Author's POV
Alora dan Nicki telah sampai di sebuah Night Club ternama di Kota New York. Alora mengedarkan pandangannya mencari teman SMA nya yang menjadi tuan putri malam ini. Tak lama seseorang melambaikan tangannya kepada mereka. Alora dan Nicki tersenyum. Mereka melangkahkan kakinya menuju orang tersebut.
Alora dan Nicki hampir menjadi sorotan semua orang. Kebanyakan orang – orang menatap Alora. Paha mulus Alora yang terekspos begitu memanjakan mata kaum Adam. Bahkan beberapa pria hampir tak berkedip saat memandang kecantikan Alora yang begitu memancar.
"Alora! Nicki!" pekik Sierra saat melihat Alora dan Nicki yang barus saja sampai di tempatnya. Mereka berada di lantai dua yang sengaja di sewa seluruhnya untuk pesta ulang tahun Sierra.
Sierra langsung memeluk erat Nicki dan Alora.
" Ya ampun, kita sudah lama tidak bertemu! Kau semakin cantik saja Alora." Ucap Sierra dengan heboh disertai pujiannya terhadap Alora.
" Dan kau semakin heboh saja sekarang." Ucapan Alora membuat Nicki dan Sierra terkekeh.
" Ayo, gabung dengan yang lain" Ucap Sierra yang langsung disetujui oleh Alora dan Nicki.
Alora dan Nicki pun bergabung bersama tamu – tamu undangan yang lain. Mereka bertemu banyak teman – teman SMA nya. Pesta itu sudah seperti acara reuni saja bagi mereka. Alora dan teman – teman nya berbincang – bincang mengenai banyak hal. Mulai dari masa SMA mereka, membahas tentang pekerjaan, kehidupan kuliah, hingga percintaan. Tak lupa perbincangan mereka diselingi dengan alkohol.
" Alora, kau sudah putus dengan Harry Harry itu?" tanya seorang laki – laki berambut hitam legam yang merupakan teman sekelas Alora dulu.
Alora mengerutkan dahinya. Ia menatap pria itu tak suka.
" hubunganku masih baik – baik saja sampai sekarang. Malahan kami nyaris tidak pernah bertengkar akhir – akhir ini." Jawab Alora jujur.
Nicki duduk dengan gelisah. Ia memelototi pria yang bertanya kepada Alora barusan.
" Kau serius? Ku kira kau sudah tidak bersama Harry, kau tahu, dia merebut kekasihku." Pria itu tertawa miris.
" kau jangan asal bicara!" Nicki membantah perkataan pria itu.
" Jangan bercanda denganku!" Ucap Alora yang tidak percaya dengan ucapan pria itu.
" Mau ku tunjukkan sesuatu?" Tanya pria itu yang membuat Alora mengangkat kedua alisnya tinggi – tinggi. Alora yang sudah sedikit mabuk hanya mengangguk mengiyakan perkataan pria itu. Sedangkan Nicki, ia terlihat panik. Ia duduk dengan gelisah.
" Alora, kau duduk saja, kau sedikit mabuk!" Ucap Nicki menahan Alora.
" Aku baik – baik saja Nick!" Alora melepaskan tangan Nicki dari pergelangan tangannya kemudian ia berdiri. " Lihat aku berdiri dengan baik!"
"Tapi Al-"
" Shut the fuck up Nick, aku hanya ingin tahu apa yang akan ditunjukkan oleh Edmund!" Alora mengikuti langkah Edmund yang sudah mendahuluinya. Edmund membawanya ke balkon yang dapat memperlihatkan suasana lantai satu dan juga dancefloor.
Alora mengerutkan dahinya. "Apa yang ingin kau tunjukkan Ed?"
" Lihat ke arah jam 4" Ucapan Edmund langsung diikuti Alora.
" Kau lihat? Wanita dengan gaun ungu yang sedang bercumbu dengan seorang lelaki, itu kekasihku. Oh, maksudku mantan kekasihku. Dia sedang bersama dengan..." Edmund menggantungkan kalimatnya. Saat wanita di bawah sana melepaskan cumbuannya, Alora dapat melihat wajah pria yang sebelumnya terhalang oleh punggung wanita itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Serendipity
RomanceSerendipity adalah suatu kejadian dimana seseorang menemukan sesuatu yang indah tanpa harus susah susah mencarinya. Begitu juga dengan Xavier dan Alora. Pada awalnya mereka terjebak di dalam kondisi yang kacau. Namun lama kelamaan mereka menyadari b...
