Part 146 //Senyumin aja//

10 1 0
                                        

Kalau di suruh ini dan itu, padahal dia orang yang baru kamu kenal, kamu mau nggak ya?,

Sebagian orang akan memilih mau, tapi dengan beberapa syarat yang di ajukan
Beberapa orang lagi mereka memilih untuk angkat tangan, dan bertanya, mengapa harus aku?
Sebagiannya lagi, mereka akan menolak dengan mentah mentah karena memang orang tidak ia kenal, buat apa ia melakukan hal yang di suruh tapi ia tidak mengenalnya sama sekali (bibit, bener, dan bobot)

Kalau kamu di bagian yang mana?
Kesal tidak kalau di suruh suruh tanpa memberi pengertian
Iya, kesal memang, tapi kalau hal itu bersifat positif.
Why not? Itu saja? Semudah itu lalu kamu bisa berkata iya, lalu mengangguk dan mengerjakannya?

Senyumin aja, Rasulullah meminta ummatnya untuk terus tersenyum,
Mudah sekali, manfaatnya banyak kali
Makannya org yang banyaj senyum itu katanya awet muda loh,
nggak percaya?
Coba saja!
Lagian kita tidak akan tahu dan percaya kalau tidak mencobanya bukan?
Lalu, bagaimana dengan ruang ego yang enggan?
Biarkan dulu, biarkan selama beberapa waktu, mungkin ia harus menyamakan frekuensi dengan baik.

Makannya juga, banyak orang yang golput saat pemilihan
Karena, ruang ego nya di paksa untuk menunggu, sampai waktu yang di tentukan.
Kalau mau marah marah karena kesalah, itu sudah pasti wajar, tapi jangan di respon dengan senyuman ya? Khawatir kamu di tampar habis habisan. Jawab dengan perasaan biasa saja. Menyadarkan bahwa kamu sedang di marahin, jangan malah di cengengesin,  bisa tamat riwayat lau...
Hehehe... bercanda yah ;)

Oiya kamu sudah baca buku aku yang part of happier? Gimana ceritanya? Suka nggak?
Aku coba kemas dengan bahasa yang paling enak buat ngobrol, jadi bahasannya nggak terlalu berat dan kaku, sehingga bawaannya seperti santai saja.

Di novel ini aku tidak banyak membubuhkan konflik, mungkin di part akhir kali ya, barulah konflik bermunculan. Awalnya memang ingin menulis cerita yang bisa mengedukasi anak sejak usia dini atau sejak mereka masih mengenyam pendidikan sekolah dasar. Tetapi di akhir saat sang anak sudah masuk sekolah menengah pertama mereka mulai di hadapkan dengan kondisi pernikahan ke dua orang tua mereka. Nah sekarang seperti apa Raina dan Rey menghadapi ke dua orang tua mereka?
Nah Senyumin dulu, baru beli bukunya langsung :)

Thank you yang udah order :)

Udah yah ;)

KATAQUotes Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang