3. Gosipnya Si Dia

423 17 0
                                        

— 12

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

— 12.00 wib —

Bel masuk berbunyi, tapi Bila masih sempat-sempatnya gosip.

Bila berlari menuju kelas hanya ingin memberi tahu gosipan ke Vira dan sahabatnya.

Bila masuk kelas langsung mengebrak meja Vira.

"Woii, woii, guys. Denger nih yee." Ucap Bila masih terengah-engah.

Alhasil Vira yang lagi membereskan laci mejanya pun kaget.

"Lu napa sih? Kea abis dikejer setan." Tanyanya Vira heran.

"Lebih tepatnya dikejer gosipan. Terutama nih ye lo harus denger, Vir." Ucap Bila serius.

"Paan emang?" Tanyanya Vira lagi.

Tiga sahabat lainnya pun auto fokus gosipan yang diceritakan Bila.

"Jadi gini, waktu gue mo balik ke kelas. Depan koridor rame sama anak-anak cewek. Taunya kakel semua." Setengah ceritanya.

"Trus, trus?" Lanjut Neya penasaran.

"Nah, yang diributin sama kakel cewek itu sebenernya cowok yang lo liat waktu di taman, Vir." Lanjutnya serius dan berhasil membuat sahabatnya menyimak.

"Emang ngapain?" Tanya Vira tak mengerti.

"Waktu cowok itu lewat, anak cewek langsung triak kea ketemu idolnya gitu. Trus yang bikin gue kaget, si cowok itu malah marah-marah ke anak cewek." Heran Bila.

"Marah napa njir?" Sambung Jiya penasaran.

"Dia ga suka dikelilingin banyak cewek gitu, akhirnya dia teriak AWAS JANGAN NGALANGIN JALAN GUE. Gue yang dengernya dari ujung kaget."

"Auto diem tuh cewek-cewek. Mereka langsung bilang IIH LO KOK NAMBAH CUEK TRUS SIH, sindir satu cewek seangkatannya."

"Nih yang paling bikin gue merinding, tatapannya tuh beuh.. tajam beut kea ada aura gelep di atas palanya. Beneran datar mukanya."

"Dia bener ga peduli sama anak cewek tadi. Kea bodo amat la terserah gitu." Selesai ceritanya Bila.

"Makanya gue cepet-cepet ke kelas, takut kesamber petir kalo liat dia." Jelasnya.

"Beuh parah kalo gitu, bener ga ngehargain cewek tuh cowok." Sindir Jiya.

"Tapi untungnya cakep tu cowok," komen Tira.

Sedingin Es (S1)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang