02. Pertemuan

24 4 0
                                    

Alexa menolehkan kepalanya saat mendengar suara geraman dari arah belakangnya, Alexa tampak terpaku, terkejut dengan apa yang di lihatnya saat ini, seekor srigala bersar berwarna hitam pekat kini tengah berdiri menatap ke arah Alexa lapar.

Seolah kehilangan fungsi otaknya bukanya berlari Alexa malah melangkah mundur saat srigala itu melangkah ke arahnya, Alexa semakin  panik saat punggunya menabrak pohon besar yang ada di belakangnya. Alexa menatap srigala coklat itu dengan ketakutan Alexa terduduk lemas sementara srigala itu semakin berjalan mendekat ke arah Alexa dan siap menerkamnya.

Alexa merasakan sesuatu yang keras di bawahnya,Alexa menundukan kepalanya dan melihat sebuah balok kayu yang cukup besar disana. memanfaatkan itu Alexa memukul dengan kuat  saat srigala hitam itu melompat ke arah Alexa, srigala itu terpental dan jatuh di atas tanah memanfaatkan situasi itu Alexa segera bangkit dan berlari dengan cepat keluar dari dalam hutan.

Srigala hitam itu membuka matanya dan mengeram kesal saat melihat mangsanya yang sudah berlari menjauh. Dua srigala lainya berwarna abu-abu dan putih  keluar dari balik semak-semak menghampuri srigala coklat yang sudah bangkit, ajaib ketiga srigala itu berubah menjadi sosok tiga laki-laki tampan.

"Kenzie, kau baik-baik saja?"tanya Reza menanyakan.

"Sialan, perempuan itu mematahkan tanganku"dengus Kenzie sambil memegangi tangan sebelah kirinya.

Tiba-tiba saja ketiganya mendengar suara lolongan yang cukup panjang dari arah lain.

"Sepertinya Paula makin bertambah kuat saja"ucap Brian membuka suara

"Ayok cepat kita harus membantu Adrew dan Anthony"uca kenzie lalu kembali merubah wujudnya menjadi seekor srigala hitam lalu di susul Reza dan Brian yang merubah wujud mereka menjadi srigala abu-abu dan coklat.

-ooOoo-

Pagi itu setelah di guyur hujan deras semalam penuh dan baru berhenti sekitar pukul 06.13  murid SMA HARAPAN PELITA tampak bersemangat untuk memulai aktivias mereka kembali apa lagi jika mengingat mereka akan menempati kelas baru dan tentunya teman baru pula. Tapi mereka juga berharap akan di satukan kembali dengan teman akrab mereka saat berada di kelas sebelumnya.

"12 Ipa 3"ucap Reza kepada kedua sahabatnya Brian dan Kenzie yang malas untuk berdesakan melihat manding pembagian kelas bersama siswa lainya.

"Kita satu kelas lagi?"tanya Kenzie yang di balas anggukan oleh Reza.

"Baguslah"ucap Kenzie lalu berjalan menuju anak tangga di susul Brian dan Reza yang berjalan di belakangnya.

Begitu ketiganya memasuki kelas yang sudah ramai terlihat teman-teman sekelas mereka menatap ke arah Kenzie dan kedua temannya mungkin diantara mereka tak menyangka jika akan satu kelas dengan pria tampan atau lebih tepatnya pria populer di sekolah ini.

Kenzie berjalan kearah meja di pojok kelas sebelah kiri, memilih untuk duduk seorang diri disana, sedangkan Reza dan Brian memilih untuk duduk satu bangku di sebrang meja Kenzie.

Setelah beberapa saat kelas Kenzie mulai ramai dengan suara obrolan teman-temanya, ada yang mulai berkenalan karena belum pernah di pertemukan dalam satu kelas sebelumnya, atau mereka yang bahagia karena bertemu dengan teman saat mereka kelas satu dan kini mereka di pertemukan dalam satu kelas lagi. Diantara keramaian kelasnya tiba-tiba seorang siswi perempuan dengan rambut panjang yang di ikat satu kebelakang dan kedua telinga yang di sumpal aerphone berwarna hitam memasuki kelas mereka.

Kenzie hampir tercekat saat melihat gadis yang baru memasuki kelas  adalah gadis yang hampir saja ia mangsa di hutan tiga minggu yang lalu, gadis itu berjalan kearah meja yang berada di depan Kenzie yang memang masih kosong, sebelum gadis itu duduk di mejanya tanpa sengaja mata Kenzie dan gadis itu bersirobok gadis itu terlihat mengerutkan alisnya tampak tengah berpikir, tak beberapa lama gadis itu memutuskan kontak mata dan duduk di kursinya, Kenzie terkejut biasanya dia lah yang selalu memutus kontak lebih dulu.

selama hampir tiga tahun Kenzie bersekolah disini ia tak pernah tau jika ia satu sekolah dengan perempuan yang hampir ia bunuh itu.

Kenzie menoleh kearah Reza dan Brian yang sepertinya juga sama-sama terkejut.

Kenzie melihat seluruh orang berada di kelas yang sepertinya terkejut dengan keberadaan gadis itu di kelas ini. Kenzie mengerutkan alisnya tampak berpikir.

-ooOoo-

"Hahaha"

Kenzie mencoba untuk menulikan pendengarnya dari suara tawa teman-temanya tang memenuhi ruang tamu mereka.


"Kebetulan yang tak terduga"ucap Anthony mencoba mengontrol tawanya yang belum berhenti.

Kenzie masih mengingat kejadian tiga minggu yang lalu, saat ia dan dua temanya yaitu Reza dan Brian ketika mereka akan berburu hewan di hutan.

Saat itu Kenzie melihat seorang gadis yang sepertinya tersesat di hutan dan berniat untuk menjadikanya mangsa buruanya, Brian dan Reza sudah melarangnya, tapi Kenzie bersikukuh sudah lama juga ia tidak makan daging manusia dan jarang juga ada manusia yang memasuki hutan ini.

Tapi kejadian tak terduga,gadis itu memukul tepat di lengan Kenzie dengan balok kayu yang cukup besar yang etah gadis itu dapatka  dari mana hingga membuat tubuh srigala Kenzie terpental. Dan teman-temanya menjadikan sebuah lelucon.

Bagaimana bisa seorang KENZIE ARCHELAUS DIGANTARA  seorang alpha di pack nya di kalahkan oleh seorang manusia biasa berjenis kelamin perempuan, Oh astaga.

"Diamlah kalian membuat gendang telingaku sakit"sebal Kenzie melimpari ke empat temanya dengan bantal. Tapi itu malah membuat tawa ke empat temanya semakin menjadi-jadi.

"Ada hal apa yang membuat kalian tertawa seperti itu?"tanya Paula yang datang dari arah tangga memasang wajah herannya.

"Di..."

Bugh

Kenzie melempar bantal ke arah Andrew yang kembali membuka suaranya, Paula menatap kearah Kenzie yang terlihat kesal.

"Ada apa?"tanya Paula yang duduk di sofa singgel.

"Kami bertemu gadis yang mau di bunuh Kenzie saat di hutan minggu lalu"jawab Brian.

Kenzie mendelik kearah Brian dan menghela nafasnya Kenzie sudah lelah dan memilih pasrah.

"Dimana?"tanya Paula lagi.

"Di sekolah, dia teman sekelas kami"jawab Reza membuat Paula menatap teman-temanya satu persatu.

"Oh iya siapa nama gadis itu?"tanya Andrew.

"Kami tidak tahu dengan jelas, tapi kami mendengar orang-orang di kelas memanggilnya Alexa"jawab Reza

"Alexa Deffana Wijaya maksudmu?"tanpa Anthony memastikan

"Kau mengenalnya"tanya Brian

Kenzie ikut menoleh menatap Anthony, bagaimana bisa dirinya yang sudah berada di sekolah tiga tahu tak mengetahui tentang gadis bernama Alexa itu, tapi Anthony yang merupakan adik kelas nya di sekolah bisa mengetahui sosok Alexa bahkan mengetahui nama lengkap gadis itu.

Tbc.....

By:Chichichoury

Note : vote,comen dan follow akun untuk mensupport chi-chi dan cerita-ceritanya❤

SoulmateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang