Lama gak ? Kangen gak? Hehehe
Jangan lupa vote sama coment yaa.
Enjoy
*****
Yeji memegang pipinya yang terasa panas, entah kenapa matanya juga ikut memanas. Ia bingung , apa yang terjadi sampai Shuhua menamparnya.
"Sha?" panggil Yeji lirih , tanganya berusaha mengapai Shuhua namun cepat ditepis oleh Shuhua.
"Ini balesanya buat gua Ji?"
Yeji mengeleng keras , tolong dia sangat bingung dengan keadaan disekitarnya.
"Lo kan yang nyuri uang gua?"
Yeji kembali mengeleng , "Engak Sha. Gua bahkan gak tau apapun tentang uang itu"
"Halah mana ada maling ngaku."
Yeji mengalihkan pandanganya kearah Siyeon. Yatuhan sekarang apa lagi? Dia ingin mengadudomba dirinya dengan Shuhua?
"Cek aja ditas Yeji atau diloker. Lo kan Ji yang terakhir keluar dari kelas"
Yeji menganguk , "Iya tadi emang gua yang terakhir keluar, tapi sumpah gua gak ngambil apa-apa."
Siyeon langsung berdiri untuk mengeledah tas Yeji. Dikeluarkan semua benda yang ada dengan kasar kelantai. Namun tak ada uang itu ditas Yeji.
"Coba gledah loker Yeji." titah Siyeon kepada ketua kelas.
"Kalian apa-apan sih, Yeji sama gua di rooftop gak mungkin dia yang nyuri" Jeno yang dari tadi diam pun akhirnya jengah.
"Ini dompet lo sha?" Seungmin - ketua kelas menyerahkan sebuah dompet berwarna biru.
"Tadi gua nemu di loker Yeji."
Yeji melebarkan matanya terkejut. Bagaimana bisa dompet Shuhua berada di lokerya?
Yeji mengengam tangan Shuhua dengan erat, air matanya mengalir deras, "Gua gak pernah ngambil Sha."
Plak
Bukan, bukan Shuhua yang menepis kasar tangan Yeji tapi Siyeon. Ia tersenyum miring kearah Yeji dan langsung berganti dengan raut yang sedih saat menatap Shuhua.
"Udah Sha, gapapa jaman sekarang banyak kok temen yang kaya gitu." Siyeon mengusap pelan bahu Shuhua dan menuntunnya menuju bangku.
Sekarang Yeji seperti orang linglung, ia menatap kosong kearah Shuhua. Yeji baru tersadar saat Jeno menuntunya untuk keluar kelas. Tak memperdulikan sorakan dari teman-temanya yang menonton.
"Its okay. Gua percaya lo bukan pencuri Yeji."
*****
Yeji meremas tanganya yang terasa dingin. Sekarang dia sedang berada di ruang BK bersama Shuhua, Jeno, dan Seungmin-sang ketua kelas.
Dari pertama memasuki ruang BK kepala Yeji selalu tertunduk, bahkan saat Pak Dandang guru BK bertanya Yeji tak berani mengangkat kepalanya.
"Yeji kamu dengar saya?"
Tak ada jawaban, kepala Yeji masih tertunduk bahkan saat ini pikiran Yeji sedang kosong.
Jeno menghela nafas, kemudian mengusap pelan tangan Yeji untuk menyadarkanya.
"Yeji?"
Yeji akhirnya menatap sang guru, "Ya?"
"Kamu benar mencuri uang Shuhua?"
"Tidak Pak," Yeji menjawab tegas.
"TAPI DOMPET GUA ADA DILOKER LO!" Seungmin yang duduk disamping Shuhua, mengusap pungungnya untuk menenangkan.
"Shuhua tolong tenang sebentar."
"Tapi kamu yang keluar terakhir dari kelas?"
"Iya Pak. Saya memang terakhir keluar tapi saya tidak mengambil uang itu, bahkan saya gak tau kenapa dompet Shuhua ada diloker saya."
"Bener pak yang dibilang Yeji, tadi dia sama saya di rooftop."
Pak Dandang mengangukan kepalanya, lalu matanya beralih ke Seungmin.
"Apa bener kamu yang nemu dompet Shuhua diloker Yeji?"
Seungmin menganguk, "Memang benar pak. Tapi saya gak nuduh kalau Yeji yang ambil, saya Tim netral."
"Jaman sekarang, kalau ada maling ngaku penjara penuh pak."
Pak Dandang menghela nafas, "Maaf Yeji dengan bukti yang ada terpaksa Bapak harus menghukum kamu."
*****
Pendek aja ya hehe.
Suka lupa ngetik aku tuh:v
Aku tau kalian pasti ngerti cara menghargai ceritaku ini.
-ylrcha
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken || Lee Jeno
Fanfiction"Aku tahu tapi aku pura-pura tak tahu, seolah-olah menjadi orang yang paling bodoh diantara kalian," ucap yeji sambil menatap lurus kekasihnya. . Lee Jeno X Hwang Yeji ©ylrcha , 2020
