Jangan lupa vote & coment.
Happy reading!🌟
"Kamu pulang aja!" ujar Stella dengan kesal. Pasal nya, ia dan sahabat-sahabat nya akan pergi, namun Kenzo seakan tidak memberikan Stella izin jika ia tidak ikut pergi bersama Stella.
"Kamu kok ngeselin sih?!" ujar Stella yang masih kesal.
"Aku ikut atau gak usah jadi pergi nya?" tanya Kenzo.
"Ini itu perkumpulan cewek-cewek Kenzo. Kamu ngapain ikut coba?" tanya Stella. Sabar banget gak sih gue? Batin Stella.
"El!" panggil Bella. Bella berjalan bersama Regio menyamperi Stella dan Kenzo yang berdiri di depan kelas XII IPA 1. Ya, saat ini mereka masih di daerah sekolah.
"Udah gih, ayok." ajak Bella.
"Tunggu Bel, ini masa Kenzo mau ikut! Gimana sih?!" tanya Stella memandang Bella lemas. Pasal nya, Kenzo masih tetap pada pendirian nya, dan begitu pun Stella. Sama-sama keras. Kenzo yang melihat ke arah Stella tersenyum tipis. Gemes! Batin Kenzo.
"Keras kepalaku sama denganmu.
Caraku marah, caraku tersenyum
Seperti detak jantung yang bertaut.
Nyawaku nyala karena denganmu." ucap Regio. Jangan nyanyi lu, Regio cuma ngomong gak nyanyi lohh.
"Bertaut, kaya hati gue sama Stella. Terus bertaut gak akan pernah lepas lagi. Ya kan El?" ucap Kenzo yang masih menatap Stella.
"Hah?" ucap Bella spontan. "Bentar-bentar, itu tadi Kenzo kan? Gimana tadi gimana? Kok asyik banget sih!!!" Batin Bella.
Kenzo yang masih menatap Stella dengan santai, sedang kan yang ditatap sudah menatap nya dengan mata yang melotot. "Apaan si! Judul lagu kali!" ucap Stella yang kini menatap Kenzo dengan tajam. Sebenar nya dan sejujur nya, ia merasa deja vu akan perkataan Kenzo tadi, ahhh Kenzo bisa saja.
"Udah gak apa-apa. Biarin aja. Regio juga ikut kok. Biarin aja mereka ikut," ujar Bella. Kembali ke topik awal.
"Biarin jadi bodyguard kita." ujar Bella lagi dengan enteng.
Kenzo dan Regio saling menatap. Tidak masalah, mungkin itu yang di dalam pikiran mereka.
Stella dan Bella berjalan menuju parkiran. Disana sudah ada mobil Renata yang telah menunggu mereka berdua sedari tadi.
"El, barengan dong!" ujar Kenzo.
"Gak mau ahh. Mau sama mereka aja." ujar Stella cuek bebek. Tak peduli bagaimana Kenzo. Ia langsung masuk ke dalam mobil itu.
"Untung pacar." ucap Kenzo pelan yang kini memandang mobil tersebut sudah melaju.
"Baru ini gue liat, ada orang yang nolak lo Ken. Mantep banget itu Stella." ujar Regio yang kini telah menaiki motor nya.
Kenzo berjalan menuju parkiran, menyamperi motor nya. "Diem lo!" ucap Kenzo sedikit kesal.
⭐⭐⭐
Disini lah mereka sekarang. Di sebuah mall. Stella dan teman-teman nya sedang asyik memilih-milih baju. Sedang kan Kenzo dan Regio yang menunggu para ciwi-ciwi tersebut dengan muka masam. Stella benar-benar lupa dengan kehadiran Kenzo yang ikut bersama nya.
"Woi, bro. Ngapain kok disini?" tanya Raka.
"Noh," ucap Regio sembari menunjukan ciwi-ciwi yang sedang asyik memilih-milih barang.
"Gila banget tadi Ka! Si Kenzo dari tadi di cuekin mulu sama Stella. Di ajakin sama Kenzo juga di tolak mentah-mentah. Mantep gak sih Stella!? Baru ini gue lihat ada yang nolak ajakan Kenzo!" ucap Regio dengan heboh.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Stella
Teen Fiction[FOLLOW AKUN AUTHOR SEBELUM MEMBACA] [JANGAN LUPA VOTE AND COMENT] Auristella Davira, gadis cantik, cerdas, ceria, humoris dan baik. Namun tidak kepada semua orang. Tidak heran, jika orang yang belum ia kenak menganggap ia cuek, sombong juga pendiam...
