9. DAY WITHYOU.2

843 15 0
                                        

Maaf banget ya kalo banyak typo nya soalnya aku nulis nya buru buru xixixi

Enjoy this chapter!


"Kau benar benar rakus. Sepuluh bungkus ramen instan? Yang benar saja. Pantas saja tubuhmu berat!" Xavier memulai pembicaraan ditengah perjalanan mereka setelah mampir ke supermarket. Apakah Xavier tidak menyadari bahwa apa yang dikatakannya bukan memulai pembicaraan,melainkan memulai pertengkaran?

"Aku baru tahu bahwa mulutmu banyak sekali bicara! Aku membeli sepuluh bungkus untuk stok di rumah!" Alora mendelik kesal ke arah Xavier yang terus mengomentari apa yang dilakukannya.

Xavier hanya bungkam tak membalas ucapan Alora. Jika Ia menanggapinya, bisa – bisa pertengkaran mereka terus berlanjut seharian penuh.

"Tunggu, ini bukan jalan kembali ke mansion kan?" Ucap Alora ketika menyadari jalanan yang sama sekali tidak mengarah untuk pulang ke mansion Xavier.

"Memangnya siapa yang bilang kita akan kembali ke mansion?" Jawab Xavier dengan santai sembari fokus mengendarai mobilnya.

"Maksudmu?" Alora semakin bingung dibuatnya. Setelah tiba – tiba membawanya ke rumah sakit, kemana lagi pria itu akan membawa dirinya?

"Tidak usah banyak bertanya. Nanti juga kau tahu." Jawab Xavier singkat.

"Aku tidak akan berhenti bertanya sebelum kau menjawabku!" Teriak Alora dengan kesal kemudian melipat kedua tangannya di depan dada.

"Aku tidak akan menjawab tak peduli berapa kali kau bertanya." Jawab Xavier enteng dengan wajah tanpa dosa nya.

Alora hanya bisa menggeram kesal mendengar apa yang dikatakan Xavier. Lama – lama Ia jadi lelah juga jika terus berbicara dengan makhluk bernama Xavier itu. Sepertinya mereka tidak pernah bisa akur. Lihat saja, kapanpun dan dimanapun mereka selalu bertengkar.

~

"Jadi kau membawaku kesini? Ke kantormu?" Tanya Alora yang tercengang ketika menyadari bahwa Xavier membawanya ke kantornya. Lagi – lagi Alora kesal dibuatnya. Untuk apa Xavier membawanya ke kantor?

"Ya. Cepat turun." Balas Xavier singkat sembari keluar dari mobilnya.

"Tapi aku tidak mau! Aku ingin pulang ke mansion!" Teriak Alora dari dalam mobil.

Xavier langsung membuka pintu mobil penumpang.

"Turun."Perintahnya kepada Alora dengan nada tak terbantahkan.

"Tapi kenapa kau membawaku kesini? Aku hanya ingin makan ramen di rumah!" Alora keluar dari mobil lalu menghentak – hentakkan kaki nya dengan kesal.

"Aku tidak punya waktu untuk mengantarmu ke mansion lalu kembali ke kantor. Pekerjaan ku banyak,kau mengerti? Lagipula kantorku juga memiliki dapur asal kau tahu. Kau bisa memasak ramen sebanyak yang kau mau." Ucap Xavier yang kemudian menarik tangan Alora untuk masuk ke dalam gedung pencakar langit itu.

"Eh, eh! Tunggu!" Ucap Alora yang terkejut saat Xavier tiba – tiba menariknya. Tidak,dia bukan menariknya. Xavier menyeretnya! Alora berjalan dengan susah payah untuk menyamakan langkahnya dengan langkah Xavier yang lebar. Ditambah lagi Ia menenteng sebuah kantong berisi belanjaannya.

Saat memasuki Lobi, hampir semua pasang mata melirik mereka. Beberapa di antara mereka terlihat berbisik – bisik mempertanyakan siapa wanita yang dibawa Xavier ke kantornya.

Xavier mengabaikan semua tatapan orang – orang itu karena memang dirinya sudah biasa menjadi pusat perhatian. Sedangkan Alora berusaha untuk tetap terlihat tenang,padahal Ia merasa risih saat menjadi pusat perhatian orang – orang.

SerendipityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang