2.•Dia?•

21 4 0
                                    

"Lan,bu Hellen datang Lan. " Sentakan lengan Daichi menyadarkan lamunan Lany. Bel masuk berbunyi sejak lima menit yang lalu. Kelas sudah ramai dengan penghuni yang berisi murid pintar juga murid bobrok.

Lany adalah salah satu siswi pintar yang beruntung masuk kedalam kelas unggulan. Meskipun terlahir dari keluarga sederhana, mereka tidak mem bully nya karena paras nya yang cantik membuat orang segan akan dirinya.

"Eh, udah masuk? " Tanya Lany saat melihat bu Hellen memasuki kelas, seketika saja kelas menjadi hening.

"Pagi.Tugas kemarin kumpulkan ke depan. " Sapa bu Hellen.

"Yuk kumpul ke depan. "Ujar Daichi lalu berjalan ke meja guru.

Lany mencari bukunya yang ada ditas. Tapi, nihil. Tidak ada buku PR fisika nya. Seingat nya sudah ia masukkan kedalam tas tadi. Apa ketinggalan?

"Siapa yang tidak kumpul?! " Tanya Bu Hellen dengan suara tegas dan wajah garang nya saat semua semua sudah mengumpulkan ke depan tapi bukunya masih kurang.

"Lan,lo udah? " Daichi berbisik.

"Buku aku hilang, gak tau kemana. " Balas Lany berbisik dengan wajah panik.

"Saya hitung sampai tiga,yang belum kumpul,maju ke depan!? "Titah bu Hellen membuat Lany berkeringat dingin.

" Satu.... Dua.... "Tiga orang anak laki laki maju ke depan sambil memasang wajah pasrah.

" Chi? "Lirih Lany seakan meminta bantuan temannya itu. " Maju aja dulu. "Balas nya.

" Ti.... Ga"dan Lany sendiri perempuan yang tidak mengumpul tugas. Ini memang bukan pertama kali ia dihukum karena tidak mengumpul tugas.

"Kenapa nggak ngerjain tugas dari saya? Kalian gak niat sekolah apa gimana sih? " Bentak bu Hellen.

"Lupa bu. "

"Ketinggalan bu. "

"Buku saya hilang bu. "

"Ck.itu terus alasan kalian. Lupa lah, ketinggalan lah. Hilang lah. GAK ADA ALASAN LAIN HAH? " Suara bu Hellen menggelegar di penjuru kelas. Lany terlonjak kaget.ia menelan ludah saat menatap mata wanita berumur itu.

"Saya gak tau ada PR bu. Kemarin gak masuk. " Suara salah satu siswa yang ada di samping Lany membuat pasang mata menatap nya.

"Kamu bisa tanya sama teman.Kalau memang tidak niat mengerjakan tugas dari saya BILANG!  Jangan banyak alasan seperti ini! "

"Kalian semua ambil buku, lalu kerjakan PR kemarin di lapangan!Hari ini harus selesai! Kalau masih ada yang tidak ngumpul, saya akan kosongkan nilai raport kalian. MENGERTI?! " lanjut bu Hellen. Tidak ada yang berani membantah guru terkiller di SMA Prakasa.

Lany dan ketiga lelaki itu keluar membawa buku dengan wajah lesu, tapi sepertinya hanya Lany yang tidak bersemangat. Sebab ketiga lelaki itu malah cengar cengir tak jelas, seolah baru saja mendapat kabar bahagia.

"Hei, nama lo. Melany kan? " Tanya salah satu cowok diantara mereka. Cowok itu mempunyai wajah yang lumayan, tapi tidak dengan penampilannya yang amburadul.

"Iya." Jawab Lany singkat. Ia tak terbiasa jika berinteraksi dengan lawan jenis.

"Kenalin, gue Rangga. Rangga Zenhardi. " Deg. Zen? Nama itu kan? Apa...

"Eh kok lo bengong? Gue ganteng banget ya? " Tanya nya kelewat PD.

Lany tersenyum risih. "Enggak.aku kayak kenal aja sama nama kamu. "

"Aku? Lo gak bisa ngomong pake lo-gue?" Kalau diliat liat,Rangga ini mulai songong dengan wajah sok tampan nya.

"Bukan gak bisa. Cuma, aku lebih nyaman pake bahasa yang lebih sopan. " Ujar Lany dengan maksud menyindir Rangga.

Love For AdmirersTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang