*** SAVE DI LIBRARY, Jangan sampai ketinggalan****
Kisah cintanya Alaya, Princess kesayangan Daddy Ivander. cerita ini sekuel tau satu seri dengan cerita THE DEVIL HUSBAND, THE GUARDIAN DEVIL, dan AKSARA.
BISA langsung baca cerita ini tanpa baca cer...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HAPPY READING.... semoga suka yaa... dan juga jangan lupa VOTE dan KOMEN yang buanyaaaakkkkkkkk muwaahhhhh
Bab 4.B (Orang yang kucinta)
"Apa yang terjadi dengan puteriku?" Ivander bertanya setelah menemukan keberadaan Edgar. Tadi, tiba-tiba saja Edgar meneleponnya dan mengatakan bahwa Alaya saat ini sedang di rumah sakit. Ivander segera meluncur ke sana sembari menelepon istrinya yang saat ini mungkin masih berada di perjalanan.
"Alaya pingsan. Tapi dia baik-baik saja." Jawab Edgar yang seketika membuat Ivander menghela napas lega. "Begitupun bayinya." Lanjutnya lagi dan membuat Ivander kembali membulatkan matanya ke arah Edgar.
"Bayi? Apa maksud Anda?" Ivander terkejut bukan main, dia bahkan sudah memasang wajahnya yang mengeras dengan spontan.
"Puteri Anda sedang mengandung, Mr. Ivander."
"Tidak mungkin. Anda mengada-ada?"
Edgar lalu memberikan hasil test darah yang ada di tangannya. Ivander menyambarnya dan membaca hasil test tersebut. Lalu tubuhnya membeku. Puterinya hamil, bagaimana bisa? Dengan siapa?
"Anda tidak perlu khawatir, karena saya akan bertanggung jawab."
"Bertanggung jawab? Apa maksudmu dengan bertanggung jawab?" Ivander mendesis tajam.
Edgar tampak sedikit tersenyum saat dia mengatakan "Tentunya Anda berpikir, kenapa saya tiba-tiba menawarkan banyak peluang bisnis dengan perusahaan Anda, Mr. Ivander." Edgar menggantung kalimatnya membuat Ivander berpikir sebentar. "Ya, semua itu berhubungan dengan masalah pribadi kami berdua." lanjutnya lagi.
"Bagaimana bisa kalian memiliki masalah pribadi?" Ivander menuntut.
Edgar masih menambilkan senyumannya yang tenang dan mempesona, meski begitu ivander tahu bahwa pria ini berbahaya. "Anda tidak perlu tahu prosesnya. Saya hanya ingin Anda tahu bahwa kami memang memiliki hubungan special..."
Ivander mengingat bagaimana saat itu dengan penuh percaya diri Edgar Makarov melamar puterinya secara tak langsung karena kehamilannya. Ivander memijit pelipisnya. Dia merasa apa yang menimpa Aurel dan dirinya dulu terulang lagi. Kenapa bisa begini? Dan apa yang harus dia lakukan terhadap Alaya dan Edgar?
****
Meski terkejut dengan kedatangan Aurel yang tiba-tiba, Arsen tetap melakukan apa yang dia lakukan, yaitu menggendong Alaya dan menurunkannya di atas ranjang inap perempuan itu. Wajah Alaya tak berhjenti merah padam, apalagi ketika ibunya mendekat masih dengan melemparkan tatapan mata penuh tuntutan.
"Mom kok datang? Kan aku sudah bilang nggak usah datang." Ucap Alaya mencoba membunuh kecanggungan.
"Mom tentu akan datang untuk menjaga kamu." Aurel lalu melirik sekilas pada Arsen sebelum kemudian melanjutkan kalimatnya lagi "Dan juga Mom butuh penjelasan."