Halo gaisss, selamat malam menjelang pagi. Aku kembali lagi dengan chapter yang bikin kalian senang nih.
Jangan lupa vote dan komen yaww
Happy Reading
**
Mobil Alena kini telah sampai di depan pagar rumahnya. Dengan satu gerakan, ia menurunkan kaca jendela mobil, menoleh ke belakang tempat Arka berhenti dengan motornya.
“Gue udah sampai. Sekarang lo pulang, ya. Makasih banget, Ka, udah nganterin sampai rumah,” ucap Alena dengan senyum tipis.
“Tenang aja.” Arka membalas santai.
“Yaudah, gue balik dulu, ya.”
“Hati-hati di jalan,” Alena menambahkan, tulus.
“Iya, cewek bawel,” Arka menggoda, sebelum akhirnya menyalakan mesin motornya dan melaju perlahan, meninggalkan Alena yang masih berdiri di depan gerbang rumahnya.
Ya, Alena dikawal oleh Arka dari belakang. Padahal sebelumnya, sempat terjadi perdebatan kecil karena Alena ingin Arka langsung pulang saja—mengingat arah rumah mereka berbeda.
Flashback On
Setelah membayar di kasir, Arka segera menghampiri Alena yang tengah berdiri di trotoar depan kafe, memeluk tasnya.
“Ayo,” ucap Arka singkat.
Mereka berjalan beriringan menuju parkiran. Alena masuk ke mobilnya, sementara Arka menuju motornya dan mulai mengenakan helm.
“Lo duluan aja. Nanti gue ikutin dari belakang,” katanya sambil merapikan tali helm.
“Lah, tapi arah kita beda, Ka. Mending lo langsung aja,” ujar Alena, memutar kunci mobilnya.
“Iya, gue tahu. Tapi tetep gue ikutin. Lo duluan aja,” balas Arka tenang.
“Gue beneran nggak apa-apa kok. Nggak usah khawatir, pulang aja, istirahat,” Alena mencoba meyakinkan.
Namun Arka menggeleng pelan. “Nggak usah ngeyel, ya. Gue nggak tenang kalau lo pulang sendiri malam-malam begini.”
“Ka, serius deh. Aman kok,” sahut Alena lagi.
Arka menghela napas. “Kalau tiba-tiba mobil lo mogok lagi di tengah jalan? Atau ban pecah? Lo pikir semua orang di jalan itu baik? Gue nggak bisa ambil risiko. Udah, gue ikutin aja. Gue cuma pengen pastiin lo nyampe rumah dengan selamat.”
Alena baru membuka mulut, tapi Arka langsung menatapnya serius, menyela, “Udah, nggak ada perdebatan. Gue nggak akan tenang kalau lo kenapa-kenapa.”
Alena terdiam. Entah kenapa, nadanya malam itu terdengar sangat tulus—dan menenangkan. Hangat mengalir pelan di dada Alena. Ia pun akhirnya mengangguk.
“Yaudah... yaudah,” ucapnya pelan.
“Udah sana duluan,” ujar Arka sambil memberi isyarat dengan tangannya.
“Siap, Bapak Arka.”
“Silakan, Ibu Alena,” Arka membalas dengan senyum miring.
Dengan senyum yang mengembang tanpa sadar, Alena pun menyalakan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan parkiran. Arka menyusul dari belakang, menjaga jarak namun tetap dalam pandangan.
Flashback Off
Begitu gerbang rumah terbuka, Alena perlahan membawa mobilnya masuk ke halaman, lalu memarkirkannya rapi di dalam garasi. Ia mengambil tas berisi laptop dan buku catatan dari kursi penumpang, lalu keluar dari mobil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]
Ficção AdolescenteAlena dan Arka, dua remaja yang baru saja memasuki dunia perkuliahan, ternyata sejak mereka lahir sudah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Meskipun merasa terpaksa dan enggan, mereka tak bisa menghindari kenyataan bahwa takdir mereka sudah dite...
![Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]](https://img.wattpad.com/cover/222692566-64-k988998.jpg)