Layaknya orang kesetanan, Taehyung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mencoba menyalip beberapa mobil lainnya dan menimbulkan suara klakson protes dari para pengemudi lain. Sesekali ia mengumpat saat melihat mobil lain menghalanginya, tak memberinya jalan.
"Ah, sial." rutuknya.
Taehyung lantas menarik paksa pelantang di kedua sisi telinganya, lalu melempar benda persegi itu ke samping kemudi sambil mengerang kecil.
Tak sabaran, Taehyung kemudian menekan klaksonnya dengan membabi buta. Membuat mobil yang berjalan tenang di depannya sedikit menyingkir. Melihat celah itu, segera ia menekan pedal gasnya.
Taehyung sampai lima belas menit kemudian.
Tergesa-gesa, Taehyung turun dari mobilnya. Melangkah dengan lebar memasuki kantornya. Ia bahkan tidak membalas beberapa sapaan dari para pegawainya yang melintas di sepanjang lorong. Tungkainya bergerak cepat menuju sebuah ruangan yang terletak tepat di samping ruangannya.
BRAK!
Yang di dalam ruangan itu kontan langsung menegakkan tubuhnya kala melihat sosok bosnya berdiri dengan napas tersengal menatapnya tajam.
"Apa... istriku tadi mencariku?!"
Yang ditanya hanya bergeming menatap lurus.
"Lisa! Jawab aku!"
Lisa mengangguk.
Melihat itu, Taehyung menjilat bibirnya dengan resah. "Apa yang dia katakan?"
"Dia hanya titip salam padaku jika dia ke sini untuk mengajakmu makan siang di luar....
tapi dia bahkan tidak tahu apa yang dilakukan suaminya.... dibelakangnya." Lisa menatap tajam Taehyung ketika menekankan perkataan terakhirnya.
"Dengar, Lisa..." Taehyung membalas tatapan tajam wanita itu. "Aku tidak ingin kau melebihi batasanmu, mengerti?"
"Apa kau takut?" Lisa terkekeh sinis.
Taehyung bungkam.
"Apa yang kau inginkan?"
Lisa menaikkan satu alisnya. "Aku bukan seperti Jisoo yang bisa kau sogok."
Taehyung mengeraskan rahangnya tanpa disadarinya. "Kau tahu konsekuensimu jika hal ini sampai bocor."
"Ya, dan aku terus bungkam bukan karena aku takut kau pecat, Taehyung. Tapi... Aku hanya ingin melindungi temanku. Melindungi Jennie." ujar Lisa tanpa sedikitpun merasa tertekan.
"Putuskan Jennie jika kau hanya ingin main-main saja dengannya, Taehyung-ssi." pungkas Lisa.
Usai mengatakan itu, ia kembali duduk dan menekuri dokumen ditangannya.
Mengabaikan Taehyung yang kini tengah mengeraskan rahangnya di tempat.Lisa lantas melirik sekilas pria itu yang masih berdiam diri. Seolah menahan kekesalannya di sana. "Pergilah. Tak ada yang ingin ku bicarakan lagi denganmu, sajang-nim. Dan... tolong ingat perkataanku tadi. Aku tidak main-main dengan ucapanku."
Tak merespon hal itu, Taehyung berbalik pergi dengan menggertakkan giginya. Dia merasa marah atas ucapan lancang asistennya itu, juga merasa bingung bersamaan. Taehyung merasa terbebani.
Baru saja ia melangkah, Taehyung
dikejutkan dengan kemunculan seseorang tepat di depan pintu. Melempar senyum miring ke arahnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
The World Of The Married (TAERENENNIE)
Fiksi Penggemar[M] 18+ "Ayo kita bercerai!" "Apa salahnya jika aku jatuh cinta kembali?!" "Aku tidak pernah berharap banyak padamu. Pergilah pada istrimu, kembali. Lupakan aku." #3 on Taennie (22-06-2020) #6 on Taennie (28-12-2020) #22 on Taennie (21...