6. Tingkah Azura

10.6K 265 0
                                        

Selama siang teman-teman. Gimana hari ini? Masih baik-baik saja kan? Semoga masih ya.

Aku punya lagu yang cocok buat kalian yang lagi memperjuangkan pendidikan, karir, pencintaaan lainnya.

Semoga bisa membuat kalian sedikit rileks yaa.

Jangan lupa vote dan komen ya.

Happy Reading...

**

Kampus Dharma Wijaya mendadak ramai. Mahasiswa baru yang kabarnya berasal dari luar negeri, kini resmi bergabung di Fakultas Teknik. Sosok itu tak lain adalah Alvaro, sahabat Arka—mahasiswa yang telah lebih dulu menjadi primadona kampus.

"Gila! Varo ganteng banget sih."

"Arka mah tiap hari aura-nya nggak luntur. Swag terus!"

"Cocok sih, mahasiswa baru itu gabung ke lingkaran Arka."

Desas-desus dan bisikan kekaguman menyebar bak gelombang di angin pagi.

Di sisi lain, empat sahabat sudah berkumpul seperti biasa.

"Jadi peran utama lo sekarang, Var," celetuk Ezra sambil menyenggol bahu Varo.

"Kita mah udah biasa dilupakan," timpal Adrian, tertawa lepas.

"Halah, ujung-ujungnya yang dipuji si Arka bukan lo," ledek Ezra.

"Zra, lo jujur banget pagi-pagi gini," sahut Adrian dengan menatap Ezra sengit.

"Udah, jangan ribut. Masih pagi," lerai Arka menanggapi santai sambil melihat jadwal di ponselnya.

"Yaudah gue jalan duluan ya, beda gedung soalnya kita," pamit Varo. Ia melambai ringan dan bergegas menuju Fakultas Teknik, meninggalkan tiga sahabatnya di depan gedung Fakultas Ekonomi.

Gedung Teknik dan Ekonomi memang bersebelahan, namun langkah Alvaro terasa membawa atmosfer baru. Di antara mereka berempat, hanya Varo yang memilih jalur berbeda. Arka, Ezra, dan Adrian berada di jurusan ekonomi.

"Yuk langsung masuk kelas," ajak Arka.

Hari ini mereka bertiga kebetulan satu kelas. Tapi tak selalu begitu, kadang mereka terpisah karena perbedaan dosen dan jadwal pengambilan mata kuliah.

Saat mereka memasuki kelas, seorang teman menyapa. "Ka, itu mahasiswa baru anak Teknik yang pindahan dari Australia itu temen lo ya?" tanya Seno penasaran.

"Iya, kenapa?" Arka menoleh santai.

"Pantes aja kampus geger. Satu spesies sama lo ternyata," jawab Seno sambil tertawa.

"Yang lebay emang kalian," sahut Arka.

"Gantengnya mirip gue kan?" ucap Adrian menyela percaya diri.

"Sorry bro, anak baru jauh lebih fresh," sahut Seno menyengir.

"Jangan terlalu jujur, Sen," celetuk Ezra.

"Udah biasa gue dikalahin," ucap Arka mengangkat bahu.

"Sen, cukup tahu aja gue," cibir Adrian menatap seno tak bersahabat.

 Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang