Hai gaiss, selamat malam. Gimana kabarnya hari ini? Harus jaga kesehatan ya, nggak boleh sakit-sakit.
Maaf ya beberapa hari ini emang agak sibuk, jadi nggak bisa update.
Jangan lupa vote dan komen yaww
Happy Reading
**
Setelah kemarin hubungan mereka resmi berubah, bukan hanya sekadar partner misi tapi juga partner bucin, hari ini Alena dan Arka pergi ke kampus bersama. Jadwal mereka kebetulan sama, dan Alena terlihat lebih cerah dari biasanya—wajahnya sumringah memancarkan semangat baru.
“Mah, Leya berangkat dulu ya,” pamit Alena sambil tersenyum manis.
“Iya, hati-hati di jalan ya, Nak,” sahut Aira lembut.
Alena mencium punggung tangan ibunya. “Siap, Mamah.”
Aira sempat menoleh ke arah anaknya yang tak terlihat membawa kunci mobil. “Lho, kok nggak bawa kunci mobil?”
“Oh, hari ini Leya bareng temen kampus, Mah,” jawab Alena cepat, sedikit beralibi.
“Bukan sama Aureen?”
“Enggak, tadi Aureen udah berangkat duluan,” jelas Alena santai.
“Ya sudah, tetap hati-hati ya.”
“Iya, Mamah sayang.” Alena melambai, lalu menambahkan, “Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikumussalam.”
Alena segera keluar rumah. Arka memang sudah bilang kalau dia sudah menunggu di depan.
Saat melewati pos satpam, Alena menyapa ramah. “Pagi, Pak Jojo.”
“Pagi juga, Non,” balas Pak Jojo sambil menyeruput kopi. “Non, kok nggak bawa mobil?”
“Leya bareng temen hari ini, Pak,” jawabnya sambil tersenyum.
“Oalah, gitu toh,” sahut Pak Jojo, mengangguk mengerti. “Biar Bapak bukain gerbangnya ya.”
“Wah, nggak usah, Pak. Biar Leya aja yang buka.”
“Jangan, Non. Masa Non buka sendiri?” Pak Jojo tampak sungkan.
“Gapapa, Pak. Pak Jojo lanjut ngopinya aja. Jangan lupa sarapan juga ya,” ujar Alena sambil berjalan ke arah gerbang.
“Kalau begitu, Leya pamit dulu ya, Pak,” ucap Alena sambil tersenyum.
“Iya, Non… hati-hati ya,” balas Pak Jojo, nadanya terdengar sungkan.
Setelah berhasil membuka dan menutup kembali gerbang, Alena langsung menghampiri Arka yang sudah menunggu sambil duduk di atas motornya.
“Pagi, Tuan Putri,” sapa Arka dengan senyum menggoda.
“Pagi juga,” balas Alena, tak kalah ceria.
“Lama ya nunggu?” tanyanya sedikit cemas.
“Demi Tuan Putri, aku rela menunggu seharian,” jawab Arka dramatis.
“Baru pagi udah gombal,” Alena mencubit pelan lengannya.
Arka lalu memakaikan helm ke kepala Alena, bahkan mengaitkannya dengan sigap.
“Udah, naik,” katanya sambil menepuk jok belakang.
Alena hanya tersenyum tipis, tapi tak kunjung naik. Matanya malah menatap kosong ke depan.
“Aku tahu kok kalau aku ganteng,” ucap Arka sambil meniup wajah Alena yang sedang melamun.
“Ish! Kepedean banget sih,” gerutu Alena sambil memukul pelan lengan Arka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]
Novela JuvenilAlena dan Arka, dua remaja yang baru saja memasuki dunia perkuliahan, ternyata sejak mereka lahir sudah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Meskipun merasa terpaksa dan enggan, mereka tak bisa menghindari kenyataan bahwa takdir mereka sudah dite...
![Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]](https://img.wattpad.com/cover/222692566-64-k988998.jpg)