Halo gaiss, selamat pagi. Gimana kabarnya pagi ini? Jangan lupa sarapan dan selamat beraktivitas.
Jangan lupa vote dan komen yaww.
Happy Reading
**
Hari ini, sahabat-sahabat Alena dan Arka tiba-tiba mengajak mereka berdua. Tanpa mereka sadari, pertemuan itu dirancang agar mereka dipertemukan kembali.
Alena dan Arka kini sudah siap. Mereka keluar dari kamar masing-masing hampir bersamaan. Tatapan mereka sempat bertemu sesaat, namun kedua saling mengalihkan pandangan.
Arka lebih dulu melangkah keluar dari Apartemen, sementara Alena hanya diam mematung di depan pintunya.
"Kemana tuh cowok?" gumamnya pelan.
"Alah bodo amat. Dia mau ke mana juga bukan urusan gue," lanjutnya sambil mengibaskan tangan sebal.
Tak lama kemudian, mobil milik Alena sudah tiba di depan sebuah kafe. Ia segera masuk ke kafe dan melangkah masuk, menatap sekeliling.
"Mana sih mereka?" tanyanya lirih sambil mencari-cari wajah yang dikenalnya.
Begitu menemukan teman-temannya, ia pun segera melangkah ke arah mereka. Namun langkahnya terhenti sejenak saat tak sengaja melihat postur tubuh Arka yang juga sedang berjalan ke arah meja yang sama. Saat menatap lebih jelas, Alena juga melihat ada Ezra, Adrian dan Varo sudah duduk di sana.
"Kok ada mereka juga?" gumamnya.
Ia pun mempercepat langkah. Arka dan Alena kembali bertemu pandang saat tiba di meja.
"Kenapa?" tanya Alena dengan nada heran, menatap teman-temannya satu per satu.
"Kenapa sih?" timpal Arka, juga terlihat bingung.
"Lo berdua duduk dulu," pinta Ezra, memberi isyarat kedua kursi kosong yang kebetulan bersebelahan.
Dengan ragu, Alena dan Arka pun duduk berdampingan.
"Lo bisa jelasin ke kita, kenapa lo bohong sama kita?" tanya Aureen, menatap keduanya tajam.
"Bohong soal apa?" tanya Alena heran.
"Lo masih aja bohong ke kita, Len," ujar Azura menatap tajam.
"Gue nggak tahu apa maksudnya. Bohong apa?" Alena mengernyit, mencoba memahami arah pembicaraan.
"Ka, kita lo anggap apaa sih sebenarnya?" tanya Adrian, nadanya mulai terdengar kecewa.
"Lo semua sahabat gue," jawab Arka dengan nada pelan.
"Sahabat? Tapi lo nggak jujur sama kita semua," balas Adrian cepat.
"Lo semua lagi ngomongin apa? Gue nggak tahu," Arka terlihat kebingungan.
"Mending lo semua ngomong secara jelas, apa yang lo maksud itu," Arka.
"Lo berdua udah nikah kan?" suara Azura terdengar tegas.
"Kenapa? Kenapa lo bohongin kita?" lanjutnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Lo anggap kita apa, Len?" desaknya lagi pada Alena.
Alena dan Arka kaget sama-sama terdiam. Mereka saling menatap sesaat, kebingungan dan panik perlahan menyelimuti mereka.
"Apa gue terlalu sibuk sama dunia gue sendiri? Apa gue kurang perhatian sama temen-temen gue? Sampai masalah sepenting ini lo nggak cerita ke kita, Len?" Aureen bersuara lirih, mata tampak basah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]
Teen FictionAlena dan Arka, dua remaja yang baru saja memasuki dunia perkuliahan, ternyata sejak mereka lahir sudah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Meskipun merasa terpaksa dan enggan, mereka tak bisa menghindari kenyataan bahwa takdir mereka sudah dite...
![Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]](https://img.wattpad.com/cover/222692566-64-k988998.jpg)