🌠08

184 25 3
                                        

Jangan lupa vote & coment, oke.

Sore hari di hari minggu ini, Kenzo pergi ke rumah Stella. Berniat melepas rindu untuk hari minggu ini. Kenzo rasa, jika tidak bertemu sehari saja dengan Stella itu serasa berbulan-bulan. Ahh, terdengar alay bukan? Namun itu lah yang di rasakan seorang Kenzo Elvano. Dasar, bucin nya Stella.

Kenzo membuka pagar rumah Stella saat sudah di depan rumah Stella, memasuki motornya dan mengetuk pintu rumah Stella, tak lama pintu itu terbuka dan terlihat lah Stella dengan pakaian yang, ahh, sangat enak di pandang dimata Kenzo. Celana hotpants dan tank top crop, belum lagi rambut nya yang di gulung ke atas menampakkan leher jenjang nya. Bagaimana tidak enak dipandang? Ayolah, Kenzo ini cowok normal, makhlum bukan?

"KENZO?!!" teriak Stella saat membuka pintu nya, spontan ia menutup pintu nya dengan kuat.

"Ganti dulu pakaian nya El." kata Kenzo dari luar.

Bodoh! Bodoh! Bodoh! Batin Stella. Buru-buru ia menaiki tangga, memasuki kamar nya dan memakai baju kaos nya berwarna hitam.

"Gimana ini? Arrghh! Anjir, malu gue! Ck! Kok bisa dia sih yang datang?!" oceh Stella sendiri.

"Ahh, bodo amat lah!"

Stella turun ke bawah, membuka pintu dengan pelan-pelan dan terlihat lah Kenzo.

"Kok gak bilang-bilang kesini?" tanya Stella.

"Kangen." jawab Kenzo singkat.

"Hah?!" bingung Stella.

"Aku disini aja nih? Gak disuruh masuk gitu? Tamu loh?" tanya Kenzo.

"Ehh, iya masuk dulu." jawab Stella mempersilakan Kenzo masuk ke dalam rumah.

Stella dan Kenzo masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu.

"El, celana nya gak di ganti?" tanya Kenzo melihat Stella yang duduk anteng di samping nya.

"Panas, udah biasa juga." kata Stella.

"Rumah kok sepi? Orang rumah pada kemana?" tanya Kenzo.

"Keluar semua. Bonyok belum pulang, Bibi Rara juga pulang kampung mendadak, izin anak nya sakit. Ya, jadi sendiri deh." jawab Stella.

"Ganti dulu sana celana nya. Takut kelepasan aku, kamu gak takut?" tanya Kenzo menakuti Stella agar mengganti celana nya itu.

"Ishh, apaan sih. Panas Ken. Ngertiin lah." jawab Stella.

Ya, Stella sih sudah terbiasa berpakaian seperti ini. Dance juga pakaian sejenis gini juga. Tapi jika ada Daddy di rumah, barulah ia berpikir bahwa pakaian nya ini kurang layak di pakai. Jika pakaian sejenis itu, wajar bukan? Itu lah menurut Stella.

"Kamu itu, jangan di sekolah aja pakaian nya sopan, dirumah juga harus. Kalau kamu dance juga mesti nya pakaian yang sopan juga." ceramah Kenzo.

"Ck! Aku pikir hari ini cuman di gereja aja dengar siraman rohani, kamu cocok deh kaya nya jadi pendeta." kata Stella.

"El, ganti sana!" suruh Kenzo mulai kesal, sedang kan si pemilik nama masih duduk anteng memainkan kuku-kuku jari tangan nya.

"Panas, ngertiin napa." kata Stella, lagi dan lagi ia menjawab itu.

Padahal, AC di ruangan ini hidup, kipas juga hidup. Seperti nya kulit Stella ini mati rasa atau gimana? Pikir Kenzo.

Stella mengambil remot dan menyalakan tv, mencari siaran yang enak untuk ditonton.

Kenzo melihat keras nya Stella menggeleng-geleng kepala nya. Ia mengambil bantal sofa lalu mendekat kepada Stella dan meletakkan itu di atas paha Stella.

