Chapter 3🌸

1.4K 230 181
                                        

Aku tidak pernah berniat untuk mengenalmu lebih jauh mungkin waktu yang akan memperkenalkannya padaku.
.
.
.
.

Alya dan Rizky mulai mengerjakan tugasnya yaitu membuat struktur organisasi, jadwal piket, jadwal pelajaran dan juga Mading kelas. Ralat, faktanya hanya Alya yang mengerjakan, Rizky hanya mengamati apa yang dikerjakan Alya bukannya tidak mau tapi Rizky hanya membuat Alya bekerja duakali (pokonya gada yang beres sama si Rizky)

"Alyaaaa"

"Hmmm" jawab Alya tanpa mengalihkan perhatiannya dari karton.

"Gw bantu apa?? Bosen ni daritadi cuma liatin Lo Mulu"

"Siapa suruh liatin gw, Sono liatin aja tu tembok"

"Temboknya gamau gue liatin gimana dong--- tapi serius ni gue bantu apa? Tadi pas mau kerja gaboleh sama lo hu!"

"Ya lu daritadi gabener, suruh gunting dikit malah bablas, suru nulis juga miring, bikin hiasan apalagi" Alya mengoceh dengan muka yang cemberut.

"Hehehhe maap" Rizky menjawabnya dengan cengiran tak berdosa.

"Udah, nanti Lo bagian tempel-tempelin aja kalo udh jadi"

"Nahh oke klo itu gw bisa"

Dingdong...

Tiba-tiba saja ada yang menekan bel apartemen Alya.

"Gw yang buka.. keknya itu gofood"

Alya hanya mengernyitkan keningnya, "siapa yang mesen makanan" -batin Alya.

Rizky kembali ke ruang tv dengan membawa seplastik makanan yang isinya, burger, French fries, dan cola.

"Nih, gaseru kan daritadi kerja tapi gamakan" ucap Rizky sambil meletakkan makanan diatas meja.

"Kesambet apaan Lo"

"Oh iya gw harus bayar berapa buat makanan gw?" Lanjut Alya.

"Gausa kali Al, gw traktir deh"

"Ini tinggal ditempel kan? Udah Lo makan aja, sekarang bagian gue yang kerja" lanjut Rizky.

Sambil memakan makanannya Alya terus memperhatikan wajah Rizky yang sedang serius menempelkan karton.

"Rizky ganteng juga ya kalo lagi serius" batin Alya. Namun Alya segera menghilangkan pikirannya itu. Rizky memang sangat tampan, memiliki hidung yang mancung, alis tebal dan memiliki senyuman yang manis, ditambah kepribadian nya yang humoris. Gadis mana yang berani menolaknya?

"Eeeett" saat Rizky akan mengambil kentang yang ada dimeja itu, Alya tiba-tiba saja mencekal tangannya.

"Udah gila Lo?"

"Lah emangnya kenapa?"

"Tangan Lo kotor banyak lemnya, sini gua suapin .."

Setelah itu Alya menyuapi Rizky, yang masih sibuk menempelkan karton itu.
Sesekali ia menjahilinya dengan berpura-pura menyuapi tapi setelah itu Alyalah yang memakan kentangnya. Rizky tidak marah, Hanya sedikit kesal. Tapi setelah itu terdengar suara tawa Rizky yang renyah. Membuat Alya ikut tertawa juga.

"Gini ya rasanya disuapin sama cewek galak" cicit Rizky sambil terkekeh.

"Dih, makan ni sendiri!haha" Alya beranjak dari duduknya lalu berjalan ke arah dapur.

"Yeuu nenek lampir marah-marah Mulu"

......

"LO NGAPAIN NGIKUTIN GUE!!" Alya tersentak kaget, saat dibelakangnya ada sosok tampan tapi nyebelin, siapa lagi kalo bukan Rizky.

"Pede bgt si, orang mau cuci tangan.. tuh udh jadi madingnya" jawab Rizky yang kemudian mencipratkan airnya ke wajah Alya dan langsung kembali ke ruang tv.

"Sabaar Alya sabaar belom aja gw santet tu orang" -batinnya.

........

"Nahh ini bagus.."

"Iyalaah kan bikinan gue"

"Ya meskipun cuma nempelin doang si hahahaha"

"Makin mirip aja all"

"Mirip siapa?"

"Itu tuh yang dipohon beringin Lo taukan hahaha"

Alya mencubit lengan Rizky "Apa coba yang di pohon beringin? Apaa???"

.............

Setelah menghabiskan semua makanannya Rizky pamit untuk pulang karna tidak terasa waktunya sudah sore.

"Al gw balik ya, thanks ternyata Lo baik juga hahahah"

"Baru nyadar ya Lo"

"Semoga kedepannya kita ttp jadi temen baik yeee" lanjut Rizky sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Ihh apaansii" Alya mendorong badan Rizky pelan.

"Iyaiya ini balik yaelah jahat banget, Jan lupaaa besok gua jemput jam 9"

"Iyaiya Lo kan tadi udh bilang..."

"Yauda gua balik"

"Iyaiya bawel"

"Hati hati Alya" Rizky tersenyum yang sedikit dipaksakan..

"Iyaaa" Alya hanya menanggapinya dengan wajah yang malas.

"Ih kebalik egoooo" Rizky cemberut.

"Hahaha iyaaa, hati hati dijalan ya Rizky Afandi putra" Alya mengatakan nya dengan penuh penekanan pada setiap ujung katanya.

Ini mungkin cerita yang awalnya aku ga sengaja bikin, tapi disini aku berusaha se konsisten mungkin buat lanjutin cerita hehe. Jadi please support me^^

28, April 2020

SOULMATE [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang