13. Adrian dan Azura : Tom and Jerry

6.9K 165 0
                                        

Halo selamat siang teman-teman. Gimana kabarnya hari ini? Semoga selalu sehat yaww.

Maaf aku baru bisa update, soalnya 3 hari kemarin aku masih ada UAS online jadi harus fokus ke UAS dulu, tapi UASnya online jadi aku bisa kerjain di rumah.

Akhirnya UASnya selesai juga, hari ini rasanya lega banget udah nggak dikejar sama deadline. Udah bisa hidup tenang tanpa tugas. Tinggal nunggu nilai keluar aja huh! Semoga hasilnya memuaskan, takut banget aku.

Jangan lupa vote dan komen yaww.

Happy Reading

**

Satu Minggu kemudian...

Hari ini, Azura dan Resti memilih untuk singgah di kafetaria Fakultas Ekonomi karena jadwal kelas mereka tiba-tiba tidak ada. Sesaat setelah sampai di kantin, keadaan sudah penuh dengan orang. Hampir semua meja telah terisi penuh, hanya ada satu meja kecil di pojok ruangan yang tersisa.

"Heh! Gue duluan ya!" seru Azura sambil mempercepat langkah.

"Orang gue duluan yang sampai sini, napa!" sahut Adrian dengan cepat, langsung menarik kursi yang tersisa.

"Lo tuh, ngalah dikit napa," ucap Azura mendengus kesal.

"Dih, ogah banget!" balas Adrian dengan nada ketus.

"Lagian lo anak IT, ngapain sih ke kantin Ekonomi?" sindir Adrian.

"Terserah gue dong. Kantin ini kan bebas buat siapa aja," sahut Azura tak kalah sengit.

"Ya udah, terserah gue juga dong duduk di sini," ucap Adrian menyeringai.

Resti menepuk lengan Azura dengan canggung. "Udah yuk, Zur. Kita ke kantin fakultas aja, daripada ribut gini." ajak Resti.

"Gue mau di sini, Res. Sekalian ketemu Lena sama Aureen," sahut Azura mantap.

"Tapi di sini nggak ada tempat kosong, Zur," ujar Resti sambil celingukan mencari tempat yang kosong.

"Nih, masih ada satu," tunjuk Azura ke kursi yang sudah setengah ditempati Adrian.

"Heh! Ini tempat gue ya," bantah Adrian cepat.

"Udah lah, Yan, ngalah aja," celetuk Ezra mencoba menengahi.

"Ogah! Masa gue ngalah sama toa masjid," sahut Adrian mencibir.

Azura melotot. "Lo bilang apa barusan?" ucap Azura tak terima.

Arka yang sejak tadi ikut berdiri di belakang, akhirnya ikut angkat suara, "Udah, Yan. Kita ke kafe aja, daripada ribut gini."

Adrian mengerutkan kening. "Orang kita udah sampai sini. Perut gue juga udah demo, Bro." ucap Adrian.

Tiba-tiba, suara lembut menyela pertikaian kecil itu.

"Ada apa nih?" tanya Aureen yang baru datang bersama Alena.

"Rebutan meja," jawab Resti pasrah.

 Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang