🌠06

263 59 11
                                        

Jangan lupa vote & coment.

     

Di sinilah Stella sekarang, di halte dekat sekolah. Sudah sedari tadi ia menunggu Kenzo untuk pulang bersama. Sebenar nya Kenzo meminta Stella menunggu nya di sekolah, namun Stella memilih menunggu Kenzo di halte saja, Stella juga sudah mengirim pesan kepada Kenzo bahwa ia menunggu nya di halte dekat sekolah. Stella yang kini mulai bosan menuggu Kenzo berdecak beberapa kali. Sebenar nya bisa saja Stella pulang menggunakan jasa ojek online. Tapi karena Kenzo meminta nya untuk pulang bersama sewaktu istirahat, Stella memilih pulang bersama Kenzo saja. Untung juga sih pikir Stella, karena uang Stella jadi tidak akan keluar dan bisa membeli novel nanti nya.

Drrrtt..

Ponsel Stella bergetar, ia melihat sebuah notif masuk dari Nayla, lalu menbaca nya dan membalas pesan Nayla.

                     Toa Laknatt💔

El!
Lo dimana? Udah di rumah belum?
Tadi gue dengar-dengar Kenzo berantam, benar gak sih?

Serius lo? Gue masih di halte nungguin dia dari tadi.


Setelah membalas pesan itu, Stella berniat mengirim pesan kepada Regio, ingin memastikan apakah itu benar terjadi? Namun masih mengetik suara klakson motor di depan nya, membuat Stella mengalihkan pandangan nya ke depan. Ternyata Kenzo sudah datang.

"Ayok." ajak Kenzo, sambil menyodorkan helm untuk Stella.

Stella tanpa  ba-bi-bu langsung memakai helm itu dan menaiki motor Kenzo. Diperjalanan Kenzo mengajak Stella berbicara namun Stella menjawab nya hanya dengan deheman saja. Setelah sampai di depan rumah Stella, ia turun dan menatap Kenzo.

"Kenapa?" tanya Kenzo yang di tatap Stella seperti itu bingung.

"Coba buka helm kamu!" ketus Stella.

Kenzo masih diam tidak membuka helm nya.

"Ken!" panggil Stella.

Kenzo membuka helm full-face nya.

"Ya ampun! Muka kamu! Masuk dulu kerumah!" ajak Stella menarik tangan Kenzo. Setelah sampai di dalam rumah Stella mengambil kotak P3K sedangkan Kenzo telah duduk di sofa menunggu Stella.

"Aww! Pelan El, sakit." kata Kenzo kepada Stella yang kini mengobati luka di muka Kenzo.

"Masa gini sakit? Kalau udah tau sakit itu jangan berantam!" kata Stella menekan luka Kenzo lagi.

"Shhhhh! El, pelan!" ringis Kenzo.

"Dari sekian yang kamu tanyain ke aku waktu di jalan, kenapa gak bilang soal ini?" tanya Stella yang kini sudah mengobati Kenzo mulai pelan-pelan.

"Kenapa enggak dijawab?" tanya Stella lagi.

" Tau dari mana aku berantam? Ngarang kamu." kata Kenzo.

"Nayla," ujar Stella singkat.

"Jujur aja kali." ujar Stella lagi, yang kini sudah selesai mengobati luka Kenzo.

"Anak Over Hunters cari masalah sama Scorpion Toxic, ya aku sebagai ketua mana bisa tinggal diam." kata Kenzo.

"Hmm," jawab Stella dengan deheman dan mengangguk singkat. Ternyata 'Scorpion Toxic' yang banyak di bicarakan itu ketua nya Kenzo, batin Stella.

My StellaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang