Chapter 20🌸

924 100 101
                                        

Jangan pernah merasa hidupmu buruk, karna pelangi yang kamu lihat diatas kepala orang lain sebenarnya ada diatas kepala kamu sendiri.
.
.
.
.

Keesokan harinya

Seperti biasa Alya pergi ke sekolah. saat berjalan dihalte menuju gerbang, Alya melihat Rizky sedang membonceng diva dengan motornya. Terlihat diva memegang erat ujung jaket jeans yang dikenakan Rizky, Sepertinya Rizky hari ini menjemput diva. Alya hanya mendengus pelan, kenapa sepagi ini ia harus melihat hal yang membuat moodnya buruk.

Masih terdengar bisikan-bisikan siswa ketika Alya berjalan melewati lapangan. Alya enggan merespon, dan hanya mengeratkan pegangannya pada ransel berwana hitam itu, melanjutkan langkahnya sambil menundukkan kepala.

"Lo tau ga si dia pelakor?"

"Iya anjir, hati-hati yang punya doi!"

"Tapi dia kemaren balik sama Devan"

"Belom lama jadi pelakor, eh si Devan diembat juga"

Seperti itulah kira-kira siswa membicarakannya.

Alya semakin kesal ketika melewati Mading sekolah, disana masih terpajang dengan rapi fotonya bersama Rizky. Alya menatap nanar foto itu dan tanpa pikir panjang, ia robek semua foto yang ada di mading lalu ia buang ke dalam tong sampah dengan kasar. "Brengsek"umpatnya. Lalu ia melanjutkan langkahnya agar sampai di kelas yang berada diujung koridor itu. Ia berharap semoga hari ini tidak seburuk hari kemarin.

Sesampainya dikelas Alya langsung mendaratkan pantatnya dikursi, ia melihat ke arah meja sekilas lalu mengalihkan pandangannya, tapi karna merasa aneh Alya kembali melihat mejanya. Astaga! Kenapa mejanya penuh dengan coretan?

Tulisan "pelakor" "cewek gatel" dan umpatan lainnya ada dimeja Alya ditulis dengan Tipe-X.

"Al sabar ya, gue juga gatau siapa yang lakuin ini. Tadi pas gue sampe ke kelas, udah ada tulisan ini di meja Lo" ucap Rani yang menepuk pundak Alya.

Alya kembali mengamati tulisan-tulisan buruk itu yang semakin dilihat semakin membuatnya kesal, terlihat dari rahang yang mulai mengeras dan tangan sudah ia kepalkan.

Tring..

Satu pesan dari nomor yang tidak dikenal muncul di layar ponsel Alya.

082xxxxxxxx
Jangan lupa periksa kolong meja ya sayang:*

Setelah membaca pesan singkat yang membuat keningnya berkerut bingung itu, Alya segera memeriksa kolong mejanya dan benar saja terdapat kotak dibalut pita pink diatasnya.

"Jangan dibuka Al" ucap Rani khawatir di dalam kotak itu bisa saja ada bahaya yang mengancamnya.

"Gue baik-baik aja ran tenang aja" ucap Alya meyakinkan Rani sahabatnya itu.

Karna penasaran Alya membuka kotaknya, dan sedetik kemudian.

"AAAARRRGGHHHH!!!!!!"

Alya menjerit sambil melempar kotak itu ke sembarang tempat. Sontak itu membuat Alya menjadi pusat perhatian dan bertanya-tanya apa yang telah terjadi. Rani yang melihat isi kotak itu juga ikut panik sekaligus khawatir, dengan sigap ia tarik Alya ke dalam pelukannya berusaha menenangkan.

"I..itu kotaknya ran hiks.. hiks" ucap Alya dengan nada yang bergetar.

"Oke, Alya tenang ya.. jangan buka mata dulu.. tenang" ucap Rani seraya mengusap kepala Alya.

"Ran, emang ada apa?" Fira yang duduk dibelakang pun akhirnya menghampiri Alya, diikuti oleh beberapa anak kelas yang ikut mengerubungi.

Rizky yang baru saja sampai dikelas dibuat bingung ketika melihat semua anak kelasnya ikut berkerumun di meja tengah paling depan tempat Alya duduk itu. Sedangkan Diva yang ada disampingnya terus berjalan cuek ke arah kursinya sambil mengedikkan bahu "Gitu aja heboh, dasar alay!"gumamnya.

SOULMATE [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang