Bab 1.B (Benih yang tertinggal)

37.3K 5.4K 647
                                        

Ketemu Alaya Dulu yakkk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ketemu Alaya Dulu yakkk... NANTI malam KETEMu sama NADA dan MAMA IVANA. nahhh seneng kan sehari update 3x... VOTE KOMEN jangan lupaaa,,,

Bab 1.b (Benih yang tertinggal)


"Terima kasih. Untuk selanjutnya, akan diurus oleh sekertaris dan juga pengacara saya." Ucap Alaya seprofesional mungkin sembari bangkit dan menjabat tangan Arsen setelah dia menyelesaikan rapat.

Arsen ikut berdiri, bersalaman dengan Alaya, tapi pria itu seakan tak ingin melepaskan tangan Alaya yang kini sedang dalam genggamannya. Semua yang ada di sana menatap keduanya, membuat Arsen akhirnya membuka suaranya.

"Tolong, tinggalkan kami." Perintahnya pada semua orang yang ada di sana kecuali Alaya.

"Apa? Kenapa?" Alaya tak suka. Dia ingin melepaskan tangannya dari Arsen, tapi Arsen seakan tak ingin melepaskannya. Alaya menatap ke arah Irma, Nadya, sekertaris pribadinya, dan juga Yoga, pengacaranya. Tapi mereka seakan tak bisa berbuat banyak.

"Tinggalkan kami, kami ingin membahas masalah pribadi kami."

Semua orang yang ada di sana saling pandang, dan mereka akhirnya mengerti bahwa suasana canggung dan tegang di sepanjang rapat tadi ternyata berhubungan dengan hubungan pribadi mereka. Akhirnya, mereka mulai meninggalkan ruangan rapat, membuat Alaya dan Arsen hanya berada berdua di dalam sana.

"Lepasin." Alaya masih mencoba melepaskan diri.

"Duduklah." Arsen memerintahkan.

Napas Alaya memburu karena kesal. Meski begitu dia tidak bisa mengabaikan permintaan Arsen. Dia memilih menuruti permintaan pria itu. Duduk kembali di kursinya dan mencoba menenangkan diri.

"Ada apa?" tanya Alaya dengan sedikit kesal.

Arsen akhirnya melepaskan cekalan tangannya pada Alaya. Lalu dia bertanya "Kenapa kamu memilih mempertahankannya?"

Pertanyaan itu membuat Alaya terkejut. Apa pria ini tahu tentang keadaanya? "A –apa maksudmu?" tanyanya dengan sedikit terpatah-patah.

"Bayi itu, kenapa kamu mempertahankan dia?"

Baiklah, pria ini sudah tahu. Lalu apa maksudnya dengan pertanyaan itu? Apa pria ini ingin dirinya menggugurkan bayinya? Yang benar saja!

Alaya mendengkus sebal. Dia lalu menjawab "Pertama, dari mana kamu tahu bahwa aku hamil? Kedua, apapun yang kuputuskan, bukanlah urusan kamu, dan ketiga, jangan campur adukkan masalah pekerjaan dengan one night stand kita malam itu."

"Kalau itu hanya one night stand, seharusnya kamu tidak mempertahankan bayi itu."

"Astaga, kamu nggak ngerti juga, ya. Ini adalah urusanku. Jangan ikut campur." Alaya bangkit dan bersiap pergi, tapi Arsen tak tinggal diam. Dia segera menghalangi Alaya.

Princess AlayaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang