Haiiii ketemu lagi nihh ama Mr. Makarov... ayokkk siapa yang kangen?? VOTE KOMENNYA jangan lupa yakkk... muwahhhhh....
Alaya tersenyum lembut "Ya, aku bisa melihatnya."
Arsen tersenyum. Matanya dengan spontan menatap bibir lembut Alaya. Dia tergoda. Kemudian berdehem sedikit "Jadi, Princess... bolehkah, aku menciummu?" pertanyaan Arsen mampu membulatkan mata Alaya.
Lagi? Bagaimana bisa Arsen ingin menciumnya lagi dan lagi?
**********************
Bab 6
-Tinggal bersama-
Keesokan harinya, Alaya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Ivander dan Aurel yang menjemputnya. Keduanya masih belum bisa membiasakan diri dengan kehadiran Arsen, hingga ketika melihat Arsen yang sudah menemani Alaya, membuat mereka sempat terpaku melihatnya. Tentu saja sebelumnya mereka tak menyangka bahwa Arsen akan menemani Alaya sepanjang malam.
Alaya meminta untuk pulang ke apartmennya, tak bisa diganggu gugat. Padahal Ivander berharap bisa merubah keputusan puterinya tersebut. Akhirnya, diapun menuruti keinginan Alaya dan mengantar puterinya itu pulang ke apartmennya dengan Arsen yang juga ikut bersama mereka.
"Daddy masih berharap kamu berubah pikiran." Bahkan ketika mereka sudah sampai di apartmen Alaya, Ivander kembali membuka suaranya dan berharap jika Alaya akan membatalkan niatnya untuk tinggal sendiri di apartmennya.
"Iya, Sayang. Mom khawatir sama keadaan kamu. Kamu kan lagi hamil muda." Aurel mendukung Ivander.
"Mom, Dad. Alaya akan baik-baik saja, lagi pula, ada Arsen yang nemenin." Mata Ivander segera memicing ke arah Alaya, dan bergantian ke arah Arsen. "Maksudnya, dia akan sering-sering ke sini, kita enggak tinggal bareng, kok." Alaya membenarkan kalimatnya agar ayahnya tidak berpikir macam-macam.
Ivander menghela napas panjang. "Papa masih nggak habis pikir sama jalan pikiran kamu, Princess. Kalau kamu ingin mendekatkan diri dan memberi kesempatan dia, kamu bisa memintanya untuk menikahimu. Atau, apa dia tidak ingin melakukannya?" pertanyaan Ivander kali ini tertuju pada Arsen dengan mata tajam yang tertuju ke arah pria itu.
"Saya sudah melamar Alaya, sejak setelah mengetahui tentang kehamilannya, tapi Alaya menolak." Arsen menjawab cepat tanpa takut sedikitpun.
"Daddy tahu, apa alasanku. Kami tidak saling mencintai, dan aku hanya ingin menikah dengan pria yang kucintai dan juga mencintaiku."
Ivander menggelengkan kepalanya. "Benar-benar keras kepala." Gerutunya.
"Sudahlah... sekarang, kita pulang dulu. Alaya pasti lelah, dan dia harus banyak istirahat." Aurel mengajak Ivander untuk pulang. Tapi Ivander tampak tidak rela meninggalkan puterinya sendiri di sana dengan pria yang masih cukup asing baginya. Tapi akhirnya, Ivander mengalah dan menurut saat istrinya itu mulai menyeretnya meninggalkan apartmen Alaya.
Akhirnya, tinggallah Alaya saat ini hanya berdua dengan Arsen. Kecanggungan kembali terjadi diantara mereka. Membuat Alaya akhirnya memilih untuk sedikit menjauh dan duduk di sebuah sofa yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Kamu nggak pulang?" tanya Alaya kemudian setelah melihat Arsen masih setia berdiri di tempatnya sembari mengamati apartmen Alaya.
"Ya. Nanti." Jawab Arsen dengan pasti, "Apartmenmu cukup luas."
"Iya, karena biasanya aku menghabiskan waktu di sini kalau sedang bertengkar dengan Daddy dan dua adik kembarku."
"Daddymu kelihatannya sangat menyayangimu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Princess Alaya
Romance*** SAVE DI LIBRARY, Jangan sampai ketinggalan**** Kisah cintanya Alaya, Princess kesayangan Daddy Ivander. cerita ini sekuel tau satu seri dengan cerita THE DEVIL HUSBAND, THE GUARDIAN DEVIL, dan AKSARA. BISA langsung baca cerita ini tanpa baca cer...
