Bahkan hujan saja tau kapan ia harus turun. Seolah mengisyaratkan "jika itu membuatmu lega, menangislah! tugasku disini adalah untuk menyembunyikannya"
.
.
.
.
"Ky gue mau ngomong sesuatu"
"Apa?mukanya jangan serius gitu, tambah jelek"
"Tapi mungkin ini bakal bikin Lo benci sama gue" ucap Alya sambil menundukkan kepalanya, pikirannya terus bertanya-tanya apakah ia harus mengatakan ini kepada Rizky?
"Bilang aja, gue gabakal marah ko apalagi benci" ujar Rizky seraya menyelipkan anak rambut Alya yang tanpa sengaja menutupi wajah cantik yang terlihat serius itu.
"Gue.."
"Gue mau.."
Jantung Alya berpacu lebih cepat dari biasanya, tanpa disadari Alya memainkan ujung bajunya tanda ia sedang gugup, sedangkan pria yang ada dihadapannya terus menatapnya dengan intens.
"Gue mau kita jaga jarak" akhirnya Alya mengatakannya dengan ragu-ragu tanpa menatap kearah Rizky dan terus memainkan ujung bajunya. Rizky membulatkan matanya dengan sempurna, setelah mendengar satu kalimat singkat itu.
"Lo harus prioritasin Diva ky, gimana kata orang kalo kita terus-terusan nempel kaya gini, gue gamau dibilang perusak hubungan orang" jelas Alya
"Kenapa tiba-tiba?" ujar Rizky dengan nada yang dingin, baru kali ini Alya melihat Rizky se serius ini.
"Ky gue udah pikirin ini dari jauh-jauh hari. Terus liat Lo sama Diva kemaren berantem cuma gara-gara hal sepele, itu buat gue makin yakin buat bilang kaya gini" Alya sengaja beralibi karna jika mengatakan yang sebenarnya itu akan semakin membuat rumit.
"Al, ko Lo tiba-tiba jadi gini si? mana bisa gue ga peduli sama Lo! Sebelum gue pacaran sama Diva, kita udah lebih dulu jadi sahabat! " Rizky menggenggam tangan Alya dan menatap manik coklat yang sedari tadi tidak ada keberanian untuk balik menatapnya. Rizky yakin pasti telah terjadi sesuatu sampai Alya seperti ini! "Bahkan kalo Lo mau gue bisa putusin diva sekarang juga!" Lanjutnya.
"Jangan ky, ini permintaan gue please.. gue cuma gamau dipandang jelek sama orang. Gue harap, Lo sekarang fokus sama Diva ya.. jangan peduliin gue lagi" Alya melepaskan genggaman Rizky kemudian menepuk pundaknya pelan sambil tersenyum. Setelah itu Alya berjalan meninggalkan Rizky yang masih bergelut dengan pikirannya. Alya terus melangkahkan kakinya tanpa tau arah, sepertinya tak ada tanda-tanda Rizky mengejarnya dan itu membuat Alya sedikit kecewa.
Alya kembali melihat langit tanpa menghentikan langkahnya. entah kemana langkah ini akan membawanya pergi. Bintang yang semula terlihat indah perlahan tertutup awan hitam pertanda hujan sebentar lagi turun. Tapi nyatanya hujan lain datang tanpa permisi, hujan yang menetes dari sudut matanya. Sial!
Satu dua tetes air hujan mulai Alya rasakan diikuti oleh tetesan lain yang semakin deras. Syukurlah malam ini hujan, setidaknya orang yang berlalu lalang itu tidak menyadari bahwa ada seorang gadis yang sedang menangis dibawah guyuran hujan. Menyedihkan sekali! Langkah Alya terhenti, kaki Alya rasanya tidak bisa ia langkahkan lagi, mungkin terlalu lelah seperti hatinya saat ini. Sampai akhirnya seorang pria berdiri tepat disampingnya sambil membawa payung merah yang cukup menahan agar hujan tidak membasahi tubuhnya yang sedari tadi sudah basah kuyup. Tidak ada percakapan, mereka hanya saling bertatapan, payung merah yang seakan menjadi saksinya. Diiringi suara rintik-rintik hujan yang sendu. Cukup lama, sampai akhirnya pria itu mengeluarkan suaranya.
"Oke! gue bakal lakuin permintaan Lo tadi, tapi bukan sekarang" Alya hanya mendengarkan tanpa ingin menjawab nya.
"Jadi izinin gue malam ini buat nemenin Lo" lanjutnya yang membuat hati Alya kembali menghangat, desiran aneh itu kembali menjalar ke seluruh tubuhnya. Rasanya, Alya semakin emosional sampai air matanya kembali mengalir. "Kenapa Lo sebaik ini ky? Gue makin bingung gimana caranya ngelepas Lo" batinnya.
Tangis Alya semakin pecah ketika pria itu mendekapnya erat tanpa aba-aba. "Gue gabisa liat Lo ujan ujanan gini" ucapnya tanpa melepaskan pelukan itu, gabisa liat alya ujan ujanan? Tapi payung yang ia bawa tadi sudah ia lempar ke sembarang tempat, yup mereka berpelukan dibawah derasnya hujan. Huh bodoh! "Makanya gue ikutan" ucapnya seperti tak ada beban, membuat Alya terkekeh disela tangisannya.
Cekrek...
🌼🌸🌼🌸
Keesokan harinya
Alya terbangun dari tidurnya, masih terngiang di telinganya ketika Rizky mengatakan...
Flashback On
Semalam Rizky mengantar Alya pulang. Tidak ada percakapan dalam perjalanan. Keduanya hanya bergelut dengan pikiran masing-masing. Sampai akhirnya mereka sampai di depan apartemen Alya. Tapi tidak ada tanda-tanda Alya untuk turun sampai Rizky mengeluarkan suaranya yang membuat Alya sedikit tersentak. Ternyata Alya melamun.
"Makasi ya ky" ujar Alya seraya melepas seatbeltnya.
"Tunggu" Rizky mencekal lengan Alya sambil menatapnya dalam seolah mengabsen setiap inci wajah Alya. Cukup lama, sedangkan Alya hanya menatapnya bingung. "Gue cuma mau liat wajah Lo lebih lama" ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya. "Biar galupa" lanjutnya. Alya yang mendengar itu langsung merasakan ada desiran aneh dalam tubuhnya, pipinya terasa panas mungkin saat ini sudah seperti kepiting rebus. Setelah itu Rizky melepaskan cekalan nya dan mengatakan "Jaga diri Lo baik-baik" ucapnya sambil mengusap kepala Alya.
Flashback off
Alya menggaruk kepalanya, hari inipun ia harus berangkat ke sekolah. Entah harus bersikap bagaimana alya saat bertemu Rizky nanti dikelas.
..........
Disekolah
Alya berjalan melewati gerbang sekolah, terlihat dari kejauhan ia melihat banyak siswa yang mengerubungi Mading sekolah, ada apa? Tidak biasanya seperti ini. Karna penasaran, Alya ikut melihatnya.
"Weh awas-awas orangnya Dateng"
"Eh iya, ini kan yang ada difoto!"
"Wahh ganyangka, cantik-cantik ko gitu"
"Pelakornya Dateng ni guys kasi jarak!"
Terdengar bisikan-bisikan siswa yang membuat Alya menautkan kedua alisnya sampai menyatu karna bingung. "Mereka ngomongin gue?"batinnya.
.
.
.
.
Haii gaiis!!!! Ada yang kangen Alya Rizky? Atau jangan-jangan kangen author><
Vote komen jangan lupa gais!
29 Juni 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
SOULMATE [Completed]
Teen FictionSiapa yang bilang friendzone itu enak? Friendzone itu capek, friendzone itu harus bisa nahan cemburu, friendzone itu sering makan hati, friendzone itu banyak yang harus "gapapa" nya. Serius, friendzone itu GAENAK! Tapi anehnya banyak orang yang lebi...
![SOULMATE [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/220211776-64-k442114.jpg)