Setiap orang punya hidupnya masing-masing, namun bagaimana jika kita mencoba masuk dalam dunia yang jauh dari kebiasaan kita sehari-hari???
☀️
☠️
🌙
"Ngapain lo ngikutin gue terus sih, kalo lo mau mati tunggu aja penyakit lo tambah parah gak usah ny...
Siang ini matahari ada tepat di atas sekarang waktunya istirahat kedua, banyak siswa siswi yang berjalan-jalan di sekitar koridor dan ada juga yang sekedar duduk melihat permainan basket dari para cowok populer sekolah.
"Al tiba-tiba gue kebelet nih, lo tunggu sini dulu ya bentar kok" ucap Ziddan tiba-tiba saat perjalanan menuju UKS
"Cepetan" seru Aliya
Gadis itu menunggu di koridor yang langsung menghadap lapangan basket sambil menyandarkan punggungnya pada tembok. Kepalanya sedikit menengok melihat beberapa lelaki most wanted sekolah yang sedang berkeringat di tengah lapang. Tapi pandangannya sedikit melenceng ketepi lapangan, disana tampak lelaki yang tengah duduk dengan jersey hitam sambil meminum air dingin dan tentu rambut hitamnya yang basah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
( begitulah ada ring ada tempat duduk)
"Habis olahraga gak baik minum-minuman dingin" ucap Aliya yang sengaja menghampiri Axal
Lelaki itu hanya sedikit menengokkan wajahnya tanpa niat untuk menjawab. Axal terlalu malas untuk sok akrab dengan orang lain, apalagi jika orang itu hanya berniat untuk cari muka di depan banyak orang.
"Kak muka lo kenapa? Habis berantem juga?" kaget Aliya kala melihat lebam di wajah Axal yang lebih buruk dari Ziddan
Tangan gadis itu terulur untuk memegang dagu Axal agar bisa melihat seberapa parah luka yang lelaki itu dapat. Namun belum juga tangannya menyentuh dagu itu Axal lebih dulu menepis kasar tangan Aliya sampai si pemilik tangan sedikit meringis dan juga terkejut.
"Itu harus di obatin Kak, kita ke UKS ya sekalian gue juga mau ngobatin luka Ziddan" seru Aliya
"Lo siapa? Dokter? Bukan kan, gak usah sok baik" sinis Axal
"Tapi Kak kalo itu gak di obatin nanti malah infeksi" lagi-lagi Aliya mencoba untuk meraih dagu Axal untuk melihat sudut bibir lainnya
Axal tampak celingak-celinguk memperhatikan sekitar saat sekarang mereka berdua telah menjadi pusat perhatian. Dagunya berhasil Aliya raih dan bodohnya gadis itu malah menekan sudut bibir Axal membuat lelaki itu meringis kesakitan.
"Sakit kan? Makanya ayo gue obatin, sekalian buat permintaan maaf karena hampir buat Kak Axal kena masalah gara-gara hampir nabrak gue"
☀️ ☠️ 🌙
19.23
"ALIYA..." teriak pria setengah baya yang berjalan dari dapur
"Dari mana aja kamu jam segini baru pulang?" lanjutnya
"Kenapa? Ini memang jam pulang aku kok" sahut Aliya santai
"Jam pulang kamu bilang? Ngapain aja di luar sampe malem gini?" Raka papa Aliya berusaha menahan emosinya
"Apa peduli Papa? Aku mau pulang jam berapapun itu urusan aku. Papa malah sering gak pulang tapi aku gak pernah marah, kenapa aku pulang telat papa marah?" lawan Aliya