Part 2

27 4 0
                                        

Budayakan vote sebelum membaca ;)

bonus chap karena cerita baru 








"Berani nya kau!" Seorang lelaki muda menahan tangan Pria buncin yang hendak menampar perempuan di depannya.

"lelaki tidak boleh menyakiti wanita" kata lelaki itu.

" tidak perlu ikut campur. ini urusan ku dengan jalang kecil ini" pria buncit itu menghempang genggaman tangan lelaki muda itu.

" Ahhh... Kau Direktur MS Crop? Kau tak kenal siapa aku? Perkenalkan Georgio Nathaniel Madison" Pria buncit itu segera mundur dan menunduk hormat.

"tuan muda Madison. Maaf tidak langsung mengenali anda. Kami punya masalah kecil disini. Pelayan ini menumpahkan minumannya ke jas saya dan tidak mau bertanggung jawab" Lelaki yang mengaku bernama Georgio itu mengangguk paham.

"Tapi saya melihat salah satu rekan anda menyandungnya hingga terjatuh tadi. Apakah saya salah lihat?" Nada suara Georgio seakan bercanda, tetapi tatapan matanya menatap tajam pria yang menyandung kaki Ellie.

"mungkin anda salah liat Tuan Muda" Kata pria buncit itu dengan senyum manis

" Benarkah? apakah mataku rusak?. ahh aku jadi penasaran apakah ada CCTV disini. Kurasa aku harus membuktikan pengelihatanku apakah masih normal atau tidak" Georgio menatap sekeliling, Mencari letak CCTV.

"CCTV itu mengarah langsung kesini. Kurasa kita kita harus melihatnya bersama" Georgio memasang seringai merendahkan

"ma-ma-maaf, Saya tidak sengaja tadi" gagap pria itu. Pria buncit itu mendelik tajam ke rekannya,

"Ke-kenapa kau baru bilang? Maafkan saya nona karena sudah salah paham" Pria buncit itu berkata dengan nada gugup yang ketara.

" Lain kali buatlah rencana dengan lebih rapi. Rencana kalian terlalu jelas termasuk rencana korupsi kalian di perusahaan ayahku yang terlihat sangat jelas." Georgio berkata dengan nada mengejek dan menyeringai saat melihat pria itu membatu. Ia kemudian membawa gadis mungil itu pergi dari sana

" terima kasih sudah menolong saya. Entah apa yang akan terjadi jika Anda tidak menolong saya tadi" Ellie membungkuk sedikit tanda terima kasihnya yang. Georgio tersenyum

"Georgio Nathaniel. Kau bisa memanggilku Gio. Santai saja dengan ku" Georgio mengulurkan tangannya, mengajak berkenalan

"Gabbriella Geraldine. panggil saja Ellie" Ellie menjabat tangan yang terulur itu sebentar.

"by! are you okay? kata Meta kamu bermasalah dengan lelaki di meja nomor 13 itu" Nicolas datang tergesa dan memutar mutar tubuh Ellie, mengecek apakah ada luka di tubuhnya.

"i'm okay. Dia menolong ku" Nicolas melihat ke arah lelaki di depan Ellie

"Terima kasih banyak sudah menolong dia. Entah apa yang akan terjadi pada gadis kecilku ini jika kamu terlambat" Nicolas mengajak rambut Ellie menghasilkan decakan kasar oleh Ellie

"Kami pergi dulu" Kata nicolas, membawa Ellie dalam rangkulannya untuk pergi ke tempat para pegawai.

"Kamu yakin tidak apa-apa?" Ellie mengangguk

"pulanglah lebih cepat. Aku akan berbicara pada manager nanti."

"tidak. Aku akan lanjut bekerja saja."

"jangan keras kepala Gabby. Lagi pula hanya satu jam lebih cepat. Pulang okay?" Dengan terpaksa Ellie menyetujui ucapan Nicolas. lagipula ia masih sedikit shock karena tadi.

.

.

.

.

Ellie berjalan cepat menyusuri trotoar ke halte terdekat. Bus berikutnya akan datang dalam 10 menit, karena itu ia harus bergegas. Sekarang sudah pukul 11.05. Biasanya ia selalu pulang jam 12 tengah malam dan Nicolas akan mengantarnya hingga Halte dan menemaninya hingga bus datang. Nicolas benar-benar seperti kakak laki-laki baginya. Ia selalu memperlakukannya seperti anak kecil.

Tiba-tiba Ellie terlonjak karena seseorang menepuk pundaknya. Ia hendak memukul orang itu dengan tas selempangnya jika sebuah suara tidak terdengar.

"hei, Ini aku, Gio" Ellie menghela nafas lega

"Kau pulang sendiri?"

" seperti yang Anda lihat. Saya sendiri"

"hei... Tidak baik seorang gadis kecil pulang larut malam seperti ini. Dan berhentilah bicara formal pada ku" Gio bersungut mendengar bahasa formal Ellie

"Berapa umurmu? Kau terlihat seperti anak kecil" kekeh Gio

" hei! Umur ku sudah 20 tahun ini"

"benarkah? Kau terlihat seperti anak usia 15 tahun."

"enak saja. Aku sudah dewasa"

"Kau kuliah?" Ellie mengangguk

"dimana?" terlihat raut penasaran di wajah Gio

"apa pentingnya untukmu? Kurasa itu bukan urusanmu" Dengus Ellie

"oh ayolah.. Dimana kau berkuliah? Jurusan apa?" tanya Gio lagi dengan raut sangat penasaran

" CL University. Jurusan sastra bahasa tahun pertama" Jawab Ellie malas. Ia melihat ke arah jam tangannya, 'apakah bis nya datang terlambat?' pikir Ellie

"benarkah? Aku juga disana. Aku mahasiswa tahun ke tiga, jurusan Management Bisnis" Kata Gio dengan semangat. Ellie tidak menjawab. kepalanya celingak-celinguk mencari bis yang belum juga datang. Ellie sungguh tidak nyaman dengan lelaki sok akrab ini.

"by the way, Lelaki tadi pacar mu? Dia memanggilmu Baby tadi" Ellie mendesah lega saat Bis yang di tunggunya sudah datang.

" itu bis ku sudah datang, Terima kasih atas pertolongan mu hari ini. Sampai jumpa" Ellie bergegas memasuki Bis itu. Gio menatap Bis yang membawa Ellie itu hingga hilang dari pandangannya

"Sampai jumpa di kampus" Gumam Gio.

T.B.C

Preview next chap:

"Kita bertemu lagi"

"Aku merasa seperti penguntit sekarang"

"Dasar anak sialan, Hanya segini uangmu! Lebih baik jual saja tubuhmu itu!"

#


Aku tau ini pendek

Sumpah, Niat nya tuh mau buat Gio jadi karakter yang sifatnya cool gitu. Eh pas ngetik, Jari gak selaras ama niat di hati.

oh iya, Kalau kalian baca nama Georgio itu gimana sih?

kalau aku pake pelafalan inggrisnya (Jorsjio) #sokinggrisplaaakkk#, soalnya ini kan latarnya di luar negeri hehehe...

Into HappinesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang