Tandai typo
Lany dan Bian kembali setelah sejaman berlari mengelilingi komplek. Lany masuk kedalam kamar begitu juga Bian untuk membersihkan tubuh mereka.
Didalam kamar Lany tidak mendapati kakak dan juga sahabat nya. Kemana mereka, perasaan tadi masih molor sambil ngiler.
Tak ambil pusing Lany lebih dulu masuk ke kamar mandi, tubuhnya sangat gerah dan penuh dengan peluh. Setelah selesai, Lany pergi mencari kakak dan sahabat nya dengan tubuh segar.
"Kemana sih kak Marlin sama Daichi? " Batin Lany kesal. Pasalnya ia sudah ke ruang tamu juga ke ruang keluarga, tapi mereka masih tidak ditemukan.
Samar samar ia mendengar gelak tawa dari arah dapur, seketika kaki nya melangkah ke asal suara. Dan benar saja, dua gadis yang dicarinya ada di sana sedang membantu Bi Ningsih memasak.
"Bi, ini udah mateng kan? " Tanya Daichi tak sadar dengan kehadiran Lany yang membelakangi nya.
"Iya non, tinggal diangkat aja. " Balas Bi Ningsih yang kembali fokus mengulek cabe. Sedangkan Daichi mengangkat ikan menggunakan saringan minyak.
"Ekhem, dicariin dari tadi ternyata disini, kakak sama Daichi gak mandi ya? Bangun langsung nyari makan, dasar! " Sindir Lany membuat Marlin, Daichi dan Bi Ningsih menoleh serentak.
"Kamu habis dari mana? "Tanya Marlin.
Sedikit gugup Lany menjawab. " Habis joging, "
"Joging, sendiri? Kok gak ngajak ngajak sih lo? " Ujar Daichi.
"Ya habis kamu masih tidur, kakak juga. Yaudah aku pergi aja sendiri, " Ucap Lany sedikit bohong.
"Sendiri dari mana, kita kan tadi perginya berdua. " Sahut suara seseorang dari belakang Lany. Lany terkejut lalu menoleh dan mendapati Bian yang berdiri dengan wajah yang segar.
"Berdua? Kalian? Oowh gue tau, kalian udah jadian ya? " Tanya Daichi lesu pada kalimat terakhir.
"Eh enggak kok Chi, kita gak ada apa apa, cuma joging aja. Suer, itupun aku dipaksa sama mas Bian. " Jelas Lany.
Marlin tersenyum menggoda melihat raut gugup adik nya. "Masa sih Lan, kamu yakin? Bian sama Zen kan satu raga. Kalo kamu suka Zen berarti suka juga dong sama Bian, "
"Apasih kak, ya enggaklah. " Bantah Lany. Tak tahan digoda dan ditatap aneh oleh Marlin dan Bian. Lany pergi ke kamar nya.
Bian hanya tersenyum tipis. Sangat tipis. Melihat tingkah Lany.
"Sepertinya kalau Zen suka,saya juga akan suka sama kamu. " Batin Zen.
-LFA-
Siang harinya Lany dan kedua gadis beda usia itu berkumpul duduk di gazebo belakang rumah Bian. Alasannya karena bosan. Bian sedang keluar rumah mengurus pekerjaan nya. Mereka yang sudah meminta izin kepada Bian pun memilih bersantai di gazebo yang didepannya terdapat kolam renang lumayan luas.
"Kak, kita mau berapa lama lagi disini? Eh iya, Daichi nanti gak dicariin sama mama papa kamu? " Tanya Lany menatap Daichi yang sedang mencelupkan kaki nya di dasar air kolam.
Daichi nampak biasa saja. "Santai aja, bonyok gak bakal khawatir kalo gue gak ada, mereka palingan lagi sibuk sama kerjaan daripada nyariin gue." Ujar Daichi memasang fake smile.
Lany prihatin. Ia cukup tau masalah hidup Daichi yang penuh dengan kemewahan namun minim kasih sayang.
"Nanti kakak coba ngomong sama Bian, ga mungkin juga kalian kelamaan ga masuk sekolah. " Ujar Marlinda mengalihkan suasana.

KAMU SEDANG MEMBACA
Love For Admirers
Teen FictionMelany Afrananda. Gadis biasa dengan wajah lugu nan memesona. Kehidupan sederhana yang awalnya tentram kini menjadi tidak tenang sejak datangnya seorang lelaki yang mengaku pengagum nya sejak lama. Lelaki yang selalu mengirimkan SMS,dan mengawasiny...