Lany membuka matanya dengan pelan. Kepala nya sangat pusing dan berat. Nafas nya pun seperti sesak saat mengetahui mulutnya dilakban. Ia menoleh kesamping dan menemukan Daichi dan Marlin yang tak sadarkan diri dengan keadaan yang sama dengan nya.
"Ehmm ehmm mmmm.. " Gumam Lany berusaha membangunkan Daichi dan Marlin dengan suara dan gerakan tubuhnya.
Ia mengingat-ingat apa yang terjadi dengan nya sebelum seperti saat ini.
Mobil yang ditumpangi tiga gadis dan lima orang pria berbaju hitam itu berjalan dengan kecepatan rata-rata. Lany sempat curiga saat jalan yang dilewati nya bukan menuju kantor polisi daerah rumahnya.
"Pak, kayaknya Bapak salah jalan deh, ini udah kelewat jalannya. " Marlin membuka suara karena beliau pun merasa ada yang tidak beres di sini.
Pria yang sedang memegang setir mobil itu hanya diam dengan smirk nya. Ia menambah kecepatan mobil nya. Lalu pria yang ada disamping nya membuka suara.
"Kami memang tidak membawa kalian ke kantor polisi disini, kita langsung ke kantor yang ada di jakarta. Maaf tidak memberi tahu sebelumnya. " Ujar pria dengan kumis tebal itu.
"Tapi, barang barang kami masih ada di rumah lama kami,"Ujar Lany.
"Oh untuk masalah itu anak buah saya sudah mengurusnya, kalian tidak perlu cemas. " Ujar pria itu.
Marlin dan Daichi mengangguk sementara Lany memicing mata, masih curiga dengan gelagat bapak bapak ini.
Mobil berhenti di depan rumah makan sederhana. "Karena perjalanan lumayan panjang, sebaiknya kita makan dulu, " Ajaknya. Lalu mereka semua berjalan keluar.
Lany duduk diapit Daichi dan Marlin. Didepan mereka ada tiga bapak bapak. Sementara dua lagi pergi memesan makanan di kasir.
Makanan datang dengan berbagai menu. Lany memilih minum es teh lebih dulu yang nampak segar karena tenggorokan nya terasa sangat kering. Sementara sahabat dan kakaknya itu diam menikmati makannya.
Beberapa saat Lany menguap begitu pula dengan dua gadis di samping nya. Perlahan kepala mereka jatuh keatas meja kayu dan semuanya menghitam setelah itu. Lany tak mengingat apapun lagi.
Dalam hati Lany bertanya tanya, apa maksud semua ini? Siapa mereka? Apa masalah mereka dengan Lany?
Lany masih berusaha membuka tali ditangan nya. Tapi, tetap saja itu hanya sia sia.
Tak lama setelah itu pintu gudang terbuka menampilkan sosok cowok dengan tubuh tinggi tegap berjalan kerah nya. Perlahan saat cahaya menerangi cahaya, Lany dapat melihat wajah cowok itu.
"Siapa kamu? " Tanya Lany. Beberapa detik yang lalu Lany sempat terpana dengan wajah cowok itu. Tapi dengan cepat ia menormalkan ekspresi nya.
"Tenang, saya orang yang mau nyelametin kamu. " Ujar cowok itu dengan suara seksi nya. Ia mendekati Lany, lalu membuka tali yang mengikat kaki dan tangan Lany menggunakan pisau lipat.
"Nye.. Nyelametin aku?" Tanya Izi masih tak percaya. Bagaimana tidak beberapa jam yang lalu ia diculik dan sekarang sudah ada yang menyelamatkan nya? Tidakkah itu aneh?
"Iya, " Jawab cowok itu menatap Lany. Deg. Ditatap begitu lembut membuat jiwa baper nya berontak. Lany seperti tak asing dengan mata itu.
"Ini dimana? Dan dari mana kamu tau aku diculik? "
"Nanti saya jelaskan. " Ujar nya.
"Saya harus bawa kalian keluar sebelum orang orang yang memburu kalian datang. " Lanjutnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Love For Admirers
Fiksi RemajaMelany Afrananda. Gadis biasa dengan wajah lugu nan memesona. Kehidupan sederhana yang awalnya tentram kini menjadi tidak tenang sejak datangnya seorang lelaki yang mengaku pengagum nya sejak lama. Lelaki yang selalu mengirimkan SMS,dan mengawasiny...