3. STEP FATHER

1.1K 22 0
                                    

Author's POV

Alora mengerjapkan matanya dengan pelan. Membiasakan cahaya yang masuk ke dalam matanya. Ia baru saja terbangun setelah tertidur akibat lelah meronta – ronta dan menangis sepanjang perjalanan. Yang Alora tahu, ia dibawa menggunakan sebuah mobil entah kemana dirinya dibawa. Alora menatap sekelilingnya. Sebuah kamar yang luasnya hampir sama dengan kamarnya di mansion. Hanya saja kamar ini terkesan hampa dengan cat berwarna putih dan krem yang membosankan.

Sepertinya kamar ini tak pernah dipakai. Gumam Alora dalam hatinya.

Tunggu,kamar?

Alora terlonjak kaget. Ia bangun dan segera turun dari kasur yang ditempatinya. Ia kebingungan, kamar milik siapa ini?

"Halo?! Ada orang disini?" teriak Alora dari dalam kamar sembari bergerak kesana kemari.

Alora mencoba membuka pintu kamar tersebut. Dan ternyata tidak terkunci. Alora berjalan keluar dari kamar tersebut sambil terus menengok kesana kemari. Alora menyusuri lorong yang terdapat banyak pintu kamar. Hingga kemudian ia menemukan sebuah tangga. Ia mengamati sekitarnya.

"Sebuah mansion? Sebenarnya aku berada dimana sekarang? Ini sama sekali bukan mansionku" gumam Alora sembari berjalan menuruni tangga.

"Anda sudah bangun nona?" Ucap seseorang dari belakang Alora yang membuat Alora terlonjak kaget.

"Holy shit!" umpat Alora ketika dirinya terkejut karena seseorang yang berbicara di belakangnya. Alora menoleh ke belakang dan melihat seorang perempuan yang berpakaian layaknya seorang pelayan.

"Maaf nona, aku tidak bermaksud untuk mengejutkanmu." Ucap pelayan tersebut seraya menunduk.

Kenapa aku selalu dikejutkan oleh manusia sih! Gerutu Alora dalam hatinya.

"Kau siapa? Dan dimana ini? Dan kenapa aku dibawa ke sini?" Tanya Alora sambil mengamati lagi keadaan mansion tersebut.

" Namaku Gianna, kau bisa memanggilku Anna. Aku salah satu pelayan yang bekerja di mansion ini , tuan memerintahkanku untuk melayanimu, nona." Ucap pelayan yang bernama Gianna itu.

"Oke, kau Anna. Dan Anna, siapa yang kau maksud tuan itu?" tanya Alora yang masih tak mengerti dengan ucapan Anna.

Anna mengerutkan dahinya bingung. Sekarang malah Anna yang tak mengerti ucapan Alora.

"Maksud nona?" Tanya Anna yang kebingungan

Alora memutar bola matanya. " Maksudku siapa yang kau maksud tuan? Dan ini mansion milik siapa?"

" Mansion ini milik tuan Xavier, nona. Nyonya Marianne yang memerintahkan anak buahnya untuk membawamu kesini." Jawab Anna yang membuat Alora membulatkan bola matanya.

" Maksudmu ibuku?" tanya Alora yang hanya dijawab anggukkan oleh Anna.

"Dan Xavier? Apa dia suami ibuku?" Alora terus menekan Anna dengan pertanyaannya.

" Iya,nona." Jawab Anna.

" Dimana dia sekarang?"

" Maksud nona siapa?"

Alora tidak menjawab pertanyaan dari Anna. Ia langsung melangkahkan kakinya menuruni anak tangga dengan cepat. Sebenarnya Alora bingung harus kemana ia mencari ibunya. Alora membawa kakinya entah kemana. Ia hanya terus berjalan menyusuri mansion tersebut. Matanya tak pernah berhenti untuk mencari.

Bruk!

Tubuh Alora terhempas ke lantai karena menghantam sesuatu. Ia terlalu fokus sehingga tak menyadari keadaan sekitarnya.

SerendipityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang