Seburuk-buruk kenyataan, lebih baik dihadapi daripada berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja.
.
.
.
.
Aku memang udah niat double up.
Happy Reading ❤️
Rizky turun dari motornya, lalu mulai berjalan ke arah kelas dengan lesu. Ia kembali mengingat hari kemarin, sakit rasanya mendengar suara Alya yang pilu.
Saat diambang pintu kelasnya, Rizky melihat sekilas ke arah meja Alya yang masih kosong. Tumben sekali gadis itu belum ada dikelas. Biasanya ia sudah duduk dengan earphone warna biru muda yang selalu tersemat rapi di telinganya.
Lalu ia lanjutkan langkahnya sambil menghela nafas panjang. Jari jemarinya mulai bermain diponsel itu, Rizky tadinya ingin mengirim pesan pada Alya. Namun ia urungkan niatnya, karna kembali teringat jika hubungannya dengan Alya sudah musnah.
Tak lama kemudian, suara hentakan kaki terdengar seperti mendekat kearahnya. Lalu ia dongakan kepalanya, ada perasaan sedikit kecewa dihatinya, saat Rizky melihat ternyata orang itu adalah Rani, bukan Alya.
Rizky kembali melihat ke arah kursi yang selalu Alya duduki, masih terlihat kosong. Apakah gadis itu tidak berangkat ke sekola hari ini? Mana mungkin, karna hari ini adalah hari pertama sekolah dikelas 12.
"Lo nyari Alya?" Ucap Rani tiba-tiba yang membuat Rizky terbangun dari lamunannya.
"Percuma! semalem dia udah berangkat ke Bandung, dan mungkin akan tinggal disana" lanjut rani sambil memainkan ponselnya tanpa melihat ke arah Rizky.
Perkataan Rani membuat Rizky cukup terkejut. Lalu dengan cepat tangannya mencari room chat Alya untuk menanyakan apakah yang dikatakan Rani itu benar atau tidak. Namun tangan Rizky berhenti untuk mengetik saat Rani mengatakan.
"Lo mau chat Alya? Telepon? Atau DM Alya? Hhh percuma!" Ucap Rani sambil membenarkan posisi duduknya menghadap Rizky.
"Karna Alya udah blokir semua sosmed elo" lanjutnya dengan senyuman kecut.
Mendengar itu, Rizky menggeram kesal. Ia kepalkan tangannya berusaha mengontrol emosi yang mulai menguasai tubuhnya. Lihatlah rahangnya yang sudah mengeras dengan semburat merah pada wajahnya, itu cukup menggambarkan kalau Rizky saat ini sedang marah.
"Minjem hp Lo"
Rizky beranjak dari duduknya, lalu menghampiri Rani yang sedang menatapnya sinis.
"Buat apa? Hubungin Alya?"
"Cepet minjem!"
"Hhh Lo pikir gue bodoh? Mana mungkin gue biarin Lo nyakitin Alya lagi"
"Please Rann" ucap Rizky memohon, matanya mulai berkaca-kaca. Ia tidak siap jika benar-benar kehilangan gadis itu.
"Lo tau ky? Alya itu sayang banget sama Lo. Bahkan saat Lo milih jadian sama Diva dulu, ia rela mengorbankan perasaannya cuma buat pertahanin pertemanannya sama Lo!" Ucap Rani yang mulai beranjak dari duduknya. Dan mengatakan itu dengan nada yang emosi.
"Terus balesan Lo gini sama Alya? Dengan entengnya Lo bilang kalo selama ini Lo gak bahagia, terus ninggalin Alya gitu aja. Dan Lo lagi-lagi lebih milih Diva yang jelas-jelas udah selingkuh di depan mata Lo sendiri"
"LO BUTA HAH?"
Rizky hanya diam mendengar semua perkataan Rani. Rasanya seperti ditampar dengan besi. Apa yang Rani katakan memang benar. Rizky semakin mengepalkan tangannya pada meja. Air matanya mulai menetes dari pelupuk matanya. Hatinya sangat sesak. Rizky tidak mau kehilangan Alya, ia tidak mau gadis itu pergi dari hidupnya.
"Please Ran, gg--ue minjem hp Lo" ucap Rizky sambil menundukkan kepalanya. Rasanya ia tidak bisa mengangkat wajahnya karna sangat malu pada dirinya sendiri.
Lalu Rani memutar voice not yang semalam Alya kirim di WhatsApp nya.
"Lo tenang aja Ran, disini gue baik-baik aja ko. Mungkin udah takdirnya gini. Kalo dibilang sayang si, jelas gue sayang banget sama Rizky. Sampe detik inipun gada yang berubah dari perasaan gue. Tapi Lo tenang aja oke, ini cuma perihal waktu"
Rizky yang mendengar voice not itu semakin terisak sambil memcekram rambutnya kuat. Ia tidak tahan mendengar semua perkataan Alya dengan suara sendunya. Jujur Rizky sangat menyesali apa yang telah ia lakukan kemarin. Lalu apa yang harus ia lakukan sekarang?
"Itu cukup kan, Lo bisa denger suara Alya untuk yang terakhir kali"ucap Rani sembari menyunggingkan salah satu dari sudut bibirnya.
"Selamat ya Ky"
"SELAMAT ATAS KEBODOHANNYA" lanjut Rani sambil bertepuk tangan.
°•°•°•°•°•°•°
Sudah 3 jam lebih Rizky duduk termenung di rooftop sekolah ini. Hari ini Rizky membolos setelah tau kabar menyakitkan yang disampaikan oleh Rani tadi. Jangan heran kenapa rooftop tidak ditutup, karna Rizky kenal dengan penjaga sekolah yang tak lain adalah tetangganya sendiri.
Kembali ia lihat layar ponselnya yang menampilkan WhatsApp gadis itu, sedari tadi ia sudah mengirimkan pesan, tapi hanya ceklis satu. Dan foto profil Alya pun hanya gambar abu-abu yang tandanya gadis itu benar-benar sudah memblokir nomornya.
Cewek Galak🙊
RizkyAp
Alya?
Al?
Please dengerin penjelasan gw dulu
Gw nyesel
Al Lo dimnaa?
Kita harus bicara
Kemaren gue terpaksa bilang gitu
Al gue sayang sama Lo
Al?
Apakah gadis itu benar-benar pergi dari hidupnya? Bagaimana kehidupan Rizky kedepannya? Sungguh ia tidak sanggup menghadapi kenyataan ini.
Rizky mengusap wajahnya dengan kasar, lalu ia acak-acak rambutnya frustasi. Kemudian ia seka airmata yang terus menetes. Bisa diakui hari ini Rizky adalah pria cengeng. Dan dia tidak peduli dengan itu.
"Al, maafin gue.."
"Gue terpaksa ngelakuin itu semua"
"Ini salah gue"
"Harusnya gue jujur aja sama Lo" batinnya.
.
.
.
.
Jujur aku pas ngetik part ini nangis,cengeng emang tapi ya emang nyesek:( maaf lebay
7 Agustus 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
SOULMATE [Completed]
Fiksi RemajaSiapa yang bilang friendzone itu enak? Friendzone itu capek, friendzone itu harus bisa nahan cemburu, friendzone itu sering makan hati, friendzone itu banyak yang harus "gapapa" nya. Serius, friendzone itu GAENAK! Tapi anehnya banyak orang yang lebi...
![SOULMATE [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/220211776-64-k442114.jpg)