Sebelum baca, jangan lupa pencet bintangnya ya, gratis kok gak bayar :D
Happy reading!
~
Alora kini tengah berada di kantin Bersama sang sahabat, Nicki. Ia Nampak tergesa – gesa meminum satu cup ukuran besar Ice Americano. Nicki yang melihatnya pun khawatir Alora akan tersedak kalau cara minumnya seperti itu.
"Al! Kau kenapa sih? Kalau kau minum penuh nafsu seperti itu nanti kau tersedak ta-.."
"Uhuk... uhuk!"
Nicki memutar bola matanya jengah. "Baru saja ku bilang."
"Terlambat!" Ketus Alora sambil mengelap mulutnya dengan tisu akibat minumannya yang muncrat kemana – mana.
"Lagi pula kau ini kenapa sih?" Nicki bingung melihat kelakuan sahabatnya yang satu itu.
"Aku sedang merencanakan misi." Jawab Alora singkat sembari menyeringai. Hal itu membuat Nicki bergidik ngeri. "Si bodoh ini merencanakan apa?" Gumamnya dalam hati.
Alora menatap Nicki dengan serius. Tentu saja Nicki hanya membalas dengan tatapan bingung. Ia benar – benar tak mengerti dengan sahabatnya, Nicki tentu saja tahu bahwa Alora memang gila, tapi ia tak menyangka bahwa gadis itu akan semakin gila setiap harinya.
"Misi apa sih?" Tanya Nicki yang sudah jengah.
"Misi balas dendam." Ucap Alora dengan serius.
"Untuk?" Sekarang kedua alis Nicki sudah benar – benar terangkat, menunjukkan sebingung apa dirinya.
Alora memalingkan wajahnya ke arah lain dengan seringai yang terpatri di wajah indahnya "Si brengsek Xavier."
Mendengar jawaban Alora, tentu saja Nicki menghela napasnya kesal. Ia sudah mengira masalahnya serius, tetapi ternyata? Nicki benar – benar tak habis pikir dengan pola pikir sahabatnya itu.
"Nick, kau membawa mobil kan?" Tiba – tiba Alora bertanya dengan semangat. Lagi – lagi Nicki dibuat bingung. Baru beberapa detik sebelumnya gadis itu terlihat amat kesal, sekarang tiba – tiba menjadi sangat semangat. Sebenarnya ada apa?
"Iya, memangnya kenapa?"
"Bagus, kalau begitu aku nebeng denganmu ya? Ayo antar aku ke suatu tempat!" Alora segera bangkit dan menarik tangan Nicki yang masih terduduk dengan semangat yang menggebu – gebu. Hal itu tentu saja membuat Nicki tergopoh – gopoh karena dirinya diseret oleh sang sahabat.
"Hey! Aku kan belum bilang bahwa aku mau?!" Protes Nicki sedikit berteriak karena Alora yang terus menyeretnya dengan tidak santai.
"Aku tidak peduli!" Balas Alora dengan tidak tahu malu nya. Untung saja mereka sahabat. Kalau tidak, sudah dipastikan bukannya mendapat bantuan, Alora malah akan mendapat caci maki.
*
Mobil yang ditumpangi oleh Alora dan Nicki baru saja sampai di depan lobi sebuah gedung pencakar langit yang menjulang tinggi. Meskipun dibuat kesal dengan tingkah Alora, Nicki tetap tidak sampai hati untuk menolak permintaan sahabat sehidup semati nya itu.
"Nah, sudah sampai." Ucap Nicki jengah ketika tangan kanan nya menarik tuas rem tangan.
"Yeay! Terimakasih Nick! Kau memang sahabat sejatiku!" Ucap Alora dengan heboh sembari memeluk Nicki dengan sangat erat. Terlampau erat sampai Nicki harus memukul bahu Alora karena napasnya tercekat.
"Terimakasih sih terimakasih, tapi jangan membuatku mati muda juga!" Gerutu Nicki yang hanya dibalas dengan cengiran oleh sang tersangka.
"Ya sudah, kau bisa pulang Nick. Aku akan masuk sendirian, kau hati – hati di jalan ya!" Dengan cepat Alora mengecup pipi Nicki kemudian beranjak keluar dari mobil. Sedangkan Nicki hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah ajaib sahabatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Serendipity
RomansaSerendipity adalah suatu kejadian dimana seseorang menemukan sesuatu yang indah tanpa harus susah susah mencarinya. Begitu juga dengan Xavier dan Alora. Pada awalnya mereka terjebak di dalam kondisi yang kacau. Namun lama kelamaan mereka menyadari b...
