Boemgyu terkejut saat sirene polisi berbunyi nyaring didepan rumahnya,ia cepat-cepat keluar dan terkejut karna suga sudah tidak ada,dan dua algojonya pun tidak menjaga.
Ia mencari arah,sirene yang terus-terusan teriang-iang membuatnya panik,ditambah keringat yang bercucuran.
Disaat itu ia mendengar gedoran dari pintu kamar irene,ia cepat membukanya dan ternyata itu adalah algojo yang ditugasi untuk menjaga suga.
Karna geram,ia menghantam kedua algojo tersebut!"dasar bodoh"
Saat pintu sudah terdobrak,Terlihat Youngmin dan Seokjin disana,Boemgyu pun segera berlari melewati belakang rumah.
Dikepung,disana sudah ada Yeonjun yang menyodorkan pistol tepat pada wajahnya,ia mengangkat kedua tangannya dan segera diborgol.
Seokjin mencari suga kesetiap ruangan,ia meneriaki nama 'suga' tapi tidak ada balasan,ia mulai panik,dan ia membuka ruangan.dimana Heuningkai digantung disana.
Seokjin menutup mulutnya,tidak percaya akan apa yang ia lihat.ia segera keluar dan mencari suga kembali.
Disana,Suga perlahan turun dari loteng yang tidak pernah disadari adanya tempat itu.bersamaan dengan irene,Seokjin langsung saja memeluk suga.
"Ayah" Suga menangis,entah karna ia takut atau karna cerita irene?entahlah sepertinya ia sedang emosional.
"Suga,kamu gak apa-apa nak?" tanya seokjin seraya menyentuh semua tubuh anaknya ini,suga hanya menggeleng.
Disisi lain,irene menatap ayahnya tengah dibawa oleh polisi yang masih disodorkan pistol.ia menangis,menjatuhkan air matanya karna melihat ayahnya,saat ini Irene tidak memiliki siapapun.
"Irene,yang sabar" Youngmin mengelus pundak irene,dengan ledakan emosinya irene memeluk Youngmin dan menangis dibekapannya,pecah sudah.
Youngmin membalas pelukannya dan mencoba menenangkannya "terimakasih"
Saat itu suga ingat,Heuningkai!dimana dia?suga melepas pelukan ayahnya dan terus berlari mencari Heuningkai disetiap ruangan yang ada.
Saat ada pintu merah,yang sedikit terbuka Suga mendekat.perlahan ia buka dan ia segera menutup mulutnya tidak percaya.
Heuningkai yang sudah pucat dengan darah disekeliling mulutnya dan juga mata yang terbuka lebar mati dengan mengenaskan.Leher yang tertarik oleh tali juga menambah kepediham diakhir hidupnya.
Suga menggeleng tidak percaya "Paman,Woojin" suga terjatuh,ia tak tahan melihat semuanya.ternyata seperti ini rasanya melihat orang yang sudah kita anggap dekat mati dengan mengenaskan.
Ia pun segera menghubungi woojin,menekan nomor dilayar ponselnya.
+00+
Woojin sedang menatap sayu mayat ibunya,tergeletak diranjang putih yang sudah ditutupi kain diwajahnya.Belum sempat ia mempersatukan lagi ayah dan ibunya,kejadian ini sudah terjai.
Ia tidak kuat,derita yang ia rasakan sudah cukup sulit ia jalankan.begitu berat takdir yang ia dapatkan,sungguh malang nasib woojin yang ditinggal langsung oleh kedua orang tuanya.
Saat ponselnya berdering,ia pun segera mengangkatnya.
"Halo suga?kau sudah selamat" Woojin tersenyum tipis.
Saat suga menjawab,lagi-lagi ia tercengang.kabar yang suga berikan sungguh menyayat hati woojin.didepannya kini sudah ada mayat ibunya,apa dia harus mendengar mayat lagi?
Ia membanting ponselnya,tangisan juga tak tahan ia tampung,terjatuh karna lemas juga ia rasakan,tidak kuat atas karma yang menimpahnya begitu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dendam|SumJi [END]
RandomDENDAM?HAHA KAU TAU KAN BAHWA ITU KATA2 YANG SERING DIRASAKAN OLEH SEMUA ORANG YANG PERNAH MERASAKAN SAKIT HATI YANG MENDALAM! BUKAN KARNA PUTUS CINTA ATAUPUN BULLYAN YANG KU DAPATKAN,AKU DENDAM HANYA KARNA AKU MELIHAT KEJADIAN DIMANA IBUKU TERIAK S...
![Dendam|SumJi [END]](https://img.wattpad.com/cover/211648770-64-k495790.jpg)