Halo, selamat malam gaiss. Jangan lupa makan malam, karena kalian ga punya ayang. Eh, maaf...
Yee lagi ngomong diri sendiri ya. Hiks...
Chapter ini lucu banget gaiss, jangan lupa vote dan komen yaww.
Happy Reading
**
Malam pun tiba. Lampu-lampu di
aula hotel menciptakan suasana hangat nan elegan. Di kamarnya Alena baru saja selesai didandani oleh sang make-up artist. Gaun resepsi berwarna biru silver metalik dengan potongan mermaid fit membuat tubuhnya kelihatan ramping dan anggun. Sementara detail Payet dan kristal yang tertata rapi disepanjang bodice dan rok menambah kilau mewah nan elegan. Sentuhan tulle transparan disatu bahu memeniag efek asimentris dan dinamis. Di belakangnya terdapat ekor gaun menjuntai dengan anggun mengenai lantai. Sementara rambutnya disanggul rapi dengan ornamen bunga kecil yang mempermanis penampilannya.
"Sudah selesai ya make-upnya," ujar perias sambil menepuk lembut pipi Alena dengan kuas bedak.
"Terima kasih banyak, Mbak," ucap Alena sambil menatap cermin, mencoba tersenyum meski hatinya masih berat.
Tak lama, pintu kamar terbuka perlahan. Revin muncul dengan stelan jas formal dan senyuman mengembang di wajahnya.
"Yaampun... cantik banget adik gue malam ini," puji Revin sambil berjalan mendekat.
"Berarti setiap hari gue nggak cantik dong?" tanya Alena melirik tajam ke arah Revin.
"Dikit," jawab Revin singkat sambil nyengir usil.
"Ish! Nyebelin lo," Alena mendesis, lalu tanpa ragu memukul pelan lengan kakaknya.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Sesosok pria berdiri di ambang pintu—Arka, dengan setelan jas custom bernuansa biru keperakan, senada. Potongannya rampung dan modern, lengkap dengan kerah shawl corall berbahan satin silver, memberikan kesan maskulin. Jas tersebut dipadukan dengan kemeja putih dan dasi panjang berwarna abu metalik tua. Bawahannya Arka memakai celana panjang dengan potongan tailor-fitt dengan sepatu kulit polished membuat Arka terlihat tampan malam ini. Raut wajahnya tenang, namun matanya sempat melirik ke arah Alena sejenak dan Alena juga melirik Arka sekilas, Alena sempat terpukau dengan penampilan Arka.
"Tuh, udah ditungguin suami," celetuk Revin sambil mengangguk ke arah Arka.
"Cielah, udah resmi jadi istri aja lo sekarang," lanjutnya dengan nada menggoda.
"Gak usah nyebelin ya, Bang," Alena bersiap memukul Revin lagi dengan cemberut di wajahnya.
"Mana kadonya buat gue?" todong Alena menjulurkan telapak tangannya ke arah Revin.
"Kadonya masih dibawa Qilla," jawab Revin santai.
"Kak Qilla jadi ke sini, kan?" tanya Alena sambil menatap Revin.
"Iya, nanti dia nyusul ke sini," jawab Revin.
"Nggak lo jemput? Jahat banget lo," ucap Alena memelototkan matanya.
"Dia lagi di rumah saudaranya di Jakarta, nggak jauh dari sini. Abis ini gue jemput," sahut Revin sambil mengangkat bahu.
"Eh, sini, Ka. Ngapain bengong di depan pintu? Duduk dulu sini," ujar Revin sambil menepuk sisi sofa di sebelahnya.
Arka menoleh perlahan, wajahnya tampak canggung. Ia tadi sedang menikmati pemandangan di depannya, yaitu Alena yang malam ini sungguh cantik sekali seperti bidadari.
"Iya, Bang," jawabnya singkat sebelum melangkah masuk dan duduk di samping Revin.
Ruangan itu dipenuhi suara-suara kecil dari luar, tanda tamu undangan mulai ramai berdatangan. Di sudut ruangan, Alena masih sibuk merapikan bagian akhir dari gaun resepsinya, berusaha menjaga ekspresi tenang meski dadanya terasa berat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]
Novela JuvenilAlena dan Arka, dua remaja yang baru saja memasuki dunia perkuliahan, ternyata sejak mereka lahir sudah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Meskipun merasa terpaksa dan enggan, mereka tak bisa menghindari kenyataan bahwa takdir mereka sudah dite...
![Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]](https://img.wattpad.com/cover/222692566-64-k988998.jpg)