15

1.8K 242 0
                                        

TAK!!!

"Lihatlah, apa kau masih kukuh pada pendirianmu?"

Sebuah foto yang menampilkan 4 orang, terlihat senyuman bahagia terukir.

"Kurang ajar!! Dia tidak menyerah."

"Seharusnya kau yang hentikan, lihat bagaimana bahagianya dia."

"Itu tidak akan mengubah segalanya."

"Kau gila!"

"Kita harus menjalankan pertunangan ini."

"Tidak, ini sudah berakhir."

"A-apa?"

"Kerja sama kita . . .

sudah berakhir."

🌱🌱🌱

Mereka semua tengah bersiap-siap mengemas barang mereka.

"Andai saja kita bisa berlama-lama . . ."

"Kalian saja, kami akan pulang."

"Heissh! kau tahu kan ayahku bagaimana . . ."

Mark mendengarnya.
Ia merasa lemah.

'Apa yang harus ku lakukan . . .
Pantaskah aku bersanding dengannya . . .'

"Mark, ada apa?"

Haechan menatap khawatir, ia menggeleng pelan. Lebih baik dirinya diam saja.

"Tidak ada."

Semuanya sudah selesai, mereka pergi keluar dari Villa tersebut dengan Jeno mengunci pintu tersebut.

"Baiklah, aku harap kita bisa menghabiskan waktu seperti ini lagi."

Jaemin memeluk Haechan."Senang rasanya bisa mengenalmu, jika kau ada sesuatu jangan sungkan padaku."

"Kau baik sekali, aku juga senang."

Mark menepuk bahu Jeno,
"Doakan aku."

"Apa maksudmu?"

Mark tersenyum, "Suatu hari, aku pasti akan membuat Haechan menjadi milikku."

"Tentu, kau bisa Mark."

"Baiklah, kami pergi dulu. Jaga dirimu Jaem, dan kau jaga Jaemin untukku."

"Iya-iya."

Haechan dan Mark pun menaiki mobil, dan pergi meninggalkan mereka berdua.

"Ayo."

Jaemin menahan pergelangan tangan Jeno, "Hei, aku mau kau menciumku."

Jeno terkejut dengan matanya yang melebar. "Apa? Aku tidak mendengarnya."

𝙎𝙩𝙪𝙘𝙠 𝙬𝙞𝙩𝙝 𝙔𝙤𝙪 | 𝙽𝙾𝙼𝙸𝙽Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang