Tidak terasa sudah 2 minggu Jennie dan Jisoo berada di dormnya. Tanpa disadari, mereka sudah terbiasa dengan rutinitas yang dilakukan setiap hari.
Pada pagi hari, sebelum jadwal latihan dimulai, mereka berdua selalu pergi lebih awal untuk menyempatkan sarapan.
Selain untuk menjaga tubuh supaya tidak lemas, alasan lain mengapa mereka harus sarapan bersama karena jadwal kelas mereka tidak selalu berbarengan. Terkadang ketika Jennie di kelas Bahasa Jepang, Jisoo sedang di kelas dance.
Itulah yang membuat mereka memutuskan untuk selalu bertemu ketika waktu sarapan maupun waktu makan lainnya.
"Ehm. Eonni duluan saja, Jennie mau menelepon eomma dulu. Katanya, eonni mengincar mandu yang selalu habis di cafetarian kan?" ucap Jennie kepada Jisoo yang sedang mengikat sepatunya.
"Benar tidak apa kalau eonni duluan?" tanya Jisoo.
"Nhe.Santai saja eonni, nanti Jennie menyusul ya" jawab Jennie sambil tersenyum.
"Kakimu yang bengkak sudah mendingan?" tanya Jisoo lagi.
"Sudah mendingan setelah dibantu eonni kompres semalam, makasih ya eonni kapan-kapan Jennie traktir mandu deh"
Sebenarnya, menjadi trainee bukanlah hal yang mudah. Kekuatan fisik dan mental seseorang sangat diuji disini.
Contohnya Jennie yang sudah mengalami bengkak kaki karena sangat berusaha keras ketika kelas dance dan ada pun beberapa orang yang memilih mengundurkan diri karena tak kuat selalu di marahi oleh pelatihnya.
Untunglah bagi Jennie, ia memiliki mental yang kuat, terlepas dari traumanya sewaktu kecil. Jisoo pun sedikitnya membantu Jennie dalam menyikapi keadaan, eonninya itu selalu memberi saran untuk bersikap bodo amat akan suatu hal.
"Nhe... aku pegang ya janjinya. Kalau begitu eonni pergi dulu takut kehabisan lagi nanti. Ingat hati-hati jalannya. Dahh" ujar Jisoo berlari sambil melambaikan tangan.
Jennie tertawa melihat tingkah eonninya yang sangat tergesa-gesa,
"Eonni yang harusnya hati-hati awas tersandung!!"*Bugh*
Suara keras terdengar dari luar ruangan, dan Jennie yakin itu pasti berasal dari Jisoo.
"Kan sudah Jennie bilang! Kamu tak apa eonni?! "
teriak Jennie dari dalam dorm."Aish.. kenapa tiba-tiba ada tempat sampah disini,"
"Nhe. Gwenchana Jen. I'm Jisoo I'm Okay." teriak Jisoo dari luar dorm.Jennie menggelengkan kepalanya tak habis pikir, jelas-jelas tempat sampah itu sudah ada sejak pertama kali mereka kesini,
"Eonni..eonni" gumam Jennie.**
Setelah menelepon eommanya Jennie berniat menyusul Jisoo untuk ke cafetaria. Di perjalanan, entah mengapa tiba-tiba gadis itu ingin sekali meminum kopi, dan kebetulan di depannya ada vending mechine yang memang tersedia di apart mereka."Tunggu sebentar ya eonni, ini tak akan lama. Selagi sepi aku akan cepat-cepat" gumam Jennie sambil memasukkan uang ke dalam mesin itu.
*brak*
Tiba-tiba ada tangan seseorang yang menjulur dan menggebrakan vending mechine itu tepat dari belakang Jennie.
"Akh...khamcagiya" teriak Jennie kaget setengah mati.
Jennie menutup telinga dan menjongkokkan dirinya.
"Ini untukku, trainee baru dilarang mengambil minuman disini." ucapnya sambil mengambil minuman Jennie.

KAMU SEDANG MEMBACA
a cruel dream [•°•minnie•°•jenbin•°•]
FanfictionSemenjak kejadian di masa kecilnya, Jennie selalu dihantui oleh mimpi buruk yang tak pernah berakhir.Trauma yang sudah ia biarkan menahun semakin membuatnya hancur karena ketakutannya bukan lagi sekedar mimpi melainkan berubah menjadi nyata. Bagi Je...