Happy reading kawan
.
.
.
.
.
.
.
.
.
'Kringgg'
Bunyi alaram sekolah telah menggema di seluruh penjuru kelas, banyak siswa siswi berhamburan keluar kelas, ada yang menuju parkiran guna mengambil kendaraan mereka, ada juga yang menuju halte bus, maklum lah jam telah menunjukan pukul 17.00 pertanda bahwa kelas telah berakhir.
"zain lu langsung balik apa taekwondo dulu?"- tanya rayyan kepada zain yang sedang memasukan beberapa buku kedalam tas nya
"rapat osis, sialan emang si nurden gua males banget lagi"- ujar zain kesal, yang membuat rayyan kembali menepuk bahu zain
"apaan si tiga roda maen nepak nepuk bahu gua seenak jidat aje lu"-ujar zain sambil menyingkirkan tangan rayyan dari pundak nya
"sensi amat si lo, gua tu mau nebeng mumpung lu juga lagi rapat, soalnya gua mau basket dulu"- ucap rayyan sambil menatap zain
"motor lu mana ogeb" ujar zain sambil menatab heran rayyan
"ya ga bawa lah ogeb, kalo gua bawa motor ya ngapain gua nebeng elu"-ucap rayyan santai yang membuat zain seketika menghentikan langkahnya
"ya gua tau lu ga bawa motor, maksut gua kenapa gitu lu ga bawa motor, lemot amat si tu otak"-kesal zain yang membuat rayyan membulatkan bibirnya ber 'oh ria'
"motor gua kan lagi perawatan biar glow up"- ujar nya sambil menunjukan deretan gigi putih nya
"glow up glow up, lu tu sekali kali perawatan biar ga kumel kayak gembel"-ujarnya sembari memasuki ruang osis yang sudah dipenuhi anggota osis lain nya
"sialan emang tu anak, untung rayyan ini adalah manusia paling sabar yang menghadapi kelakuan abstrak orang-orang aneh"-ujarnya sembari memandang punggung zain yang telah tertelan pintu ruang osis.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"oke karna semua anggota sudah ada di tempat , sambil menunggu pembina osis datang kita bahas dulu untuk kegiatan classmate nya setelah pembina osis datang baru kita diskusikan dengan pembina"-ucap aksa sang ketua osis mengawali rapat sore ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sudah 15 menit sejak rapat osis nya berakhir Zain menunggu rayyan yang tengah asik mendribel bola, ia tak menyangka jika rapat osis nya akan sesingkat itu. Di temani aksa pemuda 17 tahun itu kini mengekuarkan umpatan umpatan tak jelas
"anjir lama banget si tiga roda, tau gitu gua ga iyain tadi"-gumam zain
"lah lu juga kenapa Di iyain bege"-ujar aksa sambil memukul kepala zain pelan
"ya gua ga tau kalo bakalan lebih lama dari rapat osis nurdin!"- ujar zain tak mau kalah
"diem bangsad, rame ini"- ucap aksa sambil membekap mulut zain
"kurang ajar lepasing bego, malu diliatin orang"-ujar zain tak jelas karna tangan aksa yang masih membekap mulut zain, seketika aksa melepaskan tangan nya dari mukut zain
"iyuh ILER LU ZAIN!"-Teriak aksa saat mendapati tangan nya yang sudah terkontaminasi noda iler zain
"mampos rasain noh iler gua, wangi kan kayak parpum nya mba ariana grande"-ledek zain puas, saat melihat tangan aksa tak sengaja terkena air liur nya
"kampret parfun ariana grande pale lu, bau jigong begini"-umpat aksa sambil membersihkan tangan nya di kran depan kelas
"suruh siapa nistain orang ganteng, mampos kan lu kena iler gua"- zain tertawa puas saat melihat raut kesal aksa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Zain
Genç KurguGibran Zain Haidar Gue Zain terlahir tanpa kehadiran sosok ayah, meski begitu ada banyak orang yang menyayangi gue, ibu adalah matahari yang selalu siap menyinari hari hari gue, om gue adalah teman terbaik gue, kakek adalah pengganti ayah gue dan ne...