"Biarin disini bantal nya," kata Kenzo.

"Kamu itu kalau keluar lain kali jangan pakai yang kaya tadi. Dirumah juga jangan." kata Kenzo memperingati.

"Iya tau, di rumah kan lagi sepi, ya ga apa lah. Lagian panas juga, aku kira tadi yang datang sahabat aku. Aku juga bingung aku udah bilang pintu gak di kunci naik aja langsung ke kamar kaya biasa. Tapi kok mereka ngetuk? Aku kira mereka ngusilin aku. Pas aku buka, ehh kamu. Ya aku terkejut lah, lagian kamu gak ada ngucap salam gitu, atau kabarin aku dulu?" kata Stella panjang, lebar.

"Pokok nya jangan kaya gini lagi deh," kata Kenzo.

"Kalau misalnya bukan aku atau sahabat kamu yang ngetuk gimana? Pake acara gak kunci pintu segala lagi. Udah tau sendiri di rumah" kata Kenzo lagi-lagi.

"Iya ken iya. Makin lama makin bawel ya. Ketua Scorpion Toxic ini ternyata bawel juga" ucap Stella.

" Cuman sama kamu aku gini," kata Kenzo

"Ponsel kamu mana?" tanya Kenzo.
Stella mengeluarkan ponsel nya dari kantung celana nya.

"Ini." angkat Stella memegang ponsel nya di hadapan Kenzo.

"Sandi nya apa nih?" tanya Kenzo yang sudah memegang ponsel Stella.

"Mau ngapain?" tanya Stella.

"Sandi nya El?" tanya Kenzo lagi.

"Ngapain dulu?" tanya Stella lagi.

"El, sandi nya apa?" tanya Kenzo lagi-lagi.

"Kenzo jelek" jawab Stella.

"Serius El, sandi nya apa?" tanya Kenzo.

"Kenzo jelek" jawab Stella.

"Bercanda terus kamu, sandi nya apa? Buruan." tanya Kenzo lagi.

"Aku serius, sandi nya 'kenzojelek' tanpa spasi huruf kecil semua." jawab Stella.

"Aku jelek emang?" tanya Kenzo.

"Iya." jawab Stella singkat dan cepat.

"Serius jelek? Tega ya?" tanya Kenzo yang sudah beda muka dari biasa nya.

"Eh, ganteng kok." jawab Stella di sertai cengiran nya.

"Kamu ngapain?" kata Stella melirik ponsel nya yang di kotak-katik oleh Kenzo.

"Nih, aku bilang di grup kamu, kamu pergi sama aku. Gak usah datang ke rumah kamu." kata Kenzo dengan santai, meletakkan ponsel Stella di meja sofa.

"Loh? Kok gitu sih? Kasihan tau mereka udah dijalan." kata Stella.

"Ya gak apa-apa. Ganti baju gih sana, yang sopan." kata Kenzo.

"Kemana?!" jawab Stella antusias.

"Rumah aku, Mama aku pengen ketemu sama kamu. Aku di tanyain terus, dipaksain bawa kamu ke rumah." kata Kenzo.

"Serius? Jantung aku kok jadi gini sih?" tanya Stella memegangi dada nya.

"Deg-deg an ketemu camer!" kata Stella tertawa, kemudian bangkit dengan cepat dan mengganti baju nya di kamar.

"Pakaian yang sopan!" kata Kenzo. Pelan-pelan aku bawa kamu ke kehidupan aku El, batin Kenzo. Ia tersenyum tipis.

"Sip!!" teriak Stella. Gue ngomong gitu tadi? Kaya gak ada malu nya masa sama Kenzo?! Ihh, bodo banget gue! Masa bodo lah! Batin Stella. Terlanjur sudah di ucapkan juga, pikir Stella.

Ya, seperti itu lah Stella. Jika sudah dekat dan nyaman dengan seseorang, sifat asli nya keluar.

Jangan lupa voment.
Follow akun wattpad aku, oke?

Tbc.

My StellaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang