07. Amanah

33 3 0
                                    

Sekuy....!
Typo kasih tau guys:')

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Pukul 16:26, setelah menunaikan ibadah sholat ashar. Hanna berniat memasak sesuatu di dapur. Sudah menjadi kebiasaan Hanna untuk menyiapkan makan malam sebelum bundanya pulang.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya di cafe, dan menggantikan Heru menjadi go food dadakan. Hanna pulang kerumah tepat pukul 15:00 wib.

Tapi ada yang aneh, Hanna masih berada dikamar dan bundanya juga belum pulang dari supermarket. Tapi mengapa sudah tercium bau masakan yang mengunggah rasa lapar.

Tak butuh waktu lama, Hanna turun dengan terburu-buru. Ia hanya memastikan kalau-kalau hidungnya bermasalah. Belum selesai ia menuruni tangga, Hanna sudah seperti mendapat kejutan besar. Bagaimana tidak,terlihat sepupunya sedang merampok cemilan-cemilannya ditambah lagi posisi tidurannya yang menguasai sopa ruang keluarga dengan kepala menghadap kelantai Dan kaki yang berada di sandaran sopa.

Belum cukup terkejutnya, suara cempreng milik tantenya sudah menyapa.

"Hanna.., tante Kira kamu tidur jadi tante masak dulu. Oiya Bunda kamu kan belum pulang makanya tante langsung kesini deh Sama Raja."

Wanita yang berstatus sebagai istri dari omnya ini memang sering berkunjung kerumah, bahkan menginap bersama dengan memboyong anaknya yang bernama Raja itu.

"Tante emy kapan kesininya, kok Hanna nggak tau?" Hanna menyusul bibinya itu dan berniat membantunya.

"Sekitar jam setengah empat, tadi Bunda kamu telepon nyuruh kesini. Jadi tante cus aja" cengir wanita yang lebih tua dua tahun dari bundanya itu.

"Kamu duduk aja Sana, tante bisa sendiri. Nanti kalo tante capek baru kamu yang gantiin ya?" Ucapnya menambahkan.

Hanna menggelengkan kepalanya, tinggkah tante emy memang sangat di luar dugaan. Jika first impression kalian akan melihatnya sebagai wanita aggun, Ramah, dan berwibawa. Maka ketahuilah sifat aslinya sangat bertolak belakang dan diluar dugaan bahkan tergolong kocak.

Hanna membiarkan bibinya sibuk di dapur, ia tidak ingin berdebat jadi lebih baik ia menuruti perkataannya saja dan berjalan ke arah sopa ruang keluarga.

Disana sudah terlihat jelas penampakan sepupunya. Hanna hanya duduk disampingnya dan menatap lurus ke arah televisi tanpa menyapa laki-laki satu tahun di atasnya itu.

"Assalamu'alaikum"

Sontak semua pasang mata menoleh ke arah pintu. Bersamaan dengan munculnya seorang wanita cantik dengan dua buah plastik belanjaan di kedua tangannya.

"Wa'alaikum Salam, bundaaa!..." Hanna berteriak menyambut kedatangan ibunya. Membuat Raja terkejut, dan akhirnya tersedak kue nastar hasil rampasan dilemari cemilan sang sepupu.

"Hanna!? Kamu kebiasaan deh, liat tuh Raja sampe keselek gara-gara denger suara kamu". Tegur sang Bunda. Sementara yang di tegur hanya cengengesan.

"Gila Han, lo mau bikin gue mati muda apa!?"

Raja mengungkapkan kekesalannya sambil minum air putih namun bukannya meminta maaf dengan baik. Hanna justru langsung membawa belanjaan bunda ke mini bar di dapur.

"Hehehe.. maaf bang, lagian Salah sendiri makannya nggak bener"

"Gue kaget woy!"

"Iya iya maaf, yang waras ngalah."

SunshineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang