Warning!
Typo bertebaran, mohon pemakluman jika menemukan typo karna saya hanya penulis newbie🌼
Malam ini adalah malam dimana kedua keluarga akan bertemu, semua yang ada di kediaman keluarga Jeslyn nampak sibuk mempersiapkan tempat dan makanan suguhan untuk calon keluarga baru mereka
Dalam rangka mempersiapkan acara pertunangan untuk anak pertama mereka, semua nampak menunjukan wajah bahagia nya.
Tak terkecuali Jeslyn, gadis itu nampak sangat bahagia, sekaligus terharu.
"aku ga nyangka lo kak, kakak bakal tunangan 1 minggu lagi, terus ga lama lagi bakal nikah dan tinggal pisah sama Jeslyn"-ujar gadis itu
"jangan sedih dong, kan kakak masih tinggal dirumah ini, lagian nikah nya masih lama kok"-ucap jesica
"kan tetep aja kakak bakal tinggal beda rumah sama jeslyn, pasti nanti bakal sepi ga ada yang bisa di ajak curhat"- ujar Jeslyn yang membuat kakak perempuan nya itu merangkul tubuh sang adik
"tapi kamu seneng kan ga ada kakak, jadi ga ada yang nyuruh-nyuruh kamu bikin indomie lagi"-ucap Jessica
"omg gue lupa kalau selama ini kakak gue laknat, ga jadi sedih deh gue"-ujar Jeslyn yang membuat Jessica menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang adik
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sementara itu di tempat lain, suasana ruang rawat begitu ramai karna perdebatan yang tak berujung antara seorang ibu dan anak, zain pemuda 16 tahun itu akhirnya harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit karena dehidrasi parah dan tifus.
"pulang bu, kan tadi siang janji nya pulang kenapa malah disini si bu"-kesal pemuda 16 tahun itu
"kamu tu dehidrasi lo nak,udah gitu habis makan di muntahin, kalau ga dirawat gimana bisa sembuh"-ujar wanita berhijab itu sambil mengompres pemuda 16 tahun itu
"tetep mau pulang aja bu"-rengek Zain yang mebuat wanita berhijab itu kewalahan menghadapi sifat sang putra
"Zain susah di atur ya, kemarin ibu udah bilang kan jangan di forsir tenaga nya, kamu ngeyel, sekarang sakit ngerengek minta pulang, atau mau ibu aja yang pulang? Biar kamu disini sendiri, biarin aja ga ada yang ngerawat"- ancam wanita berhijab syar'i itu
"jangann buu, ga gitu maksut nya, Zain kan ga tega kalau ibu ntar malem tidur nya di sofa, terus Zain enak-enakan tidur di kasur, nanti malah ibu yang kecapean"- ucap remaja 16 tahun itu yang membuat sang ibu tersenyum simpul
"nak, gapapa itu udah jadi kewajiban ibu, kamu jangan ngerasa kayak gitu ya"-ujar sang ibu sembari mengusap lembut kening sang putra
"bu, kalau Zain minta sesuatu boleh ga?"- tanya remaja 16 tahun itu hati-hati, anak itu terlihat ragu.
"boleh, zain mau apa nak? Insyaallah ibu turuti asalkan sembuh ya nak"-ujar wanita berhijab itu lembut
"zain, itu bu "-ucap remaja itu
takut-takut
"iya nak apa?"-tanya sang ibu, sambil menempelkan kain kompres di kening sang putra
"a... ayah zain masih hidup apa udah meninggal bu?"- ucap anak itu yang sukses membuat sang ibu bingung harus jawaban apa untuk sang putra
"nak, mau makan buah engga?"-ujar wanita berhijab itu mengalihkan perhatiang sang putra
"zain cuma mau tau itu aja kok bu, zain cuma pengen tau itu aja"- lirih remaja 16 tahun itu, bahkan netra nya sudah mengeluarkan air mata nya, anak itu rindu, bahkan sangat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Zain
Teen FictionGibran Zain Haidar Gue Zain terlahir tanpa kehadiran sosok ayah, meski begitu ada banyak orang yang menyayangi gue, ibu adalah matahari yang selalu siap menyinari hari hari gue, om gue adalah teman terbaik gue, kakek adalah pengganti ayah gue dan ne...
