Halo, selamat malam gaisss. Gimana kabar kalian? Jangan lupa makan dan jangan lupa istirahat yaww.
Oh iya Selamat Tahun Baru Hijriyah yaww.
Chapter kali ini sangat romantis sekali, jangan lupa juga sambil dengerin lagi di atas yaww.
Jangan lupa vote dan komen yaww
Happy Reading
**
Sudah dua minggu ini Alena lebih banyak menghabiskan waktunya di atas kasur. Ia jarang keluar rumah, kecuali sesekali ke taman saat bersama Zara. Kini, adis kecil itu pun telah kembali ke Bandung bersama kedua orang tuanya.
Kemarin, di grup WhatsApp, teman-teman Alena mengusulkan rencana liburan. Menariknya, kali ini mereka akan berkolaborasi dengan Arka dan gengnya. Tujuannya, camping di Puncak Bogor-ide yang digagas oleh Ezra dan langsung disambut antusias oleh semua.
Hari ini, mereka akan berangkat. Tadi malam, Alena sudah meminta izin kepada kedua orang tuanya, dan syukurnya mereka mengizinkan.
"Berangkat sekarang, Sayang?" tanya Aira sambil mendekati putrinya.
"Iya, Mah," jawab Alena sambil tersenyum tipis.
"Leya pamit dulu ya, Mah," ucapnya lagi.
"Hati-hati di jalan, ya. Kalau sudah sampai, jangan lupa kabari Mamah," pesan Aira lembut.
"Iya, Mamah sayang," balas Alena sambil mencium punggung tangan ibunya dengan penuh hormat.
"Ya sudah, hati-hati, Nak," Aira mengelus kepala Alena.
"Assalamu'alaikum," ucap Alena sebelum melangkah keluar rumah.
"Wa'alaikumussalam," sahut Aira, menatap kepergian putri tunggalnya dengan perasaan campur aduk.
Alena menggendong ransel berisi perlengkapan kemahnya, lalu berjalan ke luar rumah. Di depan pagar, Arka sudah menunggunya sambil duduk santai di atas motor. Sementara itu, Aureen dan Ezra memilih naik mobil karena mereka membawa tenda, kompor portabel, tabung gas, dan berbagai kebutuhan logistik lainnya.
Sebenarnya, Azura sempat keberatan soal berboncengan-terutama karena harus boncengan dengan Adrian. Ia sempat mengusulkan naik mobil sendiri, tapi suara mayoritas tidak mengizinkan. Akhirnya, dengan berat hati, Azura setuju juga berboncengan.
"Mau liburan, Non?" sapa Pak Jojo, satpam rumah Alena.
"Iya, Pak. Mau kemah sama teman-teman," jawab Alena sambil tersenyum.
"Wah, pasti seru tuh. Hati-hati di jalan ya, Non."
"Siap, Pak Jojo. Makasih, ya."
Pak Jojo membukakan pintu gerbang, lalu melambaikan tangan saat Alena berjalan menghampiri Arka.
"Bawa sweater nggak?" tanya Arka sambil melirik ranselnya.
"Udah dong. Aku udah siap semua, nih," Alena memamerkan tasnya dengan bangga.
"Good girl," Arka tersenyum sambil mengusap puncak kepala Alena.
"Yaudah yuk, berangkat," ucap Alena.
Arka pun memasangkan helm ke kepala Alena, lalu membantunya naik ke jok belakang.
"Berat nggak? Sini biar aku aja bawa tasnya," tawar Arka.
"Ih, nggak usah. Gak berat kok," jawab Alena.
"Yakin?"
"Iya. Udah, cepetan, yang lain pasti udah nungguin," sahutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]
Ficção AdolescenteAlena dan Arka, dua remaja yang baru saja memasuki dunia perkuliahan, ternyata sejak mereka lahir sudah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Meskipun merasa terpaksa dan enggan, mereka tak bisa menghindari kenyataan bahwa takdir mereka sudah dite...
![Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]](https://img.wattpad.com/cover/222692566-64-k988998.jpg)