papanya sedang bersiap untuk berangkat kerja, dapat giliran malam.
"Nanti kamu keluar?" tanya Papanya
Jeno menjawab, "nggak, pusing mau tidur"
Melihat raut muka anaknya yang sangat masam, ide jahil untuk menggoda pun muncul dari kepala Papa Jaehyun yang tampan ini.
"Kenapa itu muka? Berantem lagi?" tanyanya
Jeno sibuk mencari obat pereda nyeri di kotak obat, ia hanya mengangguk.
"Jangan berantem terus nanti lama-lama naksir loh"
Jeno menghela napasnya pelan, "Pa, aku pusing banget jangan mulai"
Jaehyun jadi berhenti dan berpikir, "kok kamu yang pusing? jatuh lagi?"
"Pa, ya kali aku kecelakaan bareng Siyeon lagi, kasihan dianya" jawab Jeno
"Cie~" goda Jaehyun
"Tapi beneran loh, dia kan naksir kamu nanti jangan-jangan kamu naksir juga, kan benci bisa jadi cinta" lanjutnya
Jeno mendecak, "klasik banget kisah cinta aku kalau gitu, males"
"Maunya ngejar yang udah suka orang lain ya, Papa aduin ke Mama loh nanti" ucap Jaehyun
Jeno menyeletuk, "Mama gak bakal bisa ngomel lagi juga"
Keduanya terdiam, biasanya Jeno tidak pernah bilang seperti itu semenjak ditinggal sosok ibu. Anak satu-satunya itu selalu berbicara seolah Mamanya masih ada di sekitar mereka.
Maka dari itu Jaehyun terkejut, pasti ini efek dari misi Jeno membahas lagi masa lalunya untuk Siyeon.
Setelah Jeno mengambil air minum dan membawa obat yang ia cari, ia langsung menuju kamarnya.
"Langsung tidur, jangan mikir apa-apa nanti makin pusing" pesan Jaehyun pada anaknya
Ketika Jeno mendengar suara Papanya, ia langsung menghentikan langkah dan berbalik badan menatap Papanya lalu mendengar pesan itu dengan baik.
Setelah itu ia mengangguk, "hati-hati Pa" ucapnya lalu masuk kamar
Sebenarnya sejak ia hanya tinggal berdua dengan Jeno, ia tidak terlalu merasa kesulitan yang dirasakan para ayah dengan keadaan single parent meski saat itu Jeno terbilang masih sangat muda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pluvios [2]
FanfictionThis book for Jeno and Siyeon side. I just don't like a rain, not hate it ㅡ Jeno Then why your hand always trembling when a rainy days? ㅡ her ✓ NCT's Jeno ✓ Park Xiyeon ✓ completed ✓ enjoy!
![Pluvios [2]](https://img.wattpad.com/cover/205975750-64-k814164.jpg)