Jangan lupa vote & coment, oke?
Di depan rumah Kenzo lah, mereka berdua sekarang. Ohh, ralat di depan rumah orang tua Kenzo.
"Ayok," ajak Kenzo memegang tangan Stella.
Stella hanya mengangguk singkat. Elite banget rumah nya, batin Stella.
"MA? LIAT! KENZO BAWA SIAPA INI?!" kata Kenzo berteriak.
"Ihh, toa banget kamu ternyata." kata Stella.
"Biarin, biar kamu tau aja, cuman kamu yang tau." kata Kenzo.
"SIAPA?!" teriak Mama Kenzo menghampiri Kenzo dan Stella.
"Eh? Siapa ini?" tanya Mama Kenzo yang melihat Kenzo membawa anak gadis ke rumah mereka.
"Tebak dong?!" kata Kenzo merangkul Stella sembari menaik turun kan alis nya.
Anjir ini Kenzo, mikir gue gak sih! Batin Stella. Ia tersenyum canggung kepada Mama Kenzo.
"Hmm, biar Mama tebak!" kata Mama Kenzo sembari mengetuk-ngetuk dagu nya dengan jari telunjuk nya, seperti oranng yang sedang berpikir.
"Ah! Ini pasti doi kamu! Mama yakin! Pasti ini kan! Yakan?! Yakan?!" tebak Mama Kenzo yang merangkul Stella, mengambil alih Stella dari rangkulan Kenzo.
"Auristella Davira, panggil Stella aja Tante." kata Stella sembari menyalam Mama Kenzo.
"Udah cantik, sopan lagi." kata Mama Kenzo tersenyum ramah. Stella membalas nya juga dengan senyuman milik nya.
"Mah? Siapa sih?" tanya Papa Kenzo yang berjalan menghampiri mereka.
"Ehh, ini Pah. Ada kembaran Mama, cantik kan." kata Mama Kenzo.
"Pacar Kenzo gitu. Ya cantik lah!" kata Kenzo dengan bangga.
"Auristella Davira, panggil Stella aja Om." kata Stella menyalam Papa Kenzo.
"Papa nya Kenzo." kata Papa Kenzo menerima salam Stella dan tersenyum ramah.
"Eh, Mama lupa! Masakan Mama di dapur! Makan malam kita!" kata Mama Kenzo mengingat masakan di dapur nya yang ia tinggal kan.
"Stella ikut bantu ya Tante?" tanya Stella.
"Duduk aja nak, baru datang juga" kata Mama Kenzo.
"Gapapa Tante, Stella ikut Tante ya?" tanya Stella lagi.
"Yaudah deh, ayok kita cooking-cooking!" kata Mama Kenzo merangkul Stella dan mereka pergi menuju dapur.
"Ma! Stella nya Kenzo mau di bawa kemana? El, sini aja sama aku!" kata Kenzo sedikit berteriak.
"Udah biarin, urusan dapur kan urusan perempuan. Lagian biar lebih akrab Stella sama Mama." kata Papa Kenzo merangkul Kenzo dan mereka berjalan ke arah ruang tamu.
"Oh, buat ayam kecap ya Tante?" tanya Stella, kini Mama Kenzo dan Stella sudah berada di dapur.
"Iya, kesukaan Kenzo tuh," jawab Mama Kenzo.
"Bisa buat capcay El?"tanya Mama Kenzo.
"Bisa tante, Stella aja yang buatin capcay nya ya,"
"Boleh deh, bahan nya disana ya,"
" Iya, Tan."
"Gak salah pilih ya Kenzo. Kamu mah calon mantu idaman, udah cantik, pintar, pintar masak lagi!" seru Mama Kenzo.
"Tante bisa aja." ucap Stella tertawa ringan.
"Panggil Mama aja deh, jangan Tante. Gak enak banget Mama dengar nya." ucap Mama Kenzo.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Stella
टीन फिक्शन[FOLLOW AKUN AUTHOR SEBELUM MEMBACA] [JANGAN LUPA VOTE AND COMENT] Auristella Davira, gadis cantik, cerdas, ceria, humoris dan baik. Namun tidak kepada semua orang. Tidak heran, jika orang yang belum ia kenak menganggap ia cuek, sombong juga pendiam...
