Selamat malam teman-teman. Gimana hari ini? Semoga kalian baik-baik saja ya. Jangan lupa istirahat dan jangan begadang ya.
Maaf ya baru bisa update lagi setelah satu bulan hilang tanpa kabar, karena aku udah kembali ke perantauan. Sekarang aku juga lagi sibuk banget beberapa Minggu ini dan ini mumpung lagi free jadi aku usahain buat update.
Jangan lupa vote dan komen ya.
Happy Reading...
Malam telah menyelimuti langit, dan Arka kini berada di dalam kamarnya. Wajahnya kesal, langkahnya mondar-mandir tak tentu arah. Ia bergumam sendiri, masih terbawa emosi sejak kejadian pagi tadi.
"Kenapa sih gue harus terus ketemu cewek bawel itu," gerutunya.
"Kenapa hidup gue selalu dihantui sama dia sih,"
"Bisa nggak sih, sehari aja gue nggak harus lihat wajahnya? Dan sekarang, malah bakal ketemu terus tiap hari."
"Divisi kita saling berkaitan pula... argh, males banget!" keluh Wtla.
Tiba-tiba terdengar suara dari arah pintu. "Kenapa sih?" suara itu terdengar lembut namun jelas.
"Sejak kapan lo di situ?" tanya Arka kaget, menoleh cepat.
"Dari tadi gue ketok pintu, nggak ada jawaban. Eh, ternyata lo lagi di balkon, ngomel-ngomel sendiri," ujar Gina sambil berjalan mendekat.
"Kenapa sih, Ka?" lanjutnya.
"Nggak ada apa-apa, Kak," sahut Arka, mencoba mengalihkan.
"Tapi raut muka lo tuh, kayak abis berantem sama orang. Cerita deh," kata Gina, lalu duduk di kursi balkon di samping Arka.
Arka mendesah. "Lo masih inget cewek yang gue serempet itu, kan?" tanya Arka sambil menatap Gina.
"Inget. Emang kenapa? Lo dituntut?" tanya balik Gina sambil menatap Arka serius.
"Bukan!" potong Arka cepat.
"Terus kenapa?" tanya Gina lagi.
"Sabar dong, Kak. Gue jelasin dulu," katanya, mencoba menahan kesal.
"Gue nggak ngerti, kenapa gue terus aja dipertemukan sama cewek bawel itu. Berkali-kali." sambungnya.
"Hmm... itu namanya jodoh," celetuk Gina sambil tertawa kecil.
"Gue nggak lagi pengen bercanda, ya. Jangan mulai!" ucap Arka melotot kesal.
"Tapi bener loh. Kata orang tua zaman dulu, kalau kita terus ketemu orang yang sama tanpa disengaja, itu tandanya takdir udah nulis sesuatu." sahut Gina.
"Dih! Amit-amit deh kalau beneran harus berjodoh sama dia," ucap Arka menggeleng kuat.
"Jangan gitu. Kalau beneran jodoh, lo baru tahu rasanya nanti," balas Gina sambil tersenyum geli.
"Ya jangan lo doain juga dong, Kak." timpal Arka tak suka.
"Emang lo udah ketemu dia berapa kali?" tanya Gina.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]
TeenfikceAlena dan Arka, dua remaja yang baru saja memasuki dunia perkuliahan, ternyata sejak mereka lahir sudah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Meskipun merasa terpaksa dan enggan, mereka tak bisa menghindari kenyataan bahwa takdir mereka sudah dite...
![Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]](https://img.wattpad.com/cover/222692566-64-k988998.jpg)