26-(bebaskan.)

102 14 1
                                        

Woojin sudah diluar rumah,tengah berpamitan dengan yuna karna ia ingin menjenguk ibunya dirumah sakit.

Memang sendari tadi telfon dari nomor yang tidak dikenal terus menghubunginya,tapi sayangnya ponsel Woojin di silent jadi ia tidak tau.

"Yuna,aku pamit ya" Ucap Woojin sambil tersenyum,semenjak berbagi cerita dengan Yuna.Woojin merasa sedikit lega dan ia akan meminta maaf kepada ayahnya.

Asal ia tau bagaimana nasib ayahnya saat ini.

Yuna mengangguk "hati-hati ya,dan ingat pesanku.minta maaf adalah hal utama" Yuna memukul pelan pundak woojin.

Woojin hanya mengangguk dan kembali tersenyum "aku akan meminta maaf" Ia pun pergi beranjak untuk meninggalkan Yuna.

Yuna menatap woojin lekat,sampai punggungnya tak terlihat "Haa~ini benar-benar cinta"

+00+

Sirene polisi yang dihasilkan oleh Mobil yang Yeonjun kendarai membuat kebisingan tersendiri,Disepanjang jalan Seokjin dan Youngmin merasa gelisah.

Yeonjun yang menatap bingung pun bertanya "adaapa dengan anakmu?kenapa ia diculik?apa penculiknya meminta tebusan?" tany Yeonjun.

Seokjin pun tidak bisa menjawab,kecemasan terhadap anaknya membuat ia tidak bisa fokus pada keadaan.

Alhasil Youngmin yang menjawab "Tidak tau,tapi yang jelas penculiknya pembobol bank" penjelasan Youngmin membuat Yeonjun terkejut.

"Apa?Boemgyu?" tanya Yeonjun dengan tanggapan terkejutnya.

"Kau mengenalnya?" Pertanyaan Youngmin diangguki Yeonjun.

"pihak polisi memang sedang mengincarnya,Tapi sampai saat ini belum juga kami dapatkan" Jelas Yeonjun.

Yeonjun kembali memfokuskan setirnya,Seketika Hening.suasana gelapnya bulan malam membuatnya menjadi semakin bergemetar.

Seokjin yang sendari tadi tidak bisa diam pun seketika mengingat sesuatu,Ia kembali mengingat dimana woojin teman suga datang padanya dengan nafas yang tidak beraturan dan?tangan yang penuh darah.

Apa seokjin menyadarinya?

+00+

Sampai sudah,Woojin dirumah sakit yang memang sangat sepi,ia menyelusuri kooridor rumah sakit yang senyap tanpa suara sedikitpun.hanya lekat sepatunya  yang bergema.

Woojin melihat lagi tangannya yang masih penuh darah,ia tersenyum "Baiklah ini yang pertama dan yang terakhir" Woojin kembali fokus pada jalannya.

Saat sampai dikamar ibunya,betapa terkejutnya ia jika ibunya tidak ada diranjangnya,ia mulai panik dan berlari untuk mencari siapapun yang tau kebenaran ibunya.

"Ibu?" Teriak Woojin,kali ini tidak hanya suara jejak sepatu,melainkan teriakan woojin yang ikut bergema.

Ia terus berlari,membuka setiap kamar pasien yang memang hanya ada anggota keluarga pasien.

Dan akhirnya ia bertemu,Dokter yang keluar dari kamar mayat sedang mendorong ranjang beroda menuju arahnya,woojin pun cepat-cepat menghampirinya.

"Dok?" panggil Woojin,ia pun terkejut dan menghela nafas

"Hei kau,sudah kuhubungi kenapa tidak dijawab?" tanyanya langsung membuat Woojin bingung.

Dendam|SumJi [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang