Suga dan Woojin sudah bergegas,ini pertama kalinya ia berburu pada malam jam yang masih ramai orang,ia bertekad untuk ini yang terakhir kalinya.
Wajah percaya diri suga sungguh ditakuti Woojin,sendari tadi ia hanya memperhatikan suga seraya memakai sarung tangan hitam miliknya,ia pun berdehem
"Kau yakin ini suga?" tanya Woojin pelan.
Sekarang mereka sedang berada dikamar Suga,ia berkemas disana agar bersamaan dengan Yuna yang pergi bersama Umji,Suga yang mendengar pertanyaan Woojin pun hanya menunduk dan berkata.
"Inilah akhirnya,kau benar.Karma memang ada,dan sekarang aku harus menerima karma ku" suga memakai tas yang berisi perlatan miliknya dan juga tak lupa ia memakai kalung kunci dan gemboknya.
"Kau sudah berjanji untuk selalu berada disampingku,tapi sekarang kau malah berniat ingin menyusul kedua orang tuaku,aku harus bagaimana?" lirih Woojin,Suga tentu saja tidak tega dengan apa yang ia tekat kan ini,ia pun mengelus pelan rambut Woojin.
"Ayolah,jangan jadi anak cengeng.masih ada Yuna dan kau harus jaga adik kecilku!ajarkan dia hal yang baik,aku percaya padamu untuk menganggantikan posisi ku dikeluarga ini"
Pecah,Woojin menangis dan langsung memeluk Suga.ucapan yang diluar pikirannya terucap olehnya,ini seperti perpisahan yang amat mengerikan.
"Ya!aku menyayangimu suga!"
+00+
Ditempat duduknya,Donghyun yang asik memainkan dadunya pun terhenti saat Taehyun datang padanya dan menghadapnya,ia pun menatapnya bingung dan berucap-
"Adaapa!" tanya Donghyun
Taehyun menatap takut tuannya ini,ia pun memberanikan diri "Tu-tuan ma-maaf.tapi saya dapat info kalau Suga dan Woojin sebenarnya sudah mendapatkan Kalung yang kau incar"
Brakk!
Entah kenapa Donghyun merasa dihianati oleh kedua suruhannya,mereka semua adalah anak buah Donghyun tapi kenapa suga tidak memberikan apa yang disuruh?Emosi Donghyun memuncak dan ia pun bangun dari duduknya.
"Temukan aku dengan suga!"
+00+
Suga dan Woojin sudah berada dijalan menuju rumah kediaman Keluarga Kim,sejak tadi Yuna sudah membawa Umji untuk pergi dan menjauh,itulah perintah Suga yang dituruti oleh Yuna.
Ia berjalan dengan santainya,beda dengan Woojin yang masih takut akan apa yang terjadi nanti,ia selalu saja menekan-nekan jari-jari tangannya,sungguh ia sangat takut.
"Suga,tarik saja Janjimu dan lupakan itu.ayo kita hidup dengan baik" ucap Woojin,Suga pun tidak mendengarnya ia hanya berjalan didepan Woojin dan enggan untuk sejajar dengannya.
Percayalah sekarang Suga tengah menangis,ucapan Woojin membuat ia tidak percaya diri,tapi inilah yang diucapkan Rapmon bahwa Janji harus ditepati.apapun yang akan terjadi padanya ia akan melakukannya.
Sampai akhirnya ia dihalangi,oleh kedua orang bertubuh besar didepannya
"Siapa kalian!" teriak Suga,mereka hanya tertawa dan Woojin yang mendengarnya pun mengumpat ditubuh Suga.
Saat itu seorang kakek tua datang,dengan kayu tuanya ia mengetok-ketok aspal jalanan,seraya menggerakkan kedua kalung yang sama persis dengan milik suga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dendam|SumJi [END]
De TodoDENDAM?HAHA KAU TAU KAN BAHWA ITU KATA2 YANG SERING DIRASAKAN OLEH SEMUA ORANG YANG PERNAH MERASAKAN SAKIT HATI YANG MENDALAM! BUKAN KARNA PUTUS CINTA ATAUPUN BULLYAN YANG KU DAPATKAN,AKU DENDAM HANYA KARNA AKU MELIHAT KEJADIAN DIMANA IBUKU TERIAK S...
![Dendam|SumJi [END]](https://img.wattpad.com/cover/211648770-64-k495790.jpg)