55. Pulau Derawan

6.4K 121 10
                                        

Halo gaiss, selamat siang. Gimana kabarnya? Jangan lupa makan dan selamat beraktivitas yaww.

Jangan lupa vote dan komen.

Happy Reading

**

Speedboat mulai melaju meninggalkan dermaga Tanjung Batu. Angin laut langsung menerpa wajah Alena, membawa aroma asin yang segar. Dari dekat jendela Alena bisa melihat pemandangan laut biru tua terbentang tanpa batas, memancarkan cahaya matahari yang berkilau seperti serpihan kaca.

Alena tak henti-hentinya terpukau melihat pemandangan laut. "Wow... cantik banget," Alena.

Semakin jauh dari daratan, warna air perlahan berubah menjadi gradasi biru kehijauan.

"Eh, lihat, Sayang. Lautnya warnanya berubah," kata Alena kepada Arka yang duduk di sebelahnya.

"Iya, jadi biru kehijauan. Tadi biru tua," sahut Arka.

Pulau-pulau kecil sesekali muncul di kejauhan, dikelilingi pasir putih yang membentuk garis tipis memisahkan laut dan langit. Burung-burung melintas rendah, kadang menyambar ikan kecil di permukaan.

Beberapa menit kemudian, air begitu jernih hingga bayangan terumbu karang di bawahnya terlihat samar.

"Tuh, Sayang, terumbu karangnya kelihatan," ujar Arka.

"Iya, ih! Cantik banget," seru Alena.

Arka menatap istrinya, sedari tadi wajahnya dihiasi senyum bahagia. Ia ikut tersenyum, karena mengingat beberapa hari lalu istrinya sering murung karena skripsi.

"Aku bahagia lihat kamu tersenyum kayak gini," batin Arka.

Suara mesin speedboat berpadu dengan desiran angin dan deburan ombak, menciptakan irama yang mengiringi perjalanan. Semakin mendekati Maratua laut berubah menjadi toska bening. Terumbu karang di bawah tampak jelas dan jarang ada ikan berwarna warni melintas.

"Warnanya berubah lagi, terumbu karangnya semakin jelas," ujar Alena.

"Ikannya, lucu banget," tambahnya dengan mata berbinar.

Speedboat perlahan merapat ke dermaga kayu kecil yang membentang di atas laut biru kehijauan. Dari kejauhan, terlihat deretan penginapan berkonsep overwater villa dengan atap Rumbia, berdiri anggun di  atas tiang-tiang kayu yang tertancap di laut dangkal. Airnya begitu jernih hingga ikan-ikan nampak jelas berenang di bawahnya.

Begitu turun hembusan angin laut membawa aroma asin yang bercampur wangi kayu basah. Pelayan penginapan menyambut dengan senyum lebar dan ramah.

Alena dan Arka lalu diarahkan menuju jalan setapak oleh pelayan untuk menuju kamar yang sudah mereka pesan.

"Terimakasih, Mas," ucap Arka.

"Iya, sama-sama," jawab pelayan itu.

"Saya permisi dulu," tambahnya.

Arka mengangguk, lalu membuka pintu kamar. Alena langsung masuk ke kamar, sementara Arka mengikuti sambil menarik koper mereka berdua.

"Rasanya badan inu pengen banget ketemu kasur empuk," ujarnya Alena sambil menatap ranjang.

Ia pun akhirnya menjatuhkan tubuhnya ke kasur. Perjalanan dari Jakarta ke Berau memakan waktu hampir enam jam, dilanjutkan Berau ke Tanjung Batu sekitar satu jam lebih sedikit, lalu dari Tanjung Batu ke Maratua setengah jam. Jadi total perjalanan mereka hampir delapan jam, tak ayal tubuh Alena terasa begitu lelah.

 Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang