Mata yang mulai bergerak,menandakan ia akan membuka kedua matanya dari tidur singkatnya,membuat woojin serta suga yang sudah bosan menunggu senang.
Yang menjadi mainan kecilnya akhirnya bangun juga,bagaimana pun woojin tidak sabar untuk mencabik-cabik wajahnya.
Suga memberi isyarat kepada woojin,Saat ini jarak suga antara mangsanya ini cukup jauh,Sudah sepakat bahwa suga tidak akan membunuhnya,ia memberi woojin mainan untuk mencobanya.
Sang mangsa mulai membuka kedua matanya,pandangan kabur ia fokuskan kesatu arah,pertama ia lihat adalah lelaki berkulit sawo matang dengan gigi gingsulnya sedang menatapnya.
Ia sungguh terkejut,kegaduhan dalam dirinya terbuat sudah,ia mencoba menggerakkan badannya tapi sudah terlanjur diikat oleh suga.
Ia pun berteriak "siapa kalian!" teriaknya.
Woojin menatap Suga,suga hanya tertawa dan menggeleng "Lihatlah,Kita akan terkenal jika membunuh Woojin,Kau dengarkan Dia bertanya siapa kamu,mungkin dia ingin menjadi salah satu fansmu" Suga tertawa sambil menggeleng.
Woojin ikut tertawa "Tenang lah,Kita hanya ingin bermain,biasa menghilangkan kebosanan" Woojin mengangkat alisnya,membuat mangsanya lebih takut dari sebelumnya.
Keringat mulai bercucuran,Jantung yang terus berguncang membuat rasa takut bertambah "Tolong lepasin aku,aku Mohon aku masih mau hidup" ia menangis.
Woojin lagi-lagi menatap Suga,Balasan suga hanya gelengan,tangan mengisyaratkan untuk cepat-cepat memulai aksinya.
"Baiklah aku akan memulai dengan jari kakimu" Woojin menunjukkan pisau yang diberikan suga,ia tersenyum sambil memainkan pisau kecilnya membuat mangsa kembali berkeringat.
Woojin berjongkook,Tangannya sedang mengelus jari-jari kaki yang kukunya berwarna biru laut,ia menggeleng "astaga indah sekali" ucap woojin,tanpa basa basi ia langsung memulai aksinya.
Memotong jari dengan tenaga yang cukup banyak,Darah yang sekarang keluar entah kenapa membuat gairah woojin bertambah,histeris dari sang mangsa membuat woojin terasa dinyanyikan iringan lagu kematian.
Woojin tertawa "ini menyenangkan" teriaknya,Putus.jari kelingking yang kecil sudah terputus,Woojin melemparkan kesegala arah dan memulai kejari selanjutnya.
Suga yang melihatnya tersenyum layaknya ayah yang senang anaknya menjadi pintar,beda dengan wendy sang mangsa yang tak ada habisnya untuk menangis,ia tak kuat.kakinya mati rasa tapi kenapa rasa sakitnya begitu menyiksa?
Sudah empat jari yang woojin Potong,satu lagi kaki kiri sudah tidak memiliki jari kaki,Woojin sangat bahagia menjalankan permainan ini,Benar kata suga ini sangat menyenangkan.
Perlu waktu lama untuk memotong semua jarinya,Setelah selesai semua woojin bangkit,jari terakhir ia lempar kearah suga,ia tersenyum bahagia.
"Apa lagi?" tanya Woojin,Suga melempar lagi jari yang tadi woojin lempar "sudahlah,ini wanita langsung gorok saja lehernya,tapi perlahan" Suga tersenyum jahat,woojin mengangguk.
Ia mengambil kapak yang sudah berkarat,ini sengaja disiapkan untuk permainan yang lebih menantang,tentang lelah atau tidaknya seengganya ini membuahkan hasil.
Woojin menyiapkan dirinya,melihat wendy yang sudah berkeringat,dan bibir yang sudah pucat membuat woojin kembali bergairah.
Air mata yang sudah banyak merembes dipipinya,membuat woojin juga ingin menghabiskan air mata yang tersisa karna ini penutupan akhir hidupnya.
Wendy menggeleng "to-tolong aku,ja-jangan gunakan benda itu,la-langsunglah bunuh aku" wendy sudah diambang kematian sepertinya.
Suga yang melihat nya pun menggeleng,sudah sering ia dengarkan kata-kata terakhir mangsanya seperti itu,tapi?bukannya itu tidak akan seru?
KAMU SEDANG MEMBACA
Dendam|SumJi [END]
De TodoDENDAM?HAHA KAU TAU KAN BAHWA ITU KATA2 YANG SERING DIRASAKAN OLEH SEMUA ORANG YANG PERNAH MERASAKAN SAKIT HATI YANG MENDALAM! BUKAN KARNA PUTUS CINTA ATAUPUN BULLYAN YANG KU DAPATKAN,AKU DENDAM HANYA KARNA AKU MELIHAT KEJADIAN DIMANA IBUKU TERIAK S...
![Dendam|SumJi [END]](https://img.wattpad.com/cover/211648770-64-k495790.jpg)